Mengenal Lebih Dalam 1

821 27 1
                                    

Sabtu

Aku terbangun di sebuah ruangan yang gelap, aku takut. Aku menoleh ke arah kanan ku, aku melihat gorden. Kubuka gorden itu dan tampaklah cahaya yang begitu menyilaukan mata. "Awww.... silau banget niih...!!!" Aku berteriak. Aku lalu tersadar dan akhirnya lega juga, ternyata ini kamar aku.
"Hari Sabtu!!! Aku harus bersiap-siap buat latihan nih. Semoga ekskul yang aku pilih ini mengasyikkan." Kataku seraya menge-pack barang-barangku. Aku pun turun dari lantai dua, melihat ayah dan bundaku sesang makan bersama di ruang makan. "Jordi !!! Kemarilah nak!, mari kita makan bersama." Ayah memanggilku. "Tidak usah yah, Jordi sudah terlambat nih, Jordi harus pergi ekskul , Jordi makan duluan tadi." Sambil turun dari tangga. "Ya baiklah, hati-hati di jalan." Pesan ibuku.

-Jalan-

Hah...heh..hoh, aku lelah karena berlari-larian dari rumah. Seketika aku berhenti, aku merasa ada yang aneh dengan pikiranku, bodohnya aku, kenapa aku gak naik angkot aja? Pikirku.
Aku pun menyetop angkot, saat aku merogoh saku celanaku, aku benar-benar kaget, sebenarnya aku ini gak bawa uang. Akhirnya jurus terakhirku ku gunakan "Bang,bang, kiri bang" saat aku melangkahkan kaki ke aspal, langsung saja aku lariii......

-sekolah-

"Aduuuuh... aku capek sekali, minum....aku ingin minuuuummm.." keluh diriku. Tiba-tiba di sampingku ada seseorang yang menyodorkan botol air mineral, "Ini untukmu, minumlah perlahan." Suara wanita itu. Sepertinya aku mengenal suara itu, suara yang di UKS kala itu. Aku pun mengambil botolnya dan langsung minum.

Saat aku mau berterima kasih padanya, aku melihat wajahnya. Aku tak dapat bicara, diriku terpaku ketika melihat wajahnya yang cantik dan mempesona, dihiasi dengan hijabnya yang indah. "Euuhhh.. te terima kasih." Kataku gugup. "Sama-sama." Suara mirip Sindy. "Kamu Sindy kan?" "Iya aku Sindy" katanya imut. "Kenapa kamu berhijab?" Tanyaku. "Yah gak apa apa. Emangnya salah yah?" Dia bingung. "Ya enggak sih, tapi kamu tambah cantik." Pujiku. "Alhamdulillah, terima kasih." . "Sindyyyy..... cepat kumpulkan anak-anak yang lain! Kita akan memulai latihan." Seorang dewasa berteriak. "Siap!!.. kak!".

Latihanpun dimulai. Pertama kami memperkenalkan diri. Aku heran, kenapa dari tadi Sindy berada di dekat orang dewasa itu yang akhirnya ku tahu namanya Kak Beny, pembina kami.

Sindy pun memperkenalkan dirinya. Aku terkejut ketika Kak Beny mengatakan bahwa Sindy adalah ketua Pramuka di sekolah kami. Aku tak percaya bahwa dia seorang pemimpin.

Aku semakin tertarik padanya. Tak ku sangka Sindy yang kukenal begitu feminim , ternyata seorang pemimpin.


Tunggu kelanjutannya yah....
@abaynugraha

Aku Kamu dan PramukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang