Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Dan satu-satunya.
Lantas bagaimana jika hati itu terluka?
Lalu disakiti, justru oleh orang yang kita cintai?
Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? Atau jangan-jangan kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru?
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
From: aprl123
