Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jie.
-
-
"Pokoknya ini yang terakhir." Jisung berucap, nada bicaranya datar namun dengan sorot mata tajam dan kerutan di dahi, yang menandakan lelaki ini sedang tidak bercanda.
Setelah pintu rumah dibuka-kan oleh sang istri, Song Harin.
Park Jisung langsung menerobos masuk, melempar ranselnya ke sofa ruang tengah.
Mendapati pemandangan wanita cantik dengan wajah tak ada ekspresi bersalah sedikit pun.
Song Harin dengan santainya dengan tanktop yang tersingkap, menampilkan perut hamil besarmya, wanita itu tengah mengolesi lotion pelembab.
"Aku benar-benar tidak bisa menerima alibi apa pun, mau kau mengatas namakan aegi, aku tidak peduli! titik!"
"Jahat." Harin menyipitkan matanya.
"Terserah." Jisung tetap bersikukuh, "Aku. Tidak. Akan. Mau. Tidur. Di rumah. Haechan. Lagi." menambahkan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.
"Ah, tidak asik."
"Berhentilah mengidam menyuruhku tidur dengan Haechan hyung!"
"Foto ini lucu, aku yakin aegi di dalam juga senang melihat ayah dan pamannya akur,"
Foto Jisung dan Haechan berpiyama sama dan juga dengan memakai sheet mask yang sama.
Atas permintaan Song Harin tentunya.
"Aku dilecehkan! Dia itu tidurnya mengerikan! Tadi malam dia mengigaukan nama pacarnya dan meraba-meraba tubuhku! Aku sampai jatuh ke lantai! Ku tendang pun dia tidak bangun," Jisung mengadu.
"Bromance kalian sangat menggemaskan,"
Jisung yang mendengarnya mendadak merasa pusing, dan ingin muntah.
"Ji! Kau hamil?! Aegi punya adik!"
Begitulah Harin si asbun alias si asal bunyi.
"Dadah perut kotak enam, sebentar lagi menuju perut bulat nol sempurna sepertiku,"
Jisung mengerang frustasi, menatap perut Harin.
Sebentar lagi saja.
"Bulan depan, ya?"
"Apanya?"
"Aegi."
Harin mengangguk, "Yah, bisa lebih cepat atau lebih lambat dari tanggal yang diperkirakan dokter,"