"Kamu kok ga bilang sih, hun?" Protes Taehyung. Ia mendudukkan pantatnya di kursiku serta melempar tasnya ke meja.
"Aku udah ngechat kamu kok. Pasti ga dibaca nih," Kataku. Aku meraih ponselku kemudian menunjukkan chatroom kami. "Bahkan pesanku gak kamu baca semua. Kenapa?" Protesku balik.
"Apa aku udah bukan prioritas kamu lagi? Apa kamu udah ada temen chat selain aku? Iya?" Omelku. Taehyung hanya tersenyum, kemudian berdehem pelan. "Kamu lupa ya?" Tanyanya. Aku mengerutkan kening, bingung.
"Lupa apaan?"
"Coba inget inget deh. Masa kamu ga inget?"
"Sumpah Tae aku ga inget. Emang apaan sih?"
Ia menarik daguku, membawa wajahku agar lebih dekat dengannya. Deru napasnya terasa mengenai wajahku, tatapan matanya menusuk tajam kedalam netraku.
"Hapeku kan kamu cemplungin ke got. inget ngga?" Bisiknya.
Aku langsung terdiam, mengatupkan bibirku. "Sekarang hapeku masih di servis, mangkannya aku gabisa bales," Lanjutnya.
Kurasakan wajahku memerah menahan malu. Namun buru buru tangannya menangkup pipiku, menutup wajahku yang merona. "Ih gemesin deh mukanya merah," Katanya.
Ia membawa wajahku agar lebih dekat lagi dengannya, kali ini sampai hidung kami berbenturan.
"Ayo minta maaf," Katanya.
"Minta maaf kenapa?"
"Kamu udah nuduh aku yang engga engga,"
Aku meneguk salivaku. Sungguh, aku gugup sekali. Menatap matanyapun aku tak sanggup.
"Kalo gamau minta maaf, aku cium kamu disini. Oh, gak cuma cium aja, lebih dari itu,"
Aku membelalakkan mataku dan buru buru melontarkan kalimat 'maaf'.
"Coba ulangi sekali lagi?"
"Aku minta maaf,"
"Cuma gitu aja?"
"Kan kamu cuma nyuruh bilang maaf?"
"Wah anak ini minta di poppo emang,"
"Loh tapi kan kamu nyuruhnya... emmpph.."
Tanpa ba-bi-bu ia langsung menempelkan bibirnya ke bibirnya ke bibirku. Bukan hanya menempelkan, bahkan ia melumatnya.
seketika ruang tamuku menjadi panas.
"Udah lama aku ga nyium kamu kaya gitu. Kangen," Katanya setelah melepas tautannya. Aku menatapnya malu malu. "Udah lama apanya? Kayanya setiap hari kaya gitu,"
Ia hanya tertawa, memamerkan rentetan gigi rapinya.
"Nanti anterin aku ke tempat servis ya,"
"Kok cepet amat udah boleh diambil?"
"Ya cepet lah. Demi kamu nih, mas mas servisnya aku paksa benerin gak pake lama,"
"Kok demi aku? Kan itu hapemu?"
Ia mendengus kemudian mengacak kasar rambutku. "Ih ya biar bisa cepet bales chatmu laah.." Katanya.
Aku tertawa kemudian memeluknya. "Duh iyaya, aku kok ogeb banget."
Ia ikut tertawa kemudian membalas pelukanku. "Ogeb ogeb gini aku masih sayang kok,"
.
.
.
End
