part 3

99 5 1
                                    


"Fin, maafin gw itu engga seperti yang lo liat" sahut pria yang tadi berlari menghampiri kita bertiga, yap siapa lagi kalu bukan pacarnya fina.

"Semua udah jelas, gw ngeliat dengan mata kepala gw sendiri ". Ucap fina dengan wajah yang sudah tak sanggup menahan air mata hingga ia meneteskan air matanya.

"Tunggu-tunggu, sebenar nya ada apasih sama lo berdua?" Nindi yang binggung dengan kelakuan fina dan fahrizal .

"Iya ada apasi lo berdua, berantem mulu lo berdua pusing gw dengernya" desy yang menatap fina dengan tatapan heran.

" tadi saat gw kekantin, trus gw ngeliat dia lagi pelukan berdua di pojok kantin sama melly" sambil menujkuk fahrizal dengan wajah yang tak kuat lagi dengan keadaan yang ada.

" apa bener jall yang di katakan fina?"tanya nindi.

" iya, bener tapi itu ga seperti yang kalian kira, gw juga ga tau kenapa tiba-tiba dia peluk gw". Jawabnya dengan raut wajah yang sulit di mengerti.

" coba deh lo jelasin detail nya gimana? " sahut nindi dengan wajah penasaran.

Saat fahrizal ingin menjelaskan keadaan yang sebenarnya fina bediri dari bangku nya hingga mengeluarkan suara yang cukup kencang.

" stopp, nin, des, gw ga mau denger apa-apa yang keluar dari mulut dia " sambil berjalan keluar dari ruangan dengan wajah yang di banjiri air mata.

Maafin gw fin gw sadar fin kalo ini salah gw, gw yang udah buat lo nangis kaya gitu, gw janji ga akan bikin lo nangis. Batin fahrizal

"Fina lo mau kemana?" Fahrizal yang ingin mengejarnya seketika terhenti , karna ada tangan yang Menghentikan langkahnya.

Fahrizal pun memutar balikkan badan nya yang ingin melihat siapa yang menahan tangan nya sehingga membuat dia menghentikan langkahnya.

" lo kenapa tahan gw buat kejar fina? " tanya fahrizal dengan nada yang cukup keras.

" percuma kalo lo kejar dia, dia juga ga mau denger omongan lo sedikitpun " jawab desy.

" iya bener tuh, udah biarin aja fina sendiri dulu , biar dia nenangin diri nya.. " sahut nindi

Fahrizal hanya bisa menatap kesedihan dengan apa yang telah dia perbuat. Nindi dan desy merasa sedih dengan melihat fahrizal yang hanya terdiam memikirkan fina yang marah karna nya.

"Udah lo ga usah sedih lagi jall.." dengan nada datar, nindi.

" gimana gw ga sedih coba, fina nangis kaya gitu gara-gara gw nin, gw engga mau nin cewek yang gw sayang nangis kaya tadi!!" Dengan raut muka menyesal dengan apa yang telah dilakukan, fahrizal.

"Lo juga sih bukan nya lepasin tuh pelukan dari nenek lampir malah lo diem gitu aja .".jawab bindi.

"Udah deh ga usah main salah-salahan. Sekarang gw mau samper fina dulu mau kasih pengertian sama dia buat bisa dengerin alasan lo jall.. " sahut desy.

"Makasih ya des udah mau ngertiin gw" sambil memberikan senyuman pada desy.

Desy hanya membalas senyuman ijall dan beranjak pergi ke luar kelas untuk mencari fina. Saat desy berjalan melewati koridor sekolah desy berpapasan dengan orang yang menurut dia engga waras, yaa.. siapa Lagi kalau bukan Rio.

kenapa harus ketemu sama cowo enggak waras ini lagi sihh,, sempit banget kaya nya ini dunia. Batin desy yang menatap Rio.

Desy yang tak peduli dengan cowo yang ada di hadapannya trus melanjutkan jalan nya yang sedang mencari fani. Saat mendekati taman belakang sekolah desy melihat seseorang sedang menangis. "Itu siyapa??, apa iya fina? ". Saking penasarannya desy mendekati seseorang yang menangis itu d aa benar dugaan nya kalau seseorang yang menangis itu adalah fina. dengan perlahan desy mendekati fina dan duduk di samping fina , fina yang tidak mengetahui kalau ada desy yang duduk di sebelah nya.

" gw tau kok fin, ijal salah tapi lo ga boleh gedein ego lo fin, lo denger dulu penjelasan dari dia supaya lo sama ijal sama saling ngerti. " dengan padang aa lurus ke depan yang tak sedikit pun melirik final.desy

" gw ga mau denger apa-apa des, gw terlajur kecewa sama kelakuan dia" dengan wajah yang di basahi air mata fina menoleh ke arah desy.

"Iya, gw tau lo kecewa sama dia, karna peelakuan dia tehadap lo sampe lo ceburu kaya gini.. " desy menatap mata fina dengan tatapan yang penuh arti.

"Gw ga mau kenal dia lagi des, gw ga mau.. " fina punmemeluk desy dengan tubuh yang lemah.

Tubuh fina semakin melemas dan sampai akhir nya dia pingsan. Desy yang kaget dengan keadaan fina yang pingsan di pelukan nya, desy langsung mengambil hendphone nya yang ada di saku baju nya lalu langsung menghubungi nindi.

Nindi yang tengah berbicara denagan ijal seketika terhenti karna mendengar hendphone nya berbunyi.

"Desy?? Kenapa dia nelfon gw " sontak kaget nindi.

" dari siapa nin, kok lo sampe kaget begitu? " tanya ijal yang pen aa saran.

"eemmm, ini dari desy jall " jawab nindi.

"Angkat cepet nin kali aja itu penting " sontak ijall dengan ekspresi penasaran apa yang ingin di katakan oleh desy.

"Iya-iya.. " nindi

Nindi pun mengangkat telfon dari desy.

"Halo des, kenpa nelfon gw.."tanya nindi.

"Lama banget sih lo angkat telefon dari gw!! " sahut desy dengan nada yang cukup keras.

"Aduhhh.... iya-iya maaf tapi bisa kan gausah pake teriak-teriak segala " dengan wajah yang kesal karna desy berteriak-teriak di telfon.

"Oke-oke maaf tapi gw mau sekarang lo kesini cepetan engga pake lama. " desy

"Ada apa sih sebenernya , jangan bikin gw perasan deh " nindi

" udah ga usah banyak tanya nanti aja gw jelasinnya, sekarang lo ketaman belakang sekolah oke, oh iya satu lagi kalo bisa lo ajak ijall kesini " ucap desy dan langsung menutup telfon nya dengan nindi.

" ih malah di matiin.. " dengan raut wajah yang di tekuk.

" ada apa nin , kok muka lo di tekuk gitu?? " tanya ikal yang memperhatikan nindi dari tadi bertelfonan dengan desy.

"Gapapa kok jall, oh iya kita di suru temuin dia di taman belakang sekolah " dengan memaruh handphone nya kembali

"Ahh.. mau ngapain?? " ijall yang sontak kaget.

" engga tau tuh, pokok nya kita di suru kesana sekarang. " jawab nindi dengan menaikan kedua bahu nya.

"Yaudah mending kesana sekarang kali aja penting " ijal yang baranjak pergi dari tempat duduk nya.

"Oke... "sahut nindi singkat.

Saat nindi dan ijall berjalan di koridor sekolah langkah nya terhenti karna di halangi oleh manusia setengah waras menurut nya, siapa lagi kalau bukan....


Biar makin penasaran tunggu part selanjut nya yaa...

Maaf kalo ngepost nya kelamaan karna ada sedikit masalah.. dan maaf kalau ada salah kata

Jangan lupa buat comment and vote nya oke 
by: hs

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 15, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

without youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang