Memperdaya Donatur Berjiwa Ustadz

299 10 0
                                        

Hallo guys author kembali dengan menepati janji jika followers sudah tembus 300 author akan up cerita draf tentang ustadz bersama anak santrinya semoga suka ya dan seperti biasa bagi yang mau memberikan apresiasi dukungan bisa langsung ke karyakarsa botythestar link ada dibio ya terima kasih happy reading all and selalu support author dengan follow vote komen ya supaya author semakin semangat untuk menulis karya author berserta dengan challenge-challenge lainnya.

Hanya karena ingin memperbaiki orang orang yang sudah diluar kendali membuat seorang ustadz harus berurusan dengan anak didiknya yang sebenarnya adalah seorang santri dominant.

Kejadian ini bermula pada saat sang ustadz yang sebenarnya sedang keliling ponpes untuk mengecek jadwal rutin tidak sengaja melihat seorang anak laki laki sedang memegang senjata yang rupanya itu adalah sebuah media untuk bertukar jiwa.

Dan karena dirinya telah sepenuhnya ikut campur dalam urusan tersebut jadilah saat itu dirinya sendiri yang menjadi target utama anak laki-laki yang diketahui bernama Vernon.

"Hay nak kenapa kamu masih ada disini ayo masuk dan serahkan benda itu kepada saya ditempat ini tidak diperbolehkan untuk membawa benda aneh,"

"Dih apaan banget sih lu sok akrab banget inget ya gua masuk sini juga karena terpaksa!"

"Yaampun nak tidak boleh begitu nak kamu masuk ini itu untuk menjadi seseorang yang Dididik bukan menjadi seseorang yang pembangkang,"

"Halah bacot lu sudah sana jangan ganggu gua,"

Namun rupanya hal tersebut tetap tidak diindahkan oleh ustadz Fadi karena dirinya merasa memiliki tanggung jawab atas semua santri yang berada disini.

"Saya bilang masuk ya masuk!"

Mengetahui bahwa dirinya benar-benar mendapatkan perlakuan seperti itu dari ustadz yang sok akrab Vernon pun langsung segera pergi meninggalkan sang ustadz untuk diberikan balasan.

"Lihat aja lu ustadz mungkin sekarang lu boleh menggertak tapi sebentar lagi gua akan membalikkan keadaan ini,"

Dan benar saja setelah beberapa minggu setelahnya kini Vernon telah jarang terlihat diarea ponpes dia kini secara perlahan-lahan tengah melakukan sebuah tindakan yang dimana tindakan itu dia khususkan untuk sang ustadz.

"Hahaha ternyata memang enggak sia-sia gua menghindari keramaian pada akhirnya setelah sekian minggu alat yang gua tunggu lengkap juga,"

Lalu usai semua dirasa beres kini secara diam-diam Vernon pun langsung segera melakukan rencana nakalnya yakni mulai mendekati sang ustadz untuk bisa menghubungkan alat ciptaannya pada sang target.

"Nah ini dia tempat ustadz Fadi menyimpan barangnya hohoho bersiaplah ustadz untuk permainan sesungguhnya,"

Dan akhirnya setelah berhasil memasukkan barang yang akan membuat sang ustadz dekat padanya Vernon pun segera kembali kekamarnya.

Lalu setelah beberapa hari kini ruangan ustadz Fadi pun jadi mendadak gelap begitu juga dengan ustadz Fadi yang mulai merasakan adanya sebuah keanehan didalam ruangannya.

"Duh kok ruangan ini kelihatan gelap dan berasa gerah banget ada apa ini sebenarnya ah tapi sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja,"

Alhasil ketika ustadz Fadi berusaha semaksimal untuk positif thinking dia pun memilih untuk tidur akan tetapi dikarenakan alat tersebut seperti kaset kusut yang terus menerus menyebarkan aura gelap pikiran ustadz Fadi pun secara perlahan-lahan mulai merasakan sensasi aneh.

"Aku harus segera melakukan ritual aku harus segera makan dupa aku harus mandi kembang aku harus menghapalkan mantra aku harus sesat,"

Dan pada akhirnya setelah kejadian tersebut kini secara terang-terangan ustadz Fadi pun langsung menemui Vernon untuk menyerahkan diri.

ManBotTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang