5 - Sasha

48 4 0
                                    

"Someday I'll be living in the big old city.
And all you're ever gonna be is mean"

Mean - Taylor Swift

××××××××××××××××××××××××××××××××

Suasana kelas baru gue ini berisik banget. Kayaknya mereka seperti telah menemukan kenyamanan di kelas ini. Saling bercanda satu sama lain. Ketawa bareng. Padahal ini baru aja hari ketiga MOS. Beda banget sama gue.

Dari tadi gue cuma memaku tangan gue di meja sambil main hape. Dan sebenernya juga gak ngapa-ngapain juga di hape gue. Lebih tepatnya gue gatau mau ngapain.

Ah ya, mending gue nyamperin Rama.

Gue menoleh ke kiri kanan buat nyari sosok Rama dan ternyata dia lagi duduk di pojok sana. Dikelilingi cowo maupun cewe yang keliatannya asik. Mereka ngobrol dan ketawa bareng.

"Ram" panggil gue. Rama langsung menoleh ke arah gue.

Hmm engga. Maksud gue mereka semua noleh ke arah gue bersamaan.

Rama pun mengangkat dagunya bermaksud bertanya ada apa. Gue yang ngerasa ga enak langsung menggeleng cepat sambil tersenyum. Ah, masa Rama ga ngerti sih gue kesepian. Gue langsung balik lagi ke meja gue tanpa sedikitpun ngelirik Rama.

Sesaat setelah itu ada suara pintu diketuk dan ternyata ada kakak-kakak OSIS yang masuk kelas. Gue langsung membereskan meja gue yang berantakan sambil duduk manis. Gue bisa liat Rama yang rada panik dan buru-buru duduk di samping gue.

Hhh, gue hanya memutar bola mata gue.

"Pagi ini gue mau bagi kalian ke dalam beberapa kelompok," ujar salah satu kakak OSIS yang belakangan gue tau namanya Claudy. "Dan gaada yang boleh protes sama pilihan gue"

Gue langsung deg-degan.
Ya Tuhan, tolong semoga sekelompok sama Rama.

Kak Claudy pun membacakan daftar nama anak-anak. Gue bersyukur banget Sasha gak sekelompok sama Rama, ya walaupun Rena sekelompok sama Rama. Itu gak masalah lah. Dan gue bisa lihat raut kecewa Sasha.

Ha.

Gue rasa semua nama udah disebutkan kecuali nama gue. Gue rasa gue bakal disebut paling akhir. Dan gue bener-bener hopeless bakal sekelompok sama Rama.

Dan saat tiba nama gue...

"Tasha Queenira... lo masuk kelompok..." dia keliatan lagi mikir. Sasha keliatan sama deg-degannya sama gue entah apa alasannya. Kak Claudy terlihat membisikkan sesuatu pada Kak Daffa yang ada di sebelahnya.

Duh, buruaannn gue kan udah deg-degan nih. Lebay ya.

"Hmm semua kelompok udah penuh nih..."

Deg. Maksudnya apa?

"Jadi Tasha bebas bisa masuk kelompok mana. Ada yang mau masukin Tasha ke kelompoknya?"

Rama langsung mengangkat tangannya.

Fiuh, gue langsung senyum melemas. Gue ngerasa bersyukur banget bisa bareng Rama sampai Kak Claudy ngomong lagi.

"Oke, Tasha sekelompok sama Sasha ya. Gue catet nih" ujarnya membuat mata gue membelalak. Gue mendorong bahu Rama kaget dan tak setuju. Rama sama kagetnya sama gue.

Hei, bukannya Rama angkat tangan duluan?!

Gue langsung melirik Sasha di ujung sana yang tersenyum ke arah gue sinis. Yaampun.

"Maaf Tash, dia angkat tangan duluan" ujar Rama sambil nyengir. Gue menghela nafas lalu mengangguk pasrah.

"Gue mau mati aja Ram" kata gue sambil ketawa. "Kesel gue" lanjut gue terkekeh. Rama hanya ikut terkekeh sambil terus menatap ke depan.

"Jadi, kelompok kalian udah dibagi. Nanti sekitar jam 11 bakal ada games kekompakan kelompok."

"Sekarang masih jam 10, dan gue mau kalian semua pendekatan sama kelompok masing-masing"

"Gaada alasan ga kompak pas games nanti."

"Gaada yang manja. Gue paling ga suka anak manja." Tegas Kak Claudy membuat gue menelan ludah.

Bukan karena gue takut sama Kak Claudy, tapi karena gue ngebayangin gimana nantinya sekelompok sama Sasha. Gue ulangi, S-a-s-h-a.

-------------------------------------------------------------
Heyhooo aku update lagi yuhuuu!

Maaf ya part ini kalo ngebosenin hehe. Abis part ini bakal ada Tasha dan Sasha yang satu kelompok!

Bisa bayangin ga jadinya gimana? Wkwk

Ohiya guysss tolong di add yahh ini ---> @uet6512k official account di LINE hehe makasiihh❤

All the love,
A.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 15, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

3 : 26 AMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang