Part 6

436 34 10
                                        

19 maret 2016

DK POV

Ini sudah lewat 1 bulan sejak aku meminta yuju untuk menjadi yeojachinguku. Ya aku meminta yuju untuk menjadi yeoja chinguku tepat saat ulang tahun ku pada tanggal 18 february.

Saat itu aku sangat berharap ia langsung menerimanya. Tapi ia meminta beberapa waktu untuk menjawab perasaanku saat itu.

Namun kenapa ia menggantungku sampai selama ini? Apa aku kurang akrab dengannya?
Aku harus bertanya padanya.

Oh itu yuju.
"Yu-" kata-kataku terpotong.
"Jeonghan kau ini memang sangat perhatian padaku. Terimakasih sudah membelikanku coklat dan bunga ini."

"Tentu aku perhatian padamu itu karna aku sayang padamu. Selanjutnya kita akan kemana sayang?"
"Oh ya karna ini 1 bulan pertama kita aku ingin kita makan eskrim bersama." Ucap yuju dengan senyuman manisnya.

"Baiklah sayangku." Ucap jeonghan seraya mengecup puncak kepala yuju. Wajah yuju mulai memerah seperti kepiting rebus.
Jeonghan lalu merangkul pinggul yuju agar merapat dalam dekapannya.

Apa yang mereka berdua lakukan? Apa-apaan si jeonghan yang mengecup dahi yuju?

Aku sangat ingin menghantam wajah cantik milik jeonghan itu. Tapi yuju terlihat sangat senang bersama jeonghan. Kenapa aku tak melakukan hal itu selama ini? Apa karena ini sampai sekarang yuju tak membalas perasaanku?

Aku akan melabrak si jeonghan itu nanti malam.

Pukul 20:15

Akhirnya aku sampai dirumah laki-laki cantik itu. Cih apa rencananya sekarang? Berani-beraninya ia kembali pada yuju setelah ia melukai hati yuju.

"Hei jeonghan cepat keluar." Ucapku lantang.
"Siapa itu?" Ucapnya pelan.
Suara lembut layaknya wanita. Cih menjijikan.

"Kemari kau jeonghan."ucapku kasar.
"Hei bisakah kau pelankan bicaramu! Ini rumah orang kau tau."ucapnya dengan nada yang sedikit ditinggikan.

"Yak tak usah banyak omong kau! Apa yang kau inginkan dari yuju!? Kenapa kau mendekatinya lagi setelah kau melukainya selama ini!?" ucapku seraya menggenggam kerah bajunya kuat-kuat.

"Tak usah pakai kekerasan. Aku tak lama mengambil yuju darimu aku hanya meminjamnya sebentar." Ucapnya dengan menepis tanganku yang menggenggam kerahnya.

"Sejak satu bulan yang lalu ia sudah menjadi kekasihku. Apa kau tak diberitau olehnya?
Oh Lee Dokyeom yang malang. Tapi bersyukurlah, aku sudah meminta putus dengannya jadi kau bisa mendekatinya lagi." Ucapnya dengan wajah jahat.

"Apa!? Kau berpacaran dengannya!? Lalu kau putuskan dia begitu saja!? Apa yang kau pikirkan!? Apa yang kau rencanakan!? Tidak bisakah kau memikirkan perasaannya yang sudah sekian kali kau lukai!? Hei jeonghan bodoh apa yang kau rencanakan!?"

Aku sudah tak tahan dengan kelakuannya ia membuatku melawati batas kesabaranku. Aku tak bisa lagi melihat yuju yang terluka.

"Oh itu yang ingin kau tau?
Boleh saja aku akan mengungkapkannya.
1 bulan yang lalu aku memintanya untuk menjadi kekasihku. Itu karena eunha telah meninggalkanku dan aku ingin memperlihatkan pada eunha bahwa aku lebih baik dari pada laki-laki yang ia miliki saat itu. Dan sekarang rencana itu berhasil, eunha memintaku untuk kembali padanya dan urusanku dengan yuju sudah selesai. Terima kasih karna telah meminjamkan yuju untukku selama beberapa waktu. Ok itu sajakan yang ingin kau ketahui. Aku masuk dulu DK bodoh. Byee."

"Heii tunggu masalahmu belum selesai denganku!! Hei yoon jeonghan cepat keluar!!"

"Heii lee dokyeom bodoh lihatlah sekelilingmu apa kau tak malu dilihat orang-orang sekitar karna mencari masalah malam-malam?" Ucapnya dari balik jendela rumahnya.

"Awas kau yoon jeonghan."
"Baiklah kau bisa mengawasi rumahku, kalau bisa maukah kau menjadi bodyguard ku? Hahahaha"
Ia tertawa dengan tawa jahatnya. Aku tak menyangka dibalik senyuman yang selalu ia tunjukan pada yuju ada juga tawa jahat yang ditujukan pada yuju tanpa yuju ketahui.

Sudah banyak warga yang melihat keributan yang aku lakukan tadi dengan jeonghan. Tidak akan ku maafkan si jeonghan itu.

Tak kusangka jeonghan memiliki rencana yang jahat. Aku tidak akan dan tidak ingin menjadi jeonghan kedua dimata yuju. Aku akan menjadi diriku sendiri, Lee Dokyeom dengan senyuman khasnya. Dan satu-satu Lee Dokyeom yang ada dimata dan hati yuju.

Lalu lebih baik aku melihat keadaan yuju sekarang. Tempat yang pasti ia datangi saat ini adalah taman.

Yuju POV

Kenapa aku bodoh sekali?
Aku telah salah menentukan pilihanku.
"He is my angel"
Itu jeonghan yang dulu, tapi sekarang "He was my angel".
Tidak. Lebih tepatnya
"He is a Devil for me"
Cih ini sangatlah menyedihkan.
Aku sangat buruk saat ini.
Diam ditaman seorang diri disaat malam-malam begini.
Aku tak punya pilihan lain. Taman adalah tempat satu-satunya yang bisa membuatku tenang.

DK POV

Kulihat yuju duduk diayunan dan menangis dalam diam. Wajah lembutnya yang tersorot lampu taman tampak buruk, keadaannya saat ini pasti sangatlah buruk.

Walau aku tak bisa melihat hatinya, tapi aku bisa merasakan bagaimana keadaan hatinya saat ini.

Taman tampak sepi. Ya, ini sudah cukup malam untuk anak-anak bermain di taman.

Aku mendekatinya dan duduk disampingnya. Lalu aku menepuk pundaknya perlahan, ia nampak sedikit kaget atas kedatanganku disini. Ia berusaha mengusap air matanya. Aku menahan tangannya yang akan menghapus air mata yang mulai berjatuhan dari mata indahnya itu.

"Jangan dihapus dulu. Kau bisa menangis sepuasnya dipundakku. Aku baru saja datang dari rumah jeonghan. Aku sudah tau semua yang terjadi." Ucapku pelan dengan menunjukan senyum tipisku.

Aku meletakan tanganku perlahan pada pipi manisnya itu.
"Yuju.. kenapa kau menggantungkan perasaanku selama ini? Mengapa kau lebih memilih jeonghan? Apa karna senyumannya? Apa senyumku tak cukup untukmu?
Yuju tak bisakah kau berpaling padaku?" Aku berusaha berkata selembut mungkin padanya.

"Maafkan aku DK. Hiks
Aku menyesal telah mencintai jeonghan. Rasa cinta ku padanya telah membutakanku. Maaf karna aku tak menyadari perasaanmu padaku selama ini. Maafkan aku. Hiks"

"Dk tolong bantu aku.. bantu aku untuk melupakan jeonghan." Ucapnya yang masih menangis.

"Yuju.. aku bukan hanya akan membuatmu melupakan jeonghan. Aku juga akan membuatmu mencintaku lebih dari kau mencintainya. Aku berjanji padamu bahwa aku takan membuatmu terluka dan aku takan membuatmu menjatuhkan lagi air matamu itu."ucapku dengan memeluk dan memegang pinggulnya lembut.

"Baiklah aku akan mengulang perkataan ini untuk kedua kalinya.
Yuju maukah kau menjadi yeojachinguku? Ah tidak hanya untuk saat ini. Tapi maukah kau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya?" Aku mengenggam tangannya lalu tersenyum.

Ia pun membalas senyumanku. Ia tersenyum dengan sangat manis. Ia lalu mengangguk dengan percaya diri.

Perlahan ku raih pinggulnya perlahan lalu mengecup bibirnya lembut. Ia pun bergelayut dileherku dan membalas kecupanku.

THE END
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akhirnya cerita ini rampung juga.
Makasi banyak yang udah baca.
Maaf banyak typo.
Maaf kalo ceritanya ga sesuai expetasi. :v
Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah baca, vote dan coment.

SVT1004

My Second Smile Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang