Jisung menekan satu per satu angka pada kunci pengaman pintu, perlahan membukanya, dan melangkah masuk ke rumah.
Lelaki itu memijat belakang lehernya, pegal sekali.
Setelah empat hari menghabiskan waktu di pulau Jeju untuk pekerjaan.
Park Jisung, akhirnya bisa pulang.
Sekarang, satu-satunya yang memenuhi pikirannya adalah, Song Harin, istrinya.
Senyum tipisnya terbit bahkan hanya membayangkan bagaimana semangatnya wanita itu akan menyambutnya.
Mengingat kembali, empat hari lalu, reaksi Harin saat itu terlihat dengan mudah saja mengijinkan Jisung pergi.
Tidak ada drama seperti biasanya.
Tapi sedikit yang membuat Jisung terheran, selama empat hari, Harin tidak pernah menelepon atau melakukan panggilan video.
Wanita itu hanya mengiriminya pesan teks. Itu pun Jisung yang harus terlebih dahulu menanyainya.
Jisung mempercepat langkahnya.
Ia tidak sabar.
Menemukan Harin yang tengah duduk di meja makan, sambil mengunyah roti lapis, dengan rambut khas bangun tidur yang berantakan.
Sepertinya dia baru bangun.
Ini aneh.
Tidak ada sapaan.
Harin hanya menatap Jisung, tanpa sepatah kata dan pergerakan apapun.
Yang bergerak hanya mulut dan pipinya yang sibuk mengunyah makanan.
Jisung memperhatikan Harin dari atas sampai bawah.
Lega karena istrinya itu terlihat baik-baik saja.
"Kau baru bangun?"
Jisung memecah keheningan.
Harin bergeming.
Kunyahannya melambat. Menyimpan makanan di pipinya yang membulat.
"Kau.. hanya menatapku begitu, aku jadi takut," Jisung mengajak bercanda.
Merentangkan lengannya.
"Tidak ada pelukan?"
Jika saja suara hati yang patah bisa terdengar, Jisung tengah mengalaminya.
Harin yang hanya berjalan melewatinya.
Membuat Jisung terdiam seribu bahasa.
Posisinya masih sama dan kaku. Otaknya berputar cepat dengan seribu pertanyaan yang menyerang.
"Ada apa dengannya?"
...
Mungkin mood swing-nya kambuh lagi.
Dengan kehamilan Harin sudah menginjak trimester ketiga itu.
Tapi untuk kejadian yang seperti ini. Langka.
Bukan tidak pernah, tapi rasanya kali ini lebih mencekam.
Jisung si suami muda yang canggung ini, hanya bisa ikut terdiam dengan perasaan sedih.
Hatinya tergores sangat dalam.
Menyusul Harin yang sudah berada di dalam kamar.
Wanita itu meringkuk ditempat tidur dengan posisi memunggunginya.
Melihatnya yang seperti itu, Jisung memutuskan untuk memberi jeda waktu sejenak.
Ia juga harus membersihkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Sassy Baby! | PARK JISUNG (Complete)
FanfictionPark Jisung, pria muda yang mencintai kedamaian, memiliki istri yang serba kacau, Song Harin.
