Kairi Ygnacio Rayosdelsol POV
Hari ini adalah hari kepulangan tim Onic ke Indonesia, tapi aku memiliki janji dengan orang tua ku untuk merayakan natal di Filipina, jadi untuk sementara aku akan tetap di Filipina. Sebenarnya aku ingin ikut dengan mereka ke Indonesia karena beberapa hal termasuk tentang nya.
Kemarin setelah aku mengirim pesan padanya di waktu yang tidak tepat itu, aku memikirkan banyak hal termasuk bagaimana caranya aku untuk menjelaskan semua ini kepadanya, karena jujur saja aku belum pernah berbicara lama dengannya. Bahkan bisa di bilang kami hanya saling kenal dan menyapa tanpa tahu apapun selain masalah itu.
Mengenyahkan sebentar semua pikiranku tentangnya, dan bersiap untuk berangkat kerumah orang tua ku. Mungkin nanti aku akan bertanya dengan mereka atau aku bisa meminta saran ke Kiboy mengenai hal ini.
~ Rumah Keluarga Kairi ~
Sesampainya di rumah aku langsung disambut dengan teriakan kencang adikku.
"Selamat datang kembali Kuya." Teriak adikku sambil berlari kearahku dan melompat ke pelukan ku yang membuatku reflex menangkapnya.
"Pelan pelan nanti kamu jatuh kuya yang di salahkan." Ucapku sambil mengusap lembut rambut bocah laki laki yang ada di pelukanku ini.
Kalau boleh jujur aku sangat merindukannya, karena kesibukanku di Indonesia kadang aku bahkan tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke kampung halaman ku sendiri.
Walau orang tuaku tidak pernah mempersalahkan itu bahkan mereka senang dengan apa yang aku gapai di Indonesia, tapi ketahuilah bahwa aku sangat merindukan mereka.
Setelah memupuk kerinduan selama ini dan akhirnya aku bertemu dengan mereka membuatku tidak bisa membendung perasaan ini hingga entah sejak kapan air mataku sudah mengalir.
"Kuya, kamu pasti sudah melakukan yang terbaik tidak seperti yang dikatakan orang orang diluar sana, mungkin memang saat ini belum waktunya kamu untuk berdiri dipodium tertinggi, tapi mama yakin suatu saat nanti kamu akan berhasil meraihnya bersama tim mu saat ini, jadi tegakan kepalamu dan kembali lah menjadi Kairi yang lebih kuat di kemudian hari." Ucap ibu ku yang baru saja datang sambil mengusap wajahku yang penuh dengan air mata.
"I miss u so much, ma " Ucapku setelah menurunkan adikku dan mendekat kearah ibuku.
Tanpa aba aba dekapan hangat itu melingkupi tubuh ku dan membuatku merasa tenang dalam sekejap, ditambah dengan elusan lembut tangan ibu yang membuatku merasa semua akan baik baik saja, apapun yang akan terjadi nantinya aku akan bisa melewatinya.
"Ayo sekarang kita makan dulu, jangan biarkan Kuya kelaparan, biar Kuya bisa bermain dengan mu." ucap ibuku setelah melepaskan pelukannya kepadaku dan membiarkan adikku untuk menggenggam tanganku.
"Baiklah mama" Ucap Adikku sambil menuntunku kearah meja makan kami.
"Kamu baik baik saja nak?" Tanya ayah ku yang sudah duduk di ruang makan.
"Kuya, oke lang." Ucapku sambil tersenyum kearah nya. (Kakak, Baik Baik Saja)
"Ayo, duduk semua nya sebelum makan kita berdoa dulu." Ucap ayah ku sambil bersiap untuk memimpin doa sebelum makan.
Setelah selesai berdoa kami makan dengan tenang sebelum ibuku memecah keheningan.
"Kuya?" Panggil ibuku.
"Ya, ada apa ma?" Tanya ku santai sambil tetap menyantap makanan ku, tanpa berpikir ibuku akan menanyakan mengenai hal itu.
"Kau sudah punya pacar baru?" Benar saja saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan ibuku, aku langsung tersedak makanan yang sedang ku kunyah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me
Fiksi PenggemarFanfiction pertama aku tentang E-Sport, semua ceritanya gak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli, hanya untu hiburan semata, jangan dianggap serius karena aku sendiri gak terlalu paham tentang e-sport dan cuma coba menuangkan ide ku ke cerita i...
