Happy reading all
Chika menutup mulutnya dengan tangan gemetar setelah mendengar penjelasan dokter. Rasanya kepalanya langsung kosong.
"Untuk sekarang pasien masih belum sadar, bu. Benturan di kepalanya cukup keras," ucap dokter pelan.
Air mata Chika langsung jatuh.
"Freya..." lirihnya.
"Mohon ibu tetap tenang. Kami akan terus memantau kondisi pasien."
Chika hanya bisa mengangguk pelan walaupun tubuhnya sudah lemas. Setelah percakapan itu selesai, Chika keluar dari ruangan dokter. Di depan ruangan, Bu Melody langsung berdiri menghampiri.
"Bagaimana bu?" tanya Bu Melody khawatir.
Chika menangis sambil menutup wajahnya.
"Freya koma bu..." ucap Chika dengan suara bergetar.
Bu Melody langsung terdiam shock.
"Astaghfirullah..."
Malam itu suasana rumah sakit terasa begitu sunyi. Chika terus menemani Freya di ruang rawat. Sesekali ia menggenggam tangan putrinya sambil berdoa agar Freya segera sadar.
Hari pertama...
Freya belum sadar.
Hari kedua...
Masih sama.
Hari ketiga...
Keadaan Freya mulai stabil, tetapi ia tetap belum membuka matanya.
Flora yang mengetahui kabar itu hampir setiap hari datang ke rumah sakit sepulang sekolah.
"Tante... Freya pasti bangun kok," ucap Flora mencoba menguatkan.
Chika hanya tersenyum tipis walaupun matanya terlihat sangat lelah.
Sudah satu minggu Freya koma.
Sampai pada malam hari, jari Freya tiba-tiba bergerak kecil.
"S-sus! Dokter!" teriak Chika panik sekaligus senang.
Dokter dan suster langsung masuk memeriksa keadaan Freya.
Perlahan... mata Freya terbuka.
Pandangan gadis itu masih buram. Lampu ruangan terasa menyilaukan.
"Freya? Sayang?" panggil Chika sambil menangis bahagia.
Freya menatap wanita di depannya cukup lama. Dahinya sedikit mengernyit bingung.
"Kamu bisa dengar Mama?"
Freya membuka mulutnya pelan.
"M... Mama?"
"Iya sayang, ini Mama..."
Freya diam beberapa detik. Kepalanya terasa sakit sekali saat mencoba mengingat sesuatu.
To be continued...
Duarr, author kembalii 😇😇. semoga suka ya guyss 💕💕
Vote nya janlup
