Suara dribble bola basket itu menggema diseluruh gedung olahraga sebuah SMA di Korea itu. SMA yang dikhususkan bagi keluarga terpandang, dan juga golongan orang menengah keatas. Bukan, yang mendribble bola itu bukanlah seorang namja. Gadis manis berambut pendek yang melakukannya. Seragamnya sudah tidak terkancingkan lagi, melihatkan kaos abu abu dengan tulisan BEAST berwarna silver dibagian dada. Gadis itu, tak memiliki satupun teman wanita di sini. Hei, siapa yang mau berteman dengan anak yang mendapatkan beasiswa?. Maksudku, dia bukan berasal dari golongan orang kaya itu. Dia hanya mendapat beasiswa. Penampilannya juga sangat jauh berbeda dari yang lain. Rambutnya terkadang hanya dijepit atau diikat asal. Tidak seperti kriteria gadis konglomerat yang selalu menjaga etika.
Gadis itu mengibaskan kaosnya agar tubuhnya sedikit dingin. Nafasnya ngos ngosan setelah berjam jam bermain. Tanpa dia sadari seorang namja melihatnya lekat lekat sambil bersandar pada dinding dekat podium.
"Wae?" Ketus sekali. Gadis itu menatap tajam kearah namja tadi. Si namja yang ditanya semakin mendekat."Kau ini benar benar seperti namja, lihat bajumu ini. Aisssh"
Pletak
"Yya!!! Jaga mulutmu Jun-ah!" Siapa yang tidak sakit hati mendengar ucapan sepedas itu.
"Bahkan tenagamu juga seperti namja"
"Yak!!!" Tangan gadis itu yang siap memukul lagi dihentikan oleh tangan besar namja itu. Smirk mesumnya keluar.
"Tapi, aku suka saat kau berkeringat. Sangat seksi" namja itu menarik pinggang si gadis sampai benar benar mendekat padanya dan kemudian bebisik, tepat ditelinganya.
Risih. Itu yang dirasakan Soojin. Park Soojin. Gadis tomboi berwajah imut. Pipinya kemerahan dengan bibir plumnya. Matanya bulat semakin menambah keimutan gadis itu."Aiish!! Geli tau!!!" Soojin menjauh dari namja itu.
"Hei... aku melihat wajahmu menikmatinya!"
"Yak!! Yong Junhyung!!!"
"Eommamu ingin punya anak laki laki tapi tidak kesampaian eoh?" Namja itu menatap Soojin sinis.
"Jun-ah!! Hentikan!! Organku seperti organ yeoja lain, aku juga punya-"
"Payudara?" Soojin melotot menatap Junhyung. Kata katanya terlalu frontal tadi.
"Aku rasa payudaramu tidak terlalu besar, tidak sampai pas di tanganku"
"Yya!" Soojin menginjak kaki Junhyung dengan keras. Yang diinjak hanya menunjukkan wajah kesakitan. Saking sakitnya sampai tak bisa berteriak.
"Yya! Sakit!" Saat Junhyung melihat Soojin lagi, dia sudah hampir menangis. hanya penampilannya yang garang, namun hatinya lemah. Soojin mudah sekali sakit hati. Diejek, diolok selalu bisa membuat dirinya menangis. Emosinya sangat mudah berubah, dia tidak pernah menangis lebih dari 3 menit. Tidak, mungkin kurang dari itu.
Segera junhyung menariknya kedalam pelukan hangatnya.
"Aku kan hanya bercanda... sudahlah" Soojin terkekeh pelan diiringi dengan isakan sesekali.
0o0
"Soojin... mau pulang bareng?"
"Tidur bareng juga tidak apa apa kok" semua namja itu tertawa terbahak bahak. Inilah yang dialami Soojin setiap harinya. Sampai telinganya serasa ingin meledak mendengar ucapan kotor namja itu.Junhyung merangkul pundak Soojin dan mengecup pipinya.
"Maaf, Soojin milikku malam ini" Soojin masih melotot dengan apa yang diucapkan Junhyung. Terdengar seperti dia memang wanita murahan.
Mereka sampai di halaman sekolah. Soojin menyingkirkan tangan Junhyung kesal dan mendahuluinya. Junhyung menatap bingung dan mengejarnya.
"Yya! Kau mau naik bis?? Pulang denganku saja" tangan Soojin tertahan dengan tangan Junhyung yang menggenggamnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Weird Love Storie
RandomApa jadinya kalau seorang gadis tomboi bersahabat dengan namja mesum?. Akankah dia baik baik saja?. Tidak, ciuman pertamanya dicuri sebelum dia tau kalau dia menyukai si mesum itu.