Setelah selesai mengirim sebuah pesan, Hesa menaruh kembali ponsel nya ke saku lalu lanjut berjalan di lorong kosan.
Sebelum sampai di depan unitnya Jaehyuk, ia menoleh sekilas ke unit kosong di sebelah.
Kayn mengatakan bila pass kode unit itu adalah hari ulang tahunya Kala.
Hesa melihat tanggal di ponsel nya.
"25 january."
Kriettt.
Pintu unit kosan di sebelah terbuka, menampakan wajah si teman disana.
"Kenapa disitu, Kala udah pindah," ucap Jaehyuk.
"Iya gue tau, btw unit itu emang masih kosong ya?" ucap Hesa.
"Iya, mau loe sewa?" ucap Jaehyuk.
"Gak lah bjir," ucap Hesa.
"Padahal pindah aja loe kesini, biar makin deket sama gue," ucap Jaehyuk.
"Justru itu, gue gak mau deket sama loe," ucap Hesa.
"Dih," cibir Jaehyuk.
Hesa pun segera ke unit si teman untuk sarapan bersama.
~~~~~
Ting!
Hesa tersenyum senang ketika mendapat pesan balasan dari Kayn. Ia langsung membereskan barangnya.
"Duh seneng deh udah semangat lagi," ucap Jaehyuk.
"P, maksud," ucap Hesa dengan tatapan datarnya.
"Gak tau kenapa, setelah balik dari rumah sakit minggu lalu kayanya loe udah balik lagi ke setelan awal. Abis reset pabrik kah." ucap Jaehyuk.
Hesa auto menampol kepala si teman dengan buku.
"Loe pikir gue robot," ucapnya.
Sejenak kemudian ia menoleh ke arah buku di meja nya.
"Btw pas gue kecelakaan itu, loe sempet ngerjain bagian gue ya, gue liat kertas tugas di meja sedikit tipis," ucap Hesa.
"Yaiyalah, sungkem dulu sini sama paduka Yoon Jaehyuk," ucap Jaehyuk sembari menyodorkan tanganya yang langsung saja di tepis oleh Hesa.
"Ogah njir, tapi makasih udah ngerjain tugas punya gue juga." Hesa tersenyum lalu memegang kedua bahu si teman dengan tatapan serius.
"Karna loe pernah kerjain tugas gue, jadi sekarang tolong kerjain lagi ya,"
Hesa mengambil tasnya lalu langsung berlari keluar dari ruang osis.
"HEH BOCAH KURANG AJAR!"
Hesa hanya cengengesan saja mendengar umpatan si teman yang masih berada di dalam ruangan itu.
~~~~~
Hesa menepikan mobilnya di depan sebuah area pemakaman.
"Gbtb,"
Hesa diam sejenak disana menunggu pesan balasan dari Kayn.
Tapi entah kenapa rasanya ia tak sabar, instingnya seperti mengatakan bila Hesa langsung saja pergi kesana sendirian.
Ting!
Kayn
Gue udah di dalem, loe masuk aja ntar gue datengin loe.
Setelah membacanya Hesa pun segera masuk. Lalu celingukan mencari Kayn.
Pemuda itu kan mempunyai surai merah, meskipun merah gelap tetap saja akan terlihat.
Namun sejauh Hesa memandang. Tak ada siapapun disana, hanya dia sendiri.
Ia langsung putar arah, berniat kembali ke mobil saja namun instingnya tetap mengatakan agar dia tetap disana.
Dengan langkah pelan Hesa melangkah memenuhi rasa penasaranya.
Ia mengikuti instingnya untuk menuju salah satu makam disana.
Sesampainya, ia melihat nama yang terasa tak asing.
"Agantha Gheovano,"
Hesa ingat bila pemuda ini teman Kala sekaligus anggota Kaze juga yang menurut Arkha sempat beberapa kali memberikan sedikit penglihatan di masa lalu.
Namun Hesa juga ingat dengan perkataan Wish yang membuly genk nya Heeseung.
"Gheo, gue inget jelas Wish dari masa lalu nyebut itu, ini cuma kebetulan kan? Apa yang ada di masa lalu bukan cuma genk nya Kayn atau Thirteen doang, tapi Kaze juga?"
Hesa sepertinya terlalu banyak melamunkan hal lain sampai tak mendengar suara langkah kaki.
Namun ia jelas tau ada seseorang di belakang nya.
"Kayn,"
Hesa berbalik menatap pemuda itu.
Si pemuda bersurai lavender selesai memasangkan jam kompas di tangan kirinya. Ia lalu balik menatap Hesa dengan senyuman manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee ||End
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
