[Part I : Rekan Tim]
Aiko sedang bersiap-siap untuk berangkat sekolah sambil menonton berita di TV.
"Tadi malam seorang siswa SMA Kusanagi ditemukan tewas di sebuah pabrik bekas. Polisi sudah memastikan bahwa ini adalah ulah clan Yoshi, karna kasus pembunuhan ini serupa dengan kasus sebelumnya. . ." suara berita di TV.
"Lagi-lagi mereka melakukannya!" gerutu Aiko sambil mematikan TV-nya.
Aiko berangkat sekolah, ketika di perjalanan tidak sengaja dia bertemu dengan Kinji.
"Aiko!" seru Kinji.
"Kinji?" gumam Aiko yang melihat Kinji berlari dari belakang.
"Kebetulan sekali kita bertemu. Selamat pagi, Aiko," Sapa Kinji sambil terengah-engah.
"Selamat pagi," jawab Aiko singkat.
"Ada apa Aiko? kau terlihat kesal."
"Aku muak dengan kelakuan mereka," jawab Aiko.
"Siapa?"
"Kusanagi Hunter," jawab Aiko.
"Kusanagi Hunter?" Kinji kebingungan.
"Kau tidak tahu? Mereka kelompok pembunuh, banyak murid SMA Kusanagi menjadi korban," jelas Aiko.
"Jadi begitu." Kinji seperti memikirkan sesuatu.
Sesampainya di sekolah mereka berdua diperintahkan untuk masuk ke aula karna ada pertemuan.
"Kita semua turut berduka cita atas kematian rekan kita yang telah menjadi korban pembunuhan belakangan ini. Saya selaku kepala sekolah disini menghimbau kepada seluruh muridku untuk selalu waspada, kalian harus tetap siaga meskipun sedang berada di tempat yang aman." kepala sekolah berbicara di depan aula.
Ada berapa gadis yang berbincang di depan Aiko, secara tidak sengaja Aiko mendengar pembicaraan mereka.
"Apa kau tahu siapa pelakunya?" tanya gadis berambut panjang dan pirang itu.
"Kabar yang kudengar sih pembunuhnya adalah kelompok clan Yoshi," jawab gadis ke-2.
"Benar, dan yang kudengar sebenarnya mereka itu mengincar seorang gadis. Siapapun yang menghalangi mereka akan dibunuh," jelas gadis ke-3.
"Astaga... Memangnya, siapa gadis itu?"
"Harada Aiko, gadis dari kelas Hunter," jawab gadis ke-3.
"Gadis itu memang pembawa sial, pantas saja tidak ada yang ingin menjadi temannya," ujar gadis ke-2.
Mendengar itu Aiko sangat kesal, dia langsung memarahi gadis-gadis itu.
"Jaga bicara kalian! Aku bukan pembawa sial!" bentak Aiko sambil memukul meja sehingga membuat ketiga gadis itu terkejut.
"Itu gadisnya, dari tadi dia ada di belakang kita," bisik gadis 2.
"Si pembawa sial," bisik gadis 3.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kusanagi Warriors
Aksi[SINOPSIS] Negara Sogen adalah salah satu negara besar di pulau itu. Negara dengan tanah yang subur, militer yang kuat, budaya dan tradisi yang turun temurun, bisa dibilang negara Sogen adalah negara yang hebat. Selain pemerintah, negara ini juga d...
