Cambukan Penjinak Stright

194 7 2
                                        

Hallo all kini author datang untuk menapati janji karena sudah memenuhi target happyreading dan jangan lupa vote komen follow terima kasih dan sama seperti biasa jika ada yang mau memberikan dukungan bisa langsung klik link karyakarsa botythestar yang ada dibio

Berawal dari sebuah bantuan siapa yang akan menyangka bahwa bantuan itu akan membuat dirinya terjebak dalam situasi seperti saat ini dia adalah Jiho seorang atlet basket yang kini hidupnya sedang berada dalam kondisi sulit semua planningnya nyaris hancur karena uang iya karena uang dirinya nyaris gagal ikut turnamen dikarenakan dirinya kalah dengan orang yang beruang semua prestasinya tidak bernilai saat dirinya bersinggungan dengan orang kaya.

Sudah sangat jelas hal itu benar-benar mengubah cara pandang serta berpikirnya hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang mau memberikan bantuan kepada dirinya.

"Hay bang Jiho kamu kok ada disini apa kamu tidak latihan?"

"Eh Uton enggak ton Abang gak jadi masuk turnamen,"

"Hah kenapa bang bukannya permainan Abang keren ya?"

"Jaman sekarang semua bisa dibeli ton prestasi aja enggak cukup,"

"Owalah perkara uang kalau Abang mau aku bisa bantuin kebetulan papa sponsor disana aku bisa kok masukkan Abang kedalam team,"

"Hah serius kamu ton tapi kan Abang enggak punya uang,"

"Hahaha ini masalah mudah bang uang bukan hal baru buat aku kalau Abang bersedia Abang bisa kok bayar pakai harga diri,"

Sontak saja mendengar perkataan itu membuat Jiho merasa terhina namun hendak melawan pun sulit karena itu adalah sebuah fakta.

"Kenapa bang kok diam? kirain kamu marah,"

"Enggak ton kamu benar Abang hanya atlet miskin,"

Melihat hal tersebut membuat Uton tersenyum penuh kemenangan.

"Hehe itu artinya Abang setuju buat jual harga diri Abang jika itu benar uton akan bilang papa sekarang,"

"Eum tunggu nanti dulu ya ton Abang belum siap,"

"Oh oke kalau memang Abang belum bersedia enggak apa-apa kok Abang bisa belajar dulu aja kaya telanjang depan aku atau apapun terserah,"

"Iya Ton,"

Dan benar saja setelah kejadian itu uton benar-benar tidak menggangu Jiho namun rupanya hal tersebut malah membuat Jiho merasa bahwa dirinya telah sepenuhnya menyia-nyiakan kesempatan.

"Duh uton mana ya kok tidak ada apa dia sudah berubah pikiran tidak mau membantuku agrhhh dasar Jiho bego kenapa waktu itu tawaran dia lu tolak,"

Alhasil karena Jiho merasa putus asa dia pun mengalihkan perhatiannya pada gym dengan harapan suatu hari nanti ketika dirinya bertemu uton lagi dia sudah menjadi versi lebih baik.

"Aku harus gym gym gym,"

Lalu sesuai dengan harapannya kini secara perlahan-lahan dia telah menjadi seseorang yang berotot.

"Akhirnya aku berhasil mencapai tujuanku kini aku tinggal menunggu uton datang menemuiku,"

Dan benar saja setelah beberapa lama menunggu kini secara terang-terangan ada seseorang yang menghampirinya.

"Eh bang Jiho bertemu lagi kita dengan versi yang berbeda sekarang kamu bukan atlet lagi ya?"

"Uton ini kamu benaran uton?"

"Iya bang ini aku bocah ingusan yang dulu ngasih tawaran,"

"Sudah besar ya sekarang kamu sekarang aktivitasnya ngapain aja dan kenapa kamu sempat menghilang?"

ManBotTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang