New update! Happy reading, i'm back. :)
Saat ini, Harry tengah berjalan di koridor hogwarts, ia sangat sibuk memegangi syal itu seolah takut bahwa itu akan mengekspos lehernya barang sedetik. Ya memang betul karena itu, karena perilaku draco semalam, ia harus sibuk memegangi syal berwarna hijau yang sedang menutupi lehernya.
"Harry! ... Harry!" Draco mengejar Harry dari belakang, namun sayangnya Harry menghiraukan draco. Entah, ia merasa kesal. Mungkin karena draco telah membuat terlalu banyak tanda sehingga ia menjadi tontonan murid yang lain, dan dikira memiliki alergi. Bagaimana jika alergi ini sampai ke telinga Professor? Bagaimana kalau ia dilarikan ke bangsal, lalu dokter memberitahu kepada Professor bahwa ini bukanlah sebuah alergi namun sebuah tanda cinta?!?!
Ah, pikiran Harry sangat kacau saat ini. Saat ini mereka justru semakin menjadi tontonan murid yang lain, Draco yang mengejar Harry. Sebenarnya hal ini sudah sering dilihat sebelumnya, tapi karena muka Harry tampak kesal, murid yang lain pun bertanya tanya, kesalahan apalagi kali ini yang telah draco perbuat? Haha.
Saat draco hendak meraih pergelangan tangan Harry, sayangnya aksi itu terhenti karena Cedric memanggil Harry tepat didepannya.
"Sangat kebetulan, Harry! Boleh kita berbicara sebentar?" Harry mendengar itu tersenyum dan mengangguk, ia menyempatkan diri untuk menoleh kebelakang dan menatap Draco, ia tersenyum menantang. Sengaja untuk memancing amarah draco.
"Tentu saja Cedric, ada yang ingin kau bahas lagi soal hal kemarin?" Mendengar kata kemarin draco mendengus. Itu artinya mereka memang sering mengobrol berdua. Ya, hanya berdua. Dan draco tidak menyukai informasi akan hal itu.
Kalau boleh jujur, draco sangat ingin menahan Harry untuk pergi dan biarkan dirinya juga terlibat dalam perbincangan mereka berdua. Tetapi draco tak ingin terlalu mengekang Harry, jadi ia beri ruang untuk Harry berbincang dengan teman, atau musuhnya? Entah apalah Cedric itu. Draco tak peduli. Ia memperhatikan Harry dan Cedric yang berjalan menjauh, mereka berbincang, tertawa, Harry terlihat bahagia. Draco benci, sangat membenci itu. Melihat kesayangannya bahagia karena orang lain.
.
.
.
Di sisi lain, ada Cedric dan Harry di sebuah lorong Hogwarts yang kosong, hanya ada sekitar dua atau tiga murid yang melewati lorong itu sedari tadi. Mereka pun mulai berbicara dengan serius.
"Harry, maaf karena aku menyita waktu mu lagi. Tapi bolehkah aku izin untuk bertanya? Perihal... Cho lagi."
Cedric tersenyum, entah mengapa hatinya selalu bahagia setiap ia mendengar atau membayangkan sesuatu yang bersangkut paut dengan Cho. Ya, kita semua tahu bahwa ia telah jatuh cinta. Harry hanya mengangguk, sejujurnya ia kurang mengerti akan masalah percintaan, dan ini pertama kalinya ia diberi pertanyaan akan seseorang, yang bahkan tak terlalu dekat dengannya.. menurut Harry, alangkah baiknya Cedric bertanya kepada Luna, tapi tak apa. Ia ingin membantu Cedric juga.
"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan??" Harry menatapnya,
"Uhhmm.. begini.. aku, ingin mengajak Cho untuk berkencan.. ah tidak, aku tidak berani terlalu cepat akan hal itu, maksudku hanya sekedar.. berjalan ke kelas, bersama.. atau menuju great hall bersama... Bagaimana, caranya aku mengajaknya akan hal itu? Apakah Cho menyukai seseorang yang blak-blakan? Atau justru Cho menyukai seseorang yang.. pendiam, dingin? Ah tidak, kalau aku diam seperti itu aku tak akan pernah bisa mengajaknya." Mendengar itu Harry sekarang sepenuhnya pusing, ini pertama kalinya bagi ia mendengar seseorang mengoceh begitu panjang tentang cinta, Cedric tampak gugup, tapi sangat bersemangat, dan bingung.
Harry tersenyum, "tenanglah, Cedric. Kau bisa berbicara pelan-pelan."
Cedric mengangguk semangat, setelah itu Harry lanjut menjelaskan. "Kau bisa langsung mengajaknya, aku melihat sepertinya ia juga ada ketertarikan padamu. Mungkin kau bisa menghampirinya setelah kelas selesai, atau saat keluar dari great hall, carilah waktu yang tepat! Dan perihal tipe.. sepertinya aku kurang tahu tentang Cho, dan apapun tentang tipe nya. Tetapi aku tahu, Cho itu seseorang yang tenang. Sepertinya ia juga tertarik dengan pria tampan, sepertimu contohnya. Selebihnya, mungkin kau bisa bertanya kepada sahabatnya Luna. Dia anak yang polos, kurasa ia bahkan akan memberitahu semua hal tentang Cho tanpa terkecuali. Semangat Cedric! Aku yakin kau bisa mengajaknya" Harry tertawa kecil, ia menepuk bahu Cedric yang lebih tinggi itu.
Tentu saja Cedric sangat terbantu dengan informasi yang diberi oleh Harry, ia dengan reflek memeluk Harry dengan sangat erat tak berhenti mengucapkan kata terimakasih. Harry hanya mematung, ia yakin kalau ada draco ia pasti akan sangat marah melihat semua ini.
Dan benar saja, draco marah. Ia memperhatikan Cedric yang memeluk Harry dari jauh, tangannya mengepal erat. Ia sudah siap untuk meninju Cedric saat itu juga, atau bahkan menggunakan sihir ringan entah apa saja itu untuk ia lemparkan kepada Cedric saat ini juga. Draco berjalan cepat, langkahnya kasar, ia berjalan semakin mendekat kepada Harry, ia melihat Cedric dengan tatapan yang begitu marah.
Melihat itu Harry langsung melepas pelukannya dan menahan draco secepat mungkin. Tidak berlebihan, ia hanya menahan draco dengan tangannya, pelan. Tapi hanya dengan itu draco langsung berhenti. "Dear...." Draco terlihat sangat frustasi, ia kesal, tapi ia hanya bisa diam.
Harry menghela nafasnya, "Cedric kau boleh pergi dahulu. Aku akan berbicara kepada dra- ah tidak, kepada pacarku." Harry tersenyum, dan dibalas dengan Cedric yang mengangguk cepat, ia mengerti lalu tersenyum kembali, setelah itu ia melangkah pergi.
Sedangkan Draco? Entahlah, amarahnya menghilang begitu saja saat Harry dengan terang-terangan menyebutnya sebagai 'pacar' didepan Cedric. Dengan cepat draco menarik Harry kedalam pelukannya, mencium setiap bagian muka Harry. Persetan dengan beberapa murid yang tengah memperhatikan mereka saat ini. Ia sangat mencintai Harry-nya.
"Ga marah lagi, mhm?" Harry melepas pelukannya, tangannya terangkat untuk mengelus pipi Draco, ia mengusapnya pelan penuh kasih sayang. Ah, ini dia kelemahan draco. Sebuah kasih sayang. Draco adalah anak yang begitu angkuh dan penuh percaya diri, ia tak takut pada apapun, tetapi kalau sudah seperti ini, ia lemah. Ia seperti kembali menjadi anak kecil dihadapan Harry saat ini.
"Mungkin, tidak.. aku tidak bisa marah.." ia meraih tangan Harry lalu mengendusnya, mengenggelamkan sebagian mukanya di tangan Harry. hanya ingin bermanja sedikit.
"Bagus. Aku hanya mengobrol dengannya, ia juga tidak membahayakan. Kau bisa tenang 'dray'." draco hanya mengangguk
Harry menggenggam tangan draco lalu mereka hendak berjalan pergi, tetapi tiba tiba Hermione datang dengan langkah yang tergesa gesa, ia menatap draco sebal. Disusuli oleh Ron yang mengikuti Hermione dari belakang.
"Kau mati hari ini, Malfoy!" Hermione mengarahkan tongkatnya kepada leher Draco, tanpa merapalkan mantra apapun. Dengan reflek draco mengangkat tangannya, ia begitu panik karena serangan yang mendadak seperti ini.
"H-hey Granger.. tenanglah.. apa kesalahanku?" ia mencoba menenangkan Hermione.
"Aku sudah melihat tanda itu. Kau kira aku bodoh dan percaya itu hanya alergi? Alergi macam apa." Hermione menurunkan tongkatnya laku mengusap dahinya itu.
"Kau tahu, Harry masih terlalu kecil untuk itu.. maksudku, bagiku dia masih kecil.. kau keterlaluan, huhh.." Hermione membuang napas kasar.
"Kau beruntung karena Professor tidak melihat itu. Untuk saat ini, Harry kau bersama kami. Jangan mencoba untuk membawa Harry pergi ke tempat headyboy room untuk sementara!" Hermione menggenggam tangan Harry lalu membawanya pergi. Harry menatap draco sebentar, ia membuat muka sedih.
Sedangkan Ron tertinggal dibelakang, ia pun ikut menoleh ke draco hanya sebentar, ia membuat ekspresi bingung. Setelah itu ia segera menyusul kedua sahabatnya.
Dan draco? Ia pun hanya bisa menghela nafasnya kasar. Hermione benar benar seperti Ibu bagi Harry. Tapi Draco bisa mengerti itu, perilakunya semalam memang melewati batas. Ia pun dengan langkah lemas kembali ke asrama slytherin.
.
.
.
TBC!
gimana guyss, senang ga aku update setelah dua tahun?? btw maafin kalau ada typo ya hehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW CUTE
Fanfictiontahun ke enam mereka di hogwarts yang damai, seharusnya berjalan seperti biasanya saja kan? namun ternyata tidak. ada berita mengagetkan bahwa seorang Draco Malfoy yang menyukai Harry Potter, sehingga seluruh sekolah tahu bahwa Draco Malfoy itu meng...
