🍥: ra, lagi sibuk gak?
🌸: enggak, kenapa?
🍥: lagi di mana nih?
🌸: nanya mulu jir
🍥: ambekan banget buset gajadi ah 😭
🌸: to the point bisa kan
🍥: gimana ya belum ngmong aja gua udah di marahin
🌸: males bgt
🍥: cowok lu
🌸: kenapa dia?
🍥: tarik napas dulu yuk
🌸: gue block ya
🍥: ikutin kaka yuk, tarik napas pelan-pelan bisa?
🌸: KE INTINYA AJA 🫵🏻
🍥: demam tinggi dari semalem tapi katanya gak boleh ngasih tau lu 🙏🏻
🌸: hah? tadi pagi bilangnya mau ngampus kok
🍥: akal-akalan dia doang biar lu gak khawatir
🌸: lu tau kan akibatnya kalo ini prank?
🍥: sangat tau, ampun 🙏🏻
🌸: dia sekarang masih di kosan?
🍥: betul dari semalem juga gak keluar kok ttp diselimut
🌸: oke thanks infonya
🍥: gue ngmong ini karena bakal pulang malem mau futsal dulu trus jaga-jaga sementara dia sendiri di kosan soalnya dia kalo sakit tingkahnya kek mau sekarat
🌸: lu juga ya, semua cowok sama lebay 🫵🏻
🍥: jangan marahin gue plis 😭
🌸: tapi tadi last chatt gue sempet minta dia jemput dan dia bilang iya
🍥: HAH ANJING UCHIHA,gue udah nyuruh dia diem aja padahal
🌸: dia gak bales lagi
🍥: maapin gue ya, bisa jadi dia otw kampus
🌸: iya
Setelah mendapat pesan dari Naruto, Sakura bergegas merapihkan buku dan beranjak keluar perpustakaan.
Sembari menuruni anak tangga tangannya tidak berhenti berkutat dengan ponselnya, berusaha menghubungi Sasuke. Sakura berdecak setengah kesal dan khawatir karena tidak mendapat respon apapun dari kekasihnya itu.
Pikirannya sudah kemana-mana. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Sasuke di perjalanan kemari? Bagaimana jika Sasuke pusing? Bagaimana bisa bahwa dirinya tidak mengetahui jika kekasihnya itu sedang tidak baik-baik saja?
Sejak kemarin Sasuke memang tidak intens mengabari Sakura dengan alasan latihan basket dan biasanya ponsel Sakura akan penuh dengan notifikasi pesan dari Sasuke.
Sampai di parkiran Sakura menghembuskan nafasnya kasar. Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Dirinya sudah kalut diselimuti rasa khawatir sampai tidak ada celah untuk berpikir jernih. Berulang kali ia mengecek ponselnya, sudah hampir 20 menit sejak chatt terakhirnya namun masih belum ada balasan dari Sasuke.
Saat sedang mengetik alamat, layarnya berubah menjadi tampilan panggilan masuk. Sebuah panggilan dari nama kontak "S❤️🔥" , sepersekian detik Sakura mengangkatnya.
📲
"Sayang kenapa? Aku deket pos satpam ya gak masuk parkiran"
Suara Sasuke yang terdengar kebingungan.
Sakura berlari menuju pos satpam tanpa memutuskan panggilan telepon. Dari kejauhan ia bisa melihat pria yang masih berada di motornya itu. Sakura menghampiri dengan raut wajah kesal membuat Sasuke mengernyitkan dahinya semakin kebingungan.
"Kenap-"
"Turun!"
Sakura menyela pertanyaan Sasuke sembari memegang kemudi motor. Sementara Sasuke yang masih clueless hanya menuruti perintah kekasihnya, namun ia bisa menebak bahwa suasana hati Sakura sedang tidak baik-baik saja.
"Kamu mau apa? Biar aku yang bawa"
"Reminder aja, aku bisa ngendarain motor"
"Sayang?"
"Aku pernah bonceng tiga sama naruto, inget?"
"Gak, aku yang bawa!"
"Ya udah aku pulang sendiri"
"Sayang..."
Sasuke ikut kesal namun sekarang perasaannya semakin bingung dan khawatir. Apakah ada kesalahan yang ia lakukan sampai Sakura melakukan ini?
Keheningan mengiringi perjalanan keduanya menuju kos Sasuke. Ia juga sempat membeli beberapa makanan di supermarket. Tidak ada yang mulai percakapan, Sasuke ingin bertanya dan kesal namun tenaga nya hampir habis dan ia cukup lelah hanya untuk memikir nya saja.
Mata Sasuke masih mengikuti pergerakan kekasihnya yang sekarang sedang membawa alat makan dari dapur, ia mencoba untuk memberanikan diri bertanya tentang situasi yang menegangkan ini.
"Sakura..."
Panggilnya sambil perlahan meraih tangan Sakura. Bukannya mendapat jawaban, Sasuke malah mendapati Sakura terisak.
"Loh, sayang? Kenapa nangis? Maafin aku ya"
Ujar Sasuke sambil berusaha menenangkan. Ia bawa Sakura ke dekapannya sambil mengelus surai merah muda kekasihnya itu.
Dengan merasakan suhu tubuh Sasuke yang masih panas, Sakura tambah menangis. Ia merasa bersalah karena menginginkan ini dan itu sementara kekasihnya dalam kondisi tidak sehat.
"Kamu sakit, aku gak tau" kata Sakura di tengah tangisnya. Sasuke pun bungkam, seperti tertangkap basah. Sakura melepaskan diri dari dekapan Sasuke, matanya sinis dengan mata yang masih berair.
"Kenapa gak bilang kalo sakit? Kenapa mau aja jemput aku padahal badan lagi panas gini? Kenapa aku harus tau dari orang lain kalo kamu sakit?" cecar Sakura dengan emosi yang menggebu.
"Jawab kalo ditanya?!" kata Sakura lagi yang memukul pelan dada Sasuke di depannya.
Sasuke sedari tadi sedang memutar otak untuk menjawab pertanyaan Sakura dengan alasan yang masuk akal—walau ia tahu kekasihnya tak bisa dibodohi.
"Maaf" hanya itu yang mampu keluar dari mulut Sasuke. Ia juga menyeka air di ujung mata Sakura.
Sakura menghela napas dalam lalu membuang muka.
"Maaf aku kira demam biasa dan bakal turun tapi ternyata masih tinggi juga. Aku iyain jemput kamu karena aku kira dengan keluar bisa cepet sembuh"
Sakura melirik tajam, "Gimana bisa keluar jadi cepet sembuh? Aneh"
Sasuke menghapus jarak keduanya, ia mengelus pipi Sakura dan mencoba mencari celah agar luluh kembali. "Maaf ya, aku bakal istirahat dikosan aja. Janji"
Tangan Sakura dibawa ke kening Sasuke, mengecek suhu tubuh kekasihnya.
"Makan dulu, minum obat langsung tidur ya"
Ucapan Sakura membuat Sasuke tersenyum dan mengangguk cepat.
"Kamu nginep juga kan?"
"Gak"
"Aku kan lagi sakit yang"
"Tadi katanya demam biasa, kan?"
"Demam tinggi nih harus di kelonin kayanya"
[ Handle with care ]
KAMU SEDANG MEMBACA
KONOHA TALK [ oneshot ]
FanfictionSnippets/IG anak konoha. Focus on SASUSAKU. MATURE & HARSH WORDS ⚠️🔞
![KONOHA TALK [ oneshot ]](https://img.wattpad.com/cover/341433313-64-k520808.jpg)