JOE

120 11 0
                                        

"Cepat usir semua pikiran tentang si freak itu, Tsundere jelek," bisik Joe, suaranya berat dan rendah, hanya untuk didengar Cherry

​Cherry terdiam. Wajahnya memerah, tapi kali ini bukan karena malu. Itu adalah perpaduan antara kemarahan karena dipanggil Tsundere jelek dan kelegaan karena Joe memaksanya kembali ke kenyataan

​"Aku tidak sejelek itu, baka gorilla," balas Cherry, suaranya sedikit pulih. Ia menarik tangannya dari genggaman

♡♡♡

Joe dan Cherry berada di area "S", terpaku pada layar lebar yang menayangkan pertengahan balapan antara Langa dan Adam.

Atmosfer tegang, namun perhatian Cherry terbagi. ​Seorang wanita dari kerumunan penggemar Joe datang mendekat, dan menggandeng lengan Joe secara tiba-tiba.

"Joe-san, besok malam kau masak apa? Aku ingin mencicipi Ossobuco buatanmu lagi!" Ucap seorang wanita bersurai hitam pendek dengan tindikan di hidungnya.

​Joe tersenyum lebar, meski matanya menunjukkan kelelahan.
"Tentu saja, pretty lady. Datanglah ke Sialu Luce, aku akan siapkan yang spesial."

Wanita itu tersenyum nakal dan menggerakan jarinya telunjuknya seperti gerakan yang meminta Joe untuk mendekatinya. Joe langsung membungkuk sedikit.

Kemudian bisikan dari wanita itu terdengar.
​"Aku merindukanmu semalam, Joe-san..."

​Cherry memalingkan wajahnya, rahangnya mengeras. Ia tidak beranjak, tetapi mendengus keras.

'Cih, menjijikkan. Siapa peduli dia dirindukan jalang itu?' batinnya, semakin kesal dan merasa aneh dengan gejolak di dadanya.

"Bisa saja" ucap Joe tersenyum riang
​Joe menegakkan badan, hendak kembali ke Cherry, tetapi ponselnya bergetar.

Dia melihat layar dan tersenyum tipis. Senyum yang penuh perhatian, bukan senyum genitnya yang biasa, lalu ia menjauh sedikit.

​"Ya, hmm....." Joe berbicara dengan suara yang lembut dan penuh perhatian.

​Cherry menoleh, matanya mengikuti Joe. Ekspresi wajahnya mengeras, bukan karena Adam, tetapi karena perhatian Joe yang diarahkan pada penelepon yang tak dikenal.

​Tiba-tiba, suara sorakan penonton meledak. Joe terpaksa mengakhiri teleponnya. Ia segera menyimpan ponsel dan kembali ke sisi Cherry.

​Di layar, Langa menyelesaikan jurusnya, dan suara sorakan pecah.
​"Langa menang!"

​Cherry dan Joe saling bertukar pandang, keterkejutan terlihat jelas di mata mereka. Itu adalah kekalahan Adam yang paling telak dalam waktu yang sangat lama.

​"Cih. Freak itu pasti tergila-gila sekali pada kekuatan Langa sekarang," gumam Cherry, membenarkan kacamatanya. Ia tahu obsesi Adam terhadap hal-hal yang tidak ia mengerti.

​"Ya. Kalau begitu, mari kita pergi sebelum dia memutuskan untuk menjadikan kita tontonan berikutnya" ujar Joe, mengambil lengan Cherry.

"Ayo pulang, Kaoru"

​Cherry tidak menolak tarikan itu. Mereka meninggalkan area "S" bersama-sama.

MATCHA BLOSSOM [ HIATUS ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang