Diamlah~
Cinta hanya akan terdengar justru ketika kau tidak bicara. Bukan saat kau berteriak memaksaku mendengarnya. Semua orang bisa melakukannya.
Cinta justru terlihat ketika kau tak memaksakan diri. Ketika kau tak banyak berbuat, namun selalu memberiku alasan untuk tidak berhenti mengingat.
Cinta justru terasa ketika nafasmu tak menyentuh kulitku. Ketika ingin memandangmu tak cukup hanya menolehkan wajahku. Ketika aroma nafasmu tak terhirup olehku. Ketika aku mulai rindu di dekatmu.
Cinta justru ada ketika kau diam. Cinta itu letaknya di hati, bukan di sendi.
Maka diamlah,
Sebab aku mulai menikmati caramu mencintaiku dalam diam.
-A
***
Adeeva POV
Group Terlaknat Line:
Akbar: Adeeva cepet ke sini
Alvaro: Kita dikelas abang lo, lama lo ngobrol sama putri pake gaboleh diganggu segala
Setelah keluar kelas gua langsung melesat ke kelas abang gua dkk, yaitu XII IPA 1, gua jalan menyusuri koridor kanan sekolah menuju atas ke kelas kakak gua.
Pas ditangga gua naik, mulai banyak yang nyapa atau ngegoda gajelas ke gua kayak biasanya. Gak gua tanggepin semua.
Pas gua depan kelas abang gua ternyata bener udah pada ngumpul. Udah ada Akbar, Alvo, Alvaro, sama ceweknya ada Jasmine, Chacha, Desi yang entah lagi apa tapi mereka ngumpul gitu kayak ngobrolin sesuatu.
"Yuk berangkat" kata gua
"Tunggu arsen lagi dimarahin bu doclang, noh" jawab alvo sambil nunjuk ke arah ruang kelas
"Oh yaudah" jawab gua
"Kayaknya bakal lama deh. Duluan aja yuk deev, nanti kamu pegel" kata akbar sambil ngambil tangan gua
Gua ga jawab apa apa, tapi karna gua udah ditarik akbar jadi ya gua bales gandengan tangan dia
***
Pas lagi diperjalanan ke besment, tempat akbar naro mobilnya,
"Bar shawn dimana?" kata gua
"Tadi sih bilangnya mau ke toilet dulu"
"Ohgitu. Ohiya kenapa kita duluan? Kan ga enak sama yang lain"
"Lebih gak enak hati aku ngeliat kamu digodain sepanjang jalan tadi."
"Ganti baju sekarang." Lanjut akbar sambil megang kedua pundak gua terus dia puter ke arah kiri, gak nyadar karna sekarang udah ada dibesment, didepan toilet besment sekolah lebih tepatnya.
"Nih bajunya" lanjut dia sambil ngasih kantong tas unyu gitu
"Kok bajunya bisa ada di kamu?" Jawab gua bingung
"Tadi pas bel pulang aku langsung ke kelas kamu, pas dikelas langsung nemuin shawn yang kayak kebelet keluar kelas entah mau apa. Terus dia bilang: 'bar, nih ambil baju adeeva dibagasi mobil gua. Gua ada kunci aslinya. Kalo mau pada duluan, duluan aja. Gua mau ke toilet bentar' Kata dia gitu, sambil ngasih kunci mobil tanpa gantungan. Terus aku jawab 'adeevanya dimana?' Kata dia 'tuh lagi ngobrol sama putri, kata dia jangan diganggu tadi bilang lewat sms ke gua. Udah sana lu ambil bajunya' gitu deh"

KAMU SEDANG MEMBACA
Someday
RomantizmAdeeva Afsheen Myesha Poldi : You have my heart, al. That is the point. Arsalan Rahardian Putra Favian : Don't do this to me, ev. --------- Bahasa: Indonesia