BAB IX

38 1 0
                                        

~ Sesilion Brigita Widjaja ~

~Belando Cafe~

"Kenapa kesini?". Pikirku dalam hati saat merasa kalau seharusnya kami pergi ke tempat yang lebih proper untuk makan dari pada di sini atau lebih tepatnya aku lapar dan setauku di tempat ini gak jual nasi hanya snack saja.

Tapi saat itu aku hanya diam sambil menundukan kepalaku dan berjalan mengikuti mereka.

Sesampainya di kursi karena terbiasa duduk di depan kak Kristal, hari ini aku tanpa menyadari keadaan malah melakukan hal yang sama.

Dan keadaan itu membuat semua orang saling tatap tatapan, tapi aku yang belum sadar hanya diam dan mengambil buku menu.

"Kenapa si kak?" Tanya ku saat ku rasakan tendangan kecil kak Kristal di kaki ku.

Ku lihat dia hanya menoleh kearah sebelahku dan saat itu lah aku sadar apa yang sedang terjadi.

"Aduh maaf, kak Kiboy mau pindah disini?" Tanyaku reflex.

"Ihh gak papa Sil, tenang aja kamu duduk di sana aja." Ucap Kiboy sambil mengedipkan salah satu matanya, yang membuatku malah kesal melihatnya.

"Kak matanya sakit?" Tanyaku yang membuat semua orang yang ada di meja itu tertawa keras dan aku gak tau apa yang salah disini.

"Anjir, napa pula ni anak polos banget kak." Kata Kiboy kepada kak Kristal yang hanya dibalas gelengan kepala kak Kristal.

Aku yang sudah tak peduli lagi memutuskan untuk kembali melihat lihat buku menu sampai kurasakan seseorang mendekat kearahku.

"Ngapain kak?" Tanyaku sambil menolehkan kepalaku kearah Kairi.

"Mau liat juga lah Sil, buku menunya cuma 2 say" ucap Kairi tanpa sadar yang membuat kak Kristal dan Kiboy berusaha menahan tawanya sedangkan Kairi sudah mulai memalingkan kepalanya dari ku.

Jangan tanya apa yang aku lakukan, ya jelas tersipu malu karena ucapannya tadi, dan ingin berteriak dengan keras bisa gak si lu gak usah aneh aneh kak Kairi.

Setelah terjadi keheningan beberapa saat, akhirnya aku berinisiatif menaru buku menu di meja dan membiarkannya untuk melihat.

Aku yang sudah menulis pesananku, langsung berdiri berniat untuk ke kamar mandi tapi tiba tiba tanganku di tahan olehnya.

"Mau kemana?" Tanya Kairi masih dengan tangan yang menggenggam tanganku erat.

"Mau ke kamar mandi kak, bentar." Ucap ku sambil menoleh kearah mereka semua memastikan semua orang mengetahui keberadaanku.

"Ooo, oke" ucap Kairi sambil melepaskan tanganku dengan tidak rela.

Tanpa ku sadari saat aku berjalan kearah kamar mandi semua orang memperhatikanku.

Aku berjalan cepat ke arah kamar mandi namun saat sudah didepan pintu aku mendengar seseorang sedang membicarakan Kairi.

"Lu tau gak si, tadi gua liat Kairi pegang pegang tangan cewe tau, tapi tu cewe gak cantik sumpah cantikan juga Shey daripada tu cewe, dia siapanya Kairi ya? kalau cewenya uda pasti gua gak setuju si." Ucap Orang itu dengan menggebu gebu.

Yang bisa aku lakukan hanya terdiam dengan tatapan nanar kearah pintu kamar mandi sampai sahutan temannya membuatku sadar dan kembali mendengarkan.

"Tapi menurut gua tu cewe cakep juga si kayak bule, dan gua juga gak ada hak untuk ngejudge atau ngebandingin dia sama Shey kan? bahkan kita juga gak tau yang sebenarnya kayak gimana jadi lebih baik tunggu sampai mereka go public aja, dan kita sebagai fans cuma bisa dukung karir dia, bukannya ngurusi privasi orang." Balasan itu membuatku tanpa sadar mengganggukan kepala, karena merasa apa yang di katakan orang kedua lebih masuk akal dari pada temannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Stay With MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang