Halo, ini adalah bab terakhir dari cerita Radev. Semoga kalian suka 🖤
Happy reading dan tandai typo!
.
10 tahun...
Bukanlah waktu yang sebentar untuk Aileen bangkit dari traumanya, meskipun tidak sepenuhnya hilang... Aileen sudah mulai bangkit dan hidup dengan damai dengan membuka toko bunga.
Di tempat yang baru, suasana baru dan orang-orang baru... membuat Aileen bisa melupakan ketakutan, apalagi ada Meira yang selalu menemaninya.
"Kak Ay!" teriakan bocah laki-laki yang berumur sembilan tahun membuatnya menoleh.
"Kevandra, jangan lari-lari!" kata Aileen yang menghampiri adik laki-lakinya.
Keduanya berpelukan, karena sudah satu minggu tidak bertemu. Aileen sangat merindukan adik laki-lakinya yang menggemaskan itu.
"Ay?" suara lembut itu membuatnya tersenyum.
"Mama," Aileen menatap Meira dengan mata berbinarnya.
Meira memeluknya, begitu erat. Kevan menatap kedua wanita yang sangat disayanginya, anak laki-laki itu ikut berpelukan.
"Bagaimana kabarmu dan juga toko bunga?" tanya Meira setelah melepaskan pelukannya.
"Aku selalu sehat. Toko juga semakin rame, setiap hari ada pelanggan baru dan orderan juga semakin banyak," jawab Aileen sambil menoleh ke arah pria dewasa yang bediri di depan pintu masuk tokonya.
"Papi sini masuk!" seru Kevan sambil menarik tangan Artha.
Aileen sama sekali tidak membenci Artha, karena pria itu tidak bersalah. Justru Aileen yang memaksa Meira untuk kembali rujuk dengan Artha, karena Kevan sangat membutuhkan sosok ayah.
Ya... Meira dan Artha sudah kembali rujuk satu tahun yang lalu, dan sebentar lagi Kevan akan memiliki seorang adik.
"Bagaimana kabarmu, Aileen?" tanya Artha yang terlihat masih sama seperti dulu.
"Baik, Papi bagaimana kabarnya?" tanyanya balik.
"Semakin baik, karena ada kalian di sisi Papi," jawab pria itu sambil memeluk Aileen.
Artha tentu saja tidak mengatakan kalau dirinya tidak akan baik-baik saja, karena Radev masih belum mau pulang. Artha sudah meminta putranya untuk pulang, tetapi Radev mengatakan masih belum bisa pulang.
Entah apa yang dilakukan Radev di sana, Artha tidak bisa mengetahuinya... karena Radev memintanya untuk tidak mengawasinya.
"Papi ingin mengajakmu makan siang bersama, apa kamu bisa?" tanya Artha.
Aileen sebenarnya ingin ikut, tetapi ia harus menyelesaikan orderan. "Maaf, Pi. Ay masih ada orderan dan harus dikirim sebelum jam satu siang," kata wanita itu yang merasa tidak enak.
"Papi mengerti, nanti Papi akan menyuruh orang untuk membawakan makan siang untukmu. Jangan lupa istirahat," Artha mengusap puncak kepala Aileen.
Aileen menganggukkan kepalanya, bibirnya juga menyunggingkan sebuah senyuman manis.
***
Aileen baru menyelesaikan orderan terakhirnya, wanita itu belum sempat menyentuh makan siangnya—karena terlalu sibuk.
Baru saja Aileen hendak makan, lonceng di depan pintu kembali berbunyi dan ada pengunjung yang ingin membeli bunga. Wanita itu langsung berdiri dan tersenyum.
"Selamat datang di..." Aileen menghentikan kalimatnya saat melihat siapa pengunjung yang baru datang.
Iris cokelatnya sedikit bergetar saat melihat seorang pria yang sudah lama tidak muncul di hadapannya.
"Bagaimana kabarmu, Ay?" tanya pria itu dengan tatapan yang dulu berhasil membuat Aileen jatuh hati.
.
SELESAI.
Kalau masih belum puas, masih ada ekstra part. Kalian bisa baca di karyakarsa, link ada di bio! Harganya cuma 2.000 aja.
Sekali lagi, terima kasih sudah mencintai cerita Radev sampai sejauh ini. Maaf kalau updatenya lama 😭
KAMU SEDANG MEMBACA
RADEV || Step Devil (End)
RomanceYoung-adult; 18+ "Aku mau putus sama kak Radev," ucap seorang gadis berseragam SMP. Sebuah kalimat yang bisa membuat seorang Nathaleo Radev Ganaska menangis selama tiga hari tiga malam. Ini adalah pengalaman terburuk dalam hidup Radev, diputusin sa...
