Apa senyumanku ini tak cukup untukmu yuju?
DK POV
"Kau bisa bercerita lebih banyak jika kau mau. Jika kau memiliki masalah aku akan berusaha untuk membantumu."
"Apa kau benar-benar akan mendengar ceritaku?"Tanyanya ragu.
"Tentu saja."
"Dk apa kau tau? Aku menyukai seseorang dan selama 2 tahun aku menyimpan perasaan ini. Dan hari ini aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya, dengan harapan rasa cinta dan rasa sayangku terhadapnya terbalaskan.
Itu harapanku di hari spesial ini. Ini hari ulang tahun jeonghan dan ini juga hari ulang tahunku. Hanya harapan itu yang aku harapkan di hari ulang tahun ku ini. Tapi apa?
Hadiah yang aku harapkan tidak terwujud. Sebaliknya, aku mendapat hadiah terburuk dihari ulang tahunku. Ia telah memiliki orang yang ia sayang dan ia cintai. Ia telah memiliki seorang kekasih, dan kekasihnya adalah teman masa kecilku.
Aku tak pernah membayangkan akan mendapat hadiah seperti ini darinya." air matanya mulai membasahi kulit putihnya.
Aku tak tega melihatmu menangis yuju. Tolonglah jangan menangis. Aku akan berusaha menjadi jeonghan kedua bagimu, jeonghan yang selalu bisa membuatmu tersenyum manis.
Aku lalu menariknya kedalam pelukanku.
"Sudah sudah. Kau bisa mencari orang yang lebih baik dari pada dia." Kuusap rambutnya dengan lembut.
Aku tak perlu bertanya lagi. Orang yang yuju sukai adalah yoon jeonghan. Dan perempuan yang menggandeng lengan jeonghan tadi adalah teman masa kecil yuju. Sekarang aku akan berusaha menghibur yuju.
"Yuju..ini kan hari ulang tahunmu bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain?" Ajakku dengan nada lembut.
"Apa tidak apa jika kau mengajakku saat aku berpenampilan buruk seperti ini?"Tanyanya dengan mata sembabnya.
"Tak apa. Kau malah terlihat cantik hari ini." Ia memang cantik hari ini. Ia terlihat sangat cantik dengan dress pink pastel yang ia kenakan hari ini.
Akhirnya aku bisa mengajaknya untuk jalan berdua denganku hari ini. Dan ini adalah kesempatan emas. Aku akan membuatnya mengalihkan pandangannya padaku. Aku akan membuatnya tersenyum.
Aku akan berusaha untuk mendapatkan senyum yang sama yang ia berikan pada jeonghan. Aku akan menjadi jeonghan kedua baginya.
Setelah beberapa lama kami menikmati wahana-wahana yang ada ditaman bermain ini. Aku ingin memastikan satu hal. Memastikan bahwa yuju hanya menyukai jeonghan dan tak ada yang lain lagi jika benar ada orang lain selain jeonghan yang ia sukai, perasaanku terhadapnya akan semakin sulit untuk kuungkapkan.
"Yuju, ini sudah jam 8 malam bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang?"
"Kau yakin? Tapi rumah kita tak searah."
"Tak apa, aku dengan senang hati bisa mengantarmu. Sekalian agar aku tau dimana rumahmu, jadi kapan-kapan aku akan bisa main ketempatmu hehe. Boleh ya?"
"Hahaha kau ini seperti anak kecil saja. Baiklah kau boleh mengantarku."
"Yeyyy!!!"
Ia tertawa kecil saat melihat sifat kekanak-kanakanku ini. Tapi aku senang karna ia bisa melupakan jeonghan, walau hanya untuk sesaat.
"Yuju pakailah helm ini."pintaku.
"Baik."
Ia terlihat kesulitan saat mengunci tali pengaman helm tersebut.
"Hei DK kau memaling helm ini ya. Tak biasanya aku memakai helm yang seperti ini. Susah sekali memasangnya." Ucapnya dengan cemberut.
Aku tertawa kecil melihat muka cemberutnya itu. Ia sangat lucu saat mode cemberutnya.
"Haha kau ini. Aku tak pernah memaling helm, aku baru membelinya kemarin. Kau saja yang tak bisa untuk memakainya. Sini aku pasangkan."
Tanpa sengaja jari-jari ku menyentuh pipinya. Pipinya sangat lembut kulitnya pun putih bersih. Aku jadi ingin cepat-cepat untuk menjadikannya yeojachinguku.
"Nah sudah selasai putri."kataku untuk sedikit menggodanya.
"Baik pak, ayo sekarang kita berangkat."
"Hahahaha" kami tertawa bersama untuk sesaat.
Saat-saat seperti inilah yang aku tunggu-tunggu. Melihat senyum tulusnya dan tertawa bersamaku. Kuharap kami bisa terus tertawa bersama seperti ini. Yahh itu hanya sebuah harapan.
Saat perjalanan pulang aku bertanya sebuah kepastian yang sejak tadi kupikirkan.
"Yuju"panggilku.
"Iya? Ada apa?"
"Apa orang yang kau sukai itu yoon jeonghan?"
"..."
~~~~~~~~~~~~~
Terima kasih banyak karena sudah membaca FF ini.
Maaf kalo ada typo.
Maaf kalo ceritanya gaje.
Mohon tunggu part selanjutnya ya
Happy reading guys
byeee
SVT1004
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Smile
FanfictionPernahkah kau kehilangan senyummu? Lebih tepatnya kehilangan seseorang yang bisa membuatmu tersenyum. Aku pernah mengalaminya. Dan sekarang ada orang lain yang bisa menggantikan tempatnya. Apa yang aku harus lakukan? Menerimanya atau malah menolakn...
