Aku sudah berada ditempat biasa aku menghabiskan waktu dengannya semasa dibangku sekolah, ya-Stephanie.
"Jadi kau sudah melupakan Harry Edward-mu diJHS?" katanya sambil memasukan French Fries kedalam mulutnya.
"Bodoh, ya tentu saja belum. Aku masih belum bisa melupakan sepenuhnya, Steph." Ucapku parau.
"Kau masih saja menunggu yang tidak pasti seperti itu, Shar? Andai aku berada diposisimu, aku sudah menghapus semua perasaanku padanya, Shar. I think you really crazy, William. Coba kau fikirkan baik-baik, kau masih saja menyimpan rasa itu terhadapnya, orang yang jelas-jelas sudah tidak kau ketahui keberadaannya. Kau masih mau memperjuangkan itu semua, sedangkan kau sendiri tidak tahu apakah dia juga sama halnya terhadapmu? Oh shit, open your mind, Sharon. Sudah saatnya kau membuka hatimu untuk orang lain." Staphanie mengucapkannya sambil menggerakan tangannya dengan dramatis. Memang ada benarnya juga, seperti sudah saatnya aku membuka hatiku lagi untuk orang lain.
"I'll try babyboo." Aku mencoba senyum walau dipaksakan.
"Good luck bitch! Bagaimana dengan kuliahmu? Sudah menemukan yang pas untukmu?" Aha! aku jadi lupa menceritakan Harry padanya.
"Sepertinya begitu." Kataku sambil menyembunyikan gurat senyum diwajahku.
"Ceritakan padaku, Shar!" Ucap Steph antusias.
"Ya ya akan aku ceritakan, wait a minute. Tunggu aku menghabiskan minumanku dulu Steph." Akupun meneguk habis minumanku.
"Hmm, ok. Jadi begini, saat aku mencari dimana kelasku. Secara tidak sengaja aku menabrak seorang laki-laki. Kau tahu siapa?" Kataku dramatis dan Steph menggelengkan kepalanya. "Dia laki-laki yang make-out bersamaku saat kita ke pub itu Steph!"
"Dia bernama Harry Styles." Kataku tersenyum saat mengingat namanya.
"Harry Styles?" Ucap Steph seperti tau sesuatu tentang nama itu.
"Ya, memangnya kenapa Steph? Lain kali kau harus kukenalkan dengannya."
"Baiklah, ma bitch. I'll see. Sepertinya sudah pukul 7, aku harus pulang Shar. Sebentar lagi makan malam, kalau aku belum pulang bisa kena marah oleh Laurent." Kata Stephanie melihat kearah jam yang bertengger di tangannya sedari tadi.
***
Besok pagi nya dikampus aku bertemu Niall di kantin dan langsung menghampiri meja yang kutempati.
"Hai." Katanya sambil menepuk pundak ku.
"Hmm."
"Ada apa Shar? Kau seperti sedang tidak bersemangat sekali."
"Ya, dan aku ingin bercerita tentang sesuatu. Karna aku tidak mempunyai teman dekat selain mu disini aku ingin bercerita. Dan berjanji jangan menceritakan ini pada siapa pun?" Aku mengacungkan jari kelingking ku didepan wajah nya.
"I'll promise." Sambil menautkan jari kelingkingnya.
"Menurutmu, Harry bagaimana?" Ucapku to the point, sambil menaruh tanganku ke dagu.
"Maksudmu?" Kurasa Niall terlalu polos atau terlalu bodoh? Eh?
"Haduh kau ini. Iya maksudku, bagaimana sifatnya, Niall!"
"Jadi kau menyukainya, Shar?" Holly shit.
"Em-aku, aku tidak. Hm, maksud ku tidak tahu." Sial, kenapa aku terlihat gugup seperti ini?
"Jangan bohong Sharon, aku melihat kau menatap Harry itu berbeda. Seperti-"
"Ssttt." Dengan cepat aku memotongnya dan menutup mulut Niall dengan satu jariku. "Jadi, ya kuakui aku sedikit menarik pada Harry. Walaupun aku tak tahu ini bisa dikatakan perasaan suka atau yang lainnya?"
"Ya tentu saja kau suka, sudah terlihat jelas bagaimana tatapan mata kalian berdua." Benarkah?
"Benarkah seperti itu Niall? Apa aku terlalu terlihat seperti sangat menyukainya? Apakah iya? Tapi bagaimana kalo hanya aku saja dan Harry pun sebaliknya?"
