Hesa sedang dalam perjalanan menuju gerbang kosan dan di tengah jalan tak sengaja menabrak seseorang sampai barang2 yang dibawa orang itu terjatuh.
"S-Sorry-"
"Jangan kak,"
Kayn reflek memunguti sendiri barang yang jatuh, ia tak enak bila Hesa membantu apa lagi pemuda itu terlihat masih harus berjalan dengan pelan2.
"Gak masalah kok," ucap Kayn.
Hesa jadi kikuk sendiri menyadari bila mungkin Kayn mengkasihani dirinya.
"Gue udah baikan," sangkal Hesa.
"Iya gue tau, tapi tetep aja gue gak enak kalo ngerepotin loe," ucap Kayn.
Hesa hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban itu, ia sedikit kecewa namun ya bagaimana lagi.
"Btw, loe mau kemana?" Hesa kebingungan melihat sebagian barang di unit itu sudah menghilang.
"Gue mau balik ke rumah keluarga gue, karna tugas gue udah selesai," ucap Kayn.
Mendengar itu, Hesa jadi menggaruk kepalanya tak gatal.
"Makasih. Kalo kalian bertiga gak ada, mungkin aja gue sama yang lain udah mati," ucap Hesa.
"Makasih juga karna loe, gue berhasil bals dendam dan ngebuat kehidupan kita masing2 balik jadi tentram," ucap Kayn.
"I-Itu-"
Hesa jadi kepikiran soal Heeseung yang pergi dari saudara2nya, Jungwon juga mengatakan perjalanan Hesa belum selesai.
Apakah mungkin target setan itu sekarang adalah genk nya Kayn.
Hesa ingin jujur namun takut membuat Kayn jadi ketakutan sendiri karna ini hal yang belum pasti, ditambah lagi sepertinya pemuda itu akan kebingungan untuk menghadapi si setan.
Perjalanan Hesa belum selesai. Sepertinya ia yang sekarang harus gantian untuk melindungi si pemuda bersurai merah itu.
"K-Kenapa kak," tegur Kayn karna Hesa terlihat menetap nya kosong.
"A- enggak kok. Saran gue, sebaiknya loe tetep ati2 aja, Jaga diri loe baik2," ucap Hesa.
Meskipun bingung, Kayn tetap mengangguk sebagai balasan.
"Oya, kemarin gue gak sempet pergi kerumah duka, gue mau tanya langsung aja soal makamnya Kala." ucap Hesa dengan ragu, seperti berusaha menguatkan dirinya sendiri.
"Loe mau berkunjung kesana?" ucap Kayn.
"I-Iya," ucap Hesa.
Kayn tersenyum. "Kebetulan nanti siang gue juga mau kesana, gimana kalo kita pergi bareng,"
"Bagus deh kalo gitu," ucap Hesa.
"Nanti kita bisa chatan lagi soal itu. Kalo sekarang, loe mau pergi ke sekolah kan," ucap Kayn.
"E-Enggak sih, gue belum boleh sekolah. Mungkin harus nunggu sekitar satu atau dua hari lagi," ucap Hesa.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee ||End
Fiksi PenggemarBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
