Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Echo (Flashback)

1 0 0
                                        

Hesa langsung tertegun melihat pemuda di hadapanya itu, ia tak mampu berkata sedikit pun.

"Kak Hesa, akhirnya kita bisa ketemu secara langsung kaya gini," ucap pemuda itu masih dengan senyuman manisnya.

Namun Hesa tetap diam, secara reflek ia menampar dirinya sendiri.

"Bangun, gue mohon bangun. Ini emang mimpi yang bagus tapi gak seharusnya gue disini,"

Saat tangan itu hendak kembali melayang, ada sebuah tangan yang menghentikanya.

Pemuda itu tersenyum miris ke arah Hesa. "Sekasian ini ternyata nasib gue, koma bukanya bangun lagi eh malah dilanjut mati suri,"

"L-Loe beneran Kala," Hesa menatap pemuda bersurai lavender itu dengan tatapan tak percaya.

"Hm, kalo kata Sunoo sih gue ada juga di masa lalu dan hidup dia sama2 miris tapi jelas gue yang di masa itu pasti udah mati," ucap Kala.

Tanpa berkata apapun lagi, Hesa langsung memeluk pemuda itu dengan erat.

~~~~~

Dan disinilah mereka sekarang. Di ruang tamu rumahnya Kala.

Hesa terkekeh melihat makanan yang disajikan dihadapanya.

"Gak usah ngeledek, nasi goreng ini dibikinya sama art gue, jadi gak akan kebanyakan micin lagi," ucap Kala.

"Iya2," ucap Hesa.

Sekilas ia melihat jam yang ada ditangan Kala. Ia langsung teringat.

"Jam kompas..."

Kala melirik sebentar lalu lanjut duduk.

"Kayn liat loe ngubur jam ini terus dia ambil," ucap Kala.

"Oh untunglah kalo gitu," ucap Hesa.

"Jam ini kado dari Asta, dia beli di toko ayahnya Yoga," ucap Kala.

"Oh temen loe ya, ayahnya punya toko mistis gitu?" ucap Hesa.

"Bukan, itu toko elektronik biasa aja, tapi ntahlah kenapa jam ini bisa jadi beda sendiri, kalo menurut gue sih mungkin ini gara2 pengaruhnya Heeseung," ucap Kala.

"Mungkin aja, waktu itu dia bisa segel kekutan jam nya," ucap Hesa.

"Ya, tapi santai aja. Jam ini bisa dipake lagi kok," ucap Kala.

"Maaf sempet rusakin jam itu," ucap Hesa.

"Heeseung yang seharusnya minta maaf," ucap Kala.

Rasanya suasana sedikit terasa canggung, Hesa reflek mengganti topik.

"Gue seneng bisa liat loe lagi," ucap Hesa.

"Bisa dibilang, ini pertama kali nya kita ketemu dalam wujud gue yang nyata," ucap Kala.

"Apa yang terjadi sama loe selama ini," ucap Hesa.

"Kalo loe mau tau dari awal, dari cerita genk gue sih mending baca aja cerita sebelah," ucap Kala.

"Skip, udah ada sedikit flashback disini, gue bisa paham lah dikit tentang itu," ucap Hesa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 3 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

You Can't See Mee ||EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang