Daddy Blues

638 75 34
                                        

<<<<<

Jieun melipat tangannya di depan dada dengan bibir yang mengerucut karena kesal, sejak adik Jian lahir, sang ayah sering mengabaikan dirinya dan hanya fokus dengan adik Jian, apakah ayahnya itu tidak tahu jika ia juga ingin bermain dengan sang ayah?

"Ada apa, Jie merajuk lagi?" tanya sang kakek dari ayahnya

"Jie kesal!" jawab Jieun
"Daddy tidak sayang dengan Jie!" lanjut Jieun

"Kata siapa? daddy sayang dengan semuanya" balas sang kakek

"Jie mengajak daddy bermain lego, tetapi daddy tidak ingin!" jawab Jieun
"Adik Jian lagi, adik Jian lagi! Jie tidak!" lanjutnya membuat sang kakek terkekeh

"Jadi, Jie Unnie cemburu dengan adik Jian?" tanya neneknya

"Cemburu? tidak!" kata Jieun

"Lalu mengapa merajuk saat daddy sedang bersama adik Jian?" tanya neneknya lagi, ia membulatkan mata ketika cucunya itu menangis, bertepatan dengan Taehyung dan Jisoo yang menuruni tangga dari lantai atas

"Hikssss, J-Jie juga ingin b-bermain di temani d-daddy hikssss" jawab Jieun
"D-daddy selalu m-menolak hiksss saat J-Jie meminta di t-temani main lego hiksss, d-daddy hanya dengan a-adik-adik saja" lanjut Jieun menangis tersedu, ia merasa di abaikan oleh ayah dan ibunya setelah kelahiran sang adik

Jisoo dan Taehyung saling memandang lalu berjalan mendekati anak pertama mereka yang terduduk di sofa, Taehyung langsung mengangkat tubuh Jieun dan mendudukkan setan kecil itu di atas pangukannya, ia mendekap putrinya itu dengan erat dan merasa bersalah karena selama dua minggu terakhir dirinya memang hanya fokus dengan putri ketiga mereka yang baru lahir

"Daddy hikssss, d-daddy jahat, tidak temani J-Jie hiksss" tangis Jieun dengan tersedu
"J-jika Jie meminta hiksss temani b-bermain, daddy b-berkata lelah, daddy jahat hiksss nenek..." adu Jieun

"Jie, maafkan daddy ya...? maaf karena daddy tidak menemani Jie bermain, Jie merasa di abaikan oleh daddy, ya? maaf ya anak daddy" ucap Taehyung

Yang Jieun katakan benar, ia selalu menolak saat Jieun meminta di temani bermain olehnya karena dirinya cukup lelah bergantian mengurus Jian dengan Jisoo, ia benar-benar merasa gagal menjadi ayah karena melupakan anak pertamanya setelah anak ketiganya lahir, ia memeluk Jieun dengan erat serta mengecupi wajah putrinya yang masih menangis itu, tidak hanya Jieun yang menangis, Jisoo pun ikut menangis karena merasa bersalah dengan Jieun

"Ma-ma, ma-ma...." rengek Taehyun yang berada di gendongan kakeknya, ia ingin menuju ibunya

Jisoo mengambil alih Taehyun dari gendongan sang ayah, ia memanggu putranya itu agar putrinya yang baru tertidur tidak terbangun karena suara tangisan Taehyun yang kencang

"Jie, daddy itu membantu mommy untuk mengurus adik-adik Jie, kan jika sudah sedikit besar, Jie harus bisa mengalah dengan adik-adik ya, mommy dan daddy tidak mengabaikan Jie, kok. Hanya saja adik-adik membutuhkan perhatian lebih dari mommy dan daddy" ujar ibu Taehyung pada cucunya

"Pak! pak!" tangan Taehyun memukul wajah sang adik yang tertidur pulas di gendongan neneknya, ia tertawa setelah melakukan hal itu lalu menangis karena terkejut saat merasa dirinya di marahi oleh semua orang, tangisannya lebih besar daripada tangisan sang adik yang ia pukul

"Ya Tuhan...." gumam Taehyung mengacak rambutnya frustasi, ketiga anaknya menangis di waktu yang bersamaan, bagaimana ini? apakah ia sanggup jika harus menambah dua orang anak lagi? sepertinya tidak, bukan hanya istrinya yang baby blues, tetapi dirinya juga akan mengalami daddy blues


What If (2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang