PERMAINAN DI MULAI

639 48 31
                                        

Waktu berlalu begitu cepat, station Tapops tenggelam dalam malam buatan. Jam analog menunjukkan pukul 01.00 AM, dimana kondisi station telah senyap dan sunyi. Tak ada suara selain dengung pelan sistem ventilasi dan denyut listrik yang sesekali berkedip di dinding logam.

Di ujung terdalam penjara, Fang masih terjaga. Duduk bersandar di dinding dingin, tubuhnya setengah membeku. Napasnya tipis, sesak oleh luka dan udara yang makin menipis. Ia tak tahu berapa lama waktu telah berjalan, tapi rasa asing di dadanya tak juga pergi.

Beberapa menit nampak dua bayangan seseorang menyelinap di luar sel. Langkah mereka pelan dan nyaris tak terdengar, bagaikan roh yang bergerak di antara mesin. Gerakan mereka gesit dan terukur, nyaris seperti kebiasaan yang lahir dari medan bahaya.

Samar-samar Fang melihat kedua wujud tersebut, yang depan-tinggi dan ramping, rambut bergelombang sebahu, siluetnya kokoh dan tenang. Sorot matanya jernih namun tajam, dan ciri khas-nya terletak pada senjata topi besinya. Disusul dibelakang yang mirip dengannya, tubuhnya lincah dan ringan, dengan rambut terikat ke belakang. Tatapannya waspada, namun dalam sekejap berubah lembut saat pandangannya jatuh pada sosok di dalam sel. Ia menaruh perisainya di tanah pelataran penjara itu.

Mereka tak perlu menyebut nama. Fang sudah mengenali mereka. Dua rekan yang pernah berdiri bersamanya di medan latihan, dua dari sedikit orang yang tak pernah melihatnya sebagai bayangan Kaizo.

Panel keamanan disusupi dengan mudah. Jeruji energi padam dalam detik-detik sunyi, dan pintu sel terbuka perlahan tanpa suara. Seketika Fang berdiri serentak, ia berjalan maju dan mengerjap bingung, mengapa mereka membuka kunci penjaranya?

"Kami dengar keributan di lorong waktu itu," bisik yang tinggi, suaranya seperti desir angin, dia Sa'i "Kami dengar semuanya... dan kami tahu, kau bukan pelakunya, Fang." Sambungnya mengungkapkan langsung dari isi hatinya.

Lalu adiknya yang bernama Shielda menambahkan, "Mereka mungkin dibutakan oleh amarah, tapi kami tidak. Kami percaya padamu." Mereka berdua adalah pasukan tempur B yang salah ambil jalan oleh pasukan mereka yang berkhianat, beruntung tapops masih memberi mereka kesempatan, sebelum Fang memasuki tapops, mereka bertiga sudah saling kenal bahkan akrab sejak Fang lahir di gogobugi.

Fang yang mendengar itu menunduk pelan, satu sisi bibirnya masih membiru, darah mengering di sudut mulutnya. Ia mencoba berbicara, tapi hanya suara parau yang keluar. "Terima kasih... Tapi aku tak mau membuat semuanya tambah rumit." Jujurnya, "Kalau aku muncul di hadapan kapten, dan dia akan membenciku semakin dalam... " Sambungnya yang sedari tadi ingin menjenguk kondisi sang abang.

Shielda mendekat ke arah Fang, ia menepuk bahunya pelan, "Setidaknya... biarkan dia tahu kau masih peduli. Bahwa adiknya masih hidup dan tak pernah pergi" Jawabnya memberikan Fang pengertian.

"Sejahat-jahat nya seorang abang, dia saudaramu, darah kandungmu, pasti masih terbesit rasa simpati walaupun sedikit, kapten Kaizo bertahan hidup hingga sekarang karena dirimu, Fang. Mungkin cara dia salah, kekerasan dan keegoisan nya telah menutup hati lembutnya, hanya saja dia belum menyadari hal itu... " Sa'i menimpali ucapan Shielda, ia menasihati Fang sebagaimana dia tahu.

Fang tersenyum getir... "Aku tahu itu, tapi tak pernah sedikit aku merasa dia menganggapku ada, itulah yang dibilang semua anggota tapops, andaikan mereka tahu... kapten tak seperti yang mereka sangka, disini, aku terkurung dalam bayanganku sendiri" Monolog Fang dalam hatinya, terkadang... ia tak tahu harus bagaimana.

Sa'i-Shielda yang melihat Fang murung seketika mereka berdua saling lempar pandang, "huft... baiklah... tapi apakah aman? bukankah kalian juga lagi masa menjalankan hukuman?" Tanya Fang penasaran.

Shielda berpikir sejenak, "Aman mah, tak payah panik, semua anggota tapops jam segini tidak ada yang berkeliaran" Jawab Shielda meyakinkan. Fang yang mendengar itu kembali tersenyum dan mengangguk mengiyakan.

KAIFANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang