Pagi ini Hesa dikejutkan ketukan pintu dari luar, padahal dia sudah hampir beres menyiapkan keperluan sekolahnya.
Dengan malas, ia pun berjalan ke pintu dan membukanya.
Benar saja, itu si teman anomali.
"Napa loe senyam senyum," sinisnya.
"Seneng lah, hari ini temen kesayangan gue udah balik sekolah lagi," ucap Jaehyuk.
"Gue yang gak seneng sih, bakal ketempelan loe lagi," ucap Hesa miris.
"Gak usah drama gitu loe, mendingan kita sarapan dulu," Jaehyuk segera menarik si teman ke penjual bubur yang sekarang sudah jadi langganan nya.
Mereka duduk bersama di bangku dan meja yang terletak dibawah pohon.
Sambil menunggu pesanan mereka jadi, Hesa sekilas melihat mobil dan motor yang berlalu lalang di jalanan depan mereka.
Teringat pernah melihat kejadian penculikan disana.
"Sa," Jaehyuk menyenggol lengan si teman.
"Jangan ngelamun, ntar kesambet," ucap Jaehyuk.
"Loe yang harus ati2," ucap Hesa balik.
"Kok gue?" ucap Jaehyuk.
"Loe gak inget, terakhir kali loe ngomong aneh2 disini, gak lama dari itu ada orang yang jatoh dari motor nya," ucap Hesa.
"Aelah, kebetulan doang kali," ucap Jaehyuk.
Pesanan mereka kemudian tiba. Jaehyuk langsung menyantap makanan yang sudah di depannya itu, berbeda dengan Hesa yang malah memperhatikan pembeli yang sedang berbicara dengan penjual.
Setelah selesai memesan, si pembeli lalu menoleh mencari bangku yang kosong, sampai tak sengaja pandangannya bertemu dengan Hesa.
"Wish," Hesa terheran heran, kebetulan macam apakah ini? Baru saja sebelumnya ia membicarakan pemuda itu.
"Oi, Hesa," Wish tak paham yang dipikirkan Hesa, jadi ia malah balik menyapa.
"Loh, dia anak yang jatoh dari motor itu kan, temen loe emangnya?" tanya Jaehyuk yang melihat Wish menghampiri mereka.
"Yah, mungkin," balas Hesa tak yakin.
"Weh bro, apa kabar," ucap Jaehyuk.
"Jae," Hesa langsung menyenggol lengan si teman karna terlihat sok akrab sekali dengan orang baru.
"Santai aja Sa," balas Wish tenang.
"Btw, gue boleh gabung?"
"Boleh bro, biar rame sekalian," balas Jaehyuk.
"Thanks," ucap Wish, ia lalu duduk di bangku yang bersebrangan dengan mereka berdua.
~~~~~
Kringggg.
Hesa langsung menutup bukunya ketika mendengar bel jam istirahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee ||End
Fiksi PenggemarBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