"Kau ini, kenapa cerewet sekali sih? Yang pertama ya, yang kedua ya, dan yang ketiga mungkin tidak."
"Maksud mu mungkin tidak?" Aku masih belum paham.
"Ya Tuhan, Sharon. Maksudku, Harry juga memiliki perasaan yang sama dengan mu."
"Kau yakin?"
"Hmm. Aku tahu bagaimana caranya agar kau percaya pada ku bahwa Harry juga memiliki perasaan yang sama padamu, Shar." Niall memincingkan matanya, seolah-olah seperti seorang Mafia yang akan melakukan pembunuhan selanjutnya.
Dan aku menaikkan sebelah alisku, seperti berkata bagaimana-cara-nya?
"Nanti saja via Line ya, aku sedang ada kelas sekarang. Bye! Terima kasih atas makanan dan minumannya, Sharon." Niall meninggalkan meja ku dan sedikit berteriak.
Melirik jam pada ponsel ku menunjukkan pukul 12.10 dan mengingat tidak ada jadwal kelas lagi, aku memutuskan kembali kerumah. Dan segera beristirahat karena hari ini begitu membosankan.
Notif Line yang berbunyi berkali-kali membangunkan ku dari tidurku, aku segera membukanya.
From : Niall JH
Jadi begini caranya,
Kau coba mendiam kan Harry selama ya seharian mungkin.
Kau jangan melakukan apapun yang berhubungan dengannya.
Ingat jangan melakukan apapun selama seharian itu, mulai dari chat atau yang lainnya.
Setelah dia mencarimu, barulah kau tahu Harry juga menyukaimu atau tidak.
Kalau kau tak mau, juga tidak apa-apa Sharon.
Selamat mencoba xx
Aku membalasnya. "I'll try, thx u bby Niall❤"
Aku lakukan tidak ya? Tapi sepertinya percuma, seharian inipun Harry tidak terlihat dikampus dan dia juga tidak mengirimkan kabar apa-apa untukku. Haha berharap sekali kau Sharon, memangnya kau siapa? Ugh.
Aku turun kebawah untuk mengambil air karena tenggorakkan ku terasa kering.
TING TONG
"Sharon, ada teman mu diluar." Teriak Eddie.
"Siapa?"
"Kemari saja."
Hanya bilang siapa tamunya memangnya sulit? Dengan malas aku berjalan menemui tamu tersebut.
"H-Ha-rry.?" Sungguh aku terkejut. Bagaimana tidak? Seharian ini kita tidak bertemu dan berkomunikasi dan tiba-tiba sudah ada dirumahku.
"Hai." Harry menunjukkan senyum terbaiknya yg pernah aku lihat. Akupun tidak bisa menahan gurat senyum diwajahku.
"Ini untukmu." Harry menyodorkan se-bouquet bunga Lily. Cantik. "Bisakah kita keluar malam ini? Aku ingin mengajak mu kesuatu tempat." Lanjutnya.
Aku mengangguk. "Ya, dan tunggu sebentar aku akan berganti pakaianku." Dengan cepat aku memakai dress maroon selutut, berhias sedikit dan secepat mungkin aku kembali kebawah.
"Are you ready Mrs. Styles?" Harry menjulurkan tangannya kearahku.
"What?" Apa aku salah dengar? Mrs. Styles?
"Hmm, nothing. Ayo!" Harry menarik tanganku untuk menautkan tangannya.
Harry membawa mobilnya dengan tenang, sesekali dia tersenyum sendiri. Ada apa dengannya? Dia juga sedari tadi manis sekali. Membuka kan pintu mobil untukku? Hmm.
.
.
–––––––––––––––––––––––––––––––
Hai, masih ada yang nungguin cerita ini? Gue update cerita ini buat kalian yg udh nunggu lama Life Goals. Dan hari ini gue bakal double update, tapi ntar malem ya. Dan gue juga ngetiknya udah lumayan panjang kan? Siapa yg kangen Sharry? Hahaha
Terimakasih untuk almost 30K, peluk cium untuk kalian semua pembaca ffQ💋
Hayooo, masih banyak juga ya sidernya. Next chap 18 keatas gue bakal private chapter. *anjay ngambek ceritanya*
VOTE DAN COMMENTS DITUNGGU! THX❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Goals
Fantasy"Harry Edward,kemana kau selama ini? Aku masih menunggumu kembali semenjak kepergianmu diJHS. Aku akan selalu menunggumu Harry Edward." -Sharon Patricia William- "Pat,aku sangat merindukanmu. Percayalah waktu akan mempertemukan kita lagi." -Harry Ed...
