II - PERUBAHAN STATUS

2.2K 168 6
                                        

Kekalutan Keyza dimulai sejak dirinya terjerat status dengan seorang cowok di sekolah. Namanya Eza Prahara Putra, yang lebih dikenal sebagai Eza si kapten motor. Itu adalah julukan untuk ketua geng motor di sekolahnya. Jika ada yang masuk ke lingkungan sekolah dan melihat jejeran motor sport berbagai jenis itu pasti milik Eza dan anggotanya. Namanya anak geng motor, pastilah tukang buat onar di sekolah. Sering bolos dan terlambat, bahkan tawuran menjadi kebiasaannya. Mungkin itu efek nama tengahnya 'Prahara', yang artinya badai atau sejenisnya. Namun, itu tidak meredupkan karismanya di mata siswi-siswi sekolah ini selain karisma Leo jika dia hadir.

Eza berasal dari keluarga yang berada, belum lagi ditunjang wajah tampan indo-jerman yang membuatnya menjadi idaman banyak siswi di sekolah Keyza itu. Tidak ada siswa yang tak kenal Eza, orang yang bisa jadi pacarnya pasti akan terkenal seantero jagat sekolah, dan itulah yang banyak anak cewek harapkan untuk numpang tenar padanya.

Pertama Keyza mengetahui nama Eza ketika terjadi kehebohan di hari kedua ia menjadi siswi kelas sepuluh. Kelasnya yang berada dilantai tiga tiba-tiba kosong karena hampir semua siswanya turun ke lantai dua untuk menyaksikan perkelahian di depan kelas sebelas C. Saat itu Eza sedang bertengkar dengan salah seorang teman sekelasnya hanya karena tidak sengaja menumpahkan kaleng minuman dan mengenai sepatu mahalnya.

Walaupun terkenal nakal dan cukup sombong dengan statusnya, Eza juga sering menjadi bahan obrolan teman-teman Keyza karena menjadi kakak kelas tampan yang murah senyum, selalu tersenyum pada beberapa siswi yang melihat dan menyapanya. Itu pula yang menjadi pesona dan daya tarik selain kekaguman orang akan wajahnya. Banyak para siswi yang terdengar bergumam akan sosoknya tiap bertemu Eza, ataupun mati rasa saat melihat senyumnya. Namun bagi Keyza, hal itu sedikit berlebihan. Apalagi menurutnya sikap Eza itu hanyalah modus untuk tebar pesona.

Diam-diam Keyza pun pernah mencuri pandang pada Eza  karena rasa penasarannya. Menurut penilaiannya, Eza memang cukup keren, apalagi saat mengendarai motor sport yang menjadi impian banyak siswi di sekolah ini untuk bisa berboncengan dengannya.

Menilai seseorang seperti itu adalah hal yang manusiawi buat Keyza. Ia cukup tertarik untuk mengamati dan berpikir tentang orang itu walaupun dia bukan orang yang di anjurkan untuk disukai. Dia tampan, keren, gaul, anak motor, tapi sayang catatan perilakunya di ruang BK juga banyak. Namun, entah kenapa hal itu  tidak menyurutkan beberapa orang untuk menyukainya.

Walaupun Keyza menilai Eza cukup menarik, Keyza masih menjunjung tinggi gengsinya dan memegang teguh prinsipnya. Tidak akan ada dalam kamusnya, seorang Keyza Aprilita mencari perhatian orang, karena setiap orang harus bisa mengambil perhatiannya terlebih dulu.

Namun suatu hari, tepatnya tiga hari setelah ulang tahunnya, sewaktu Keyza sedang santai menyeruput jus alpukat kesukaannya di kantin sekolah, ia dikejutkan oleh Katrin yang berlari menghampirinya.

"Key... Key... Lo harus ikut gue deh!" Napas Katrin terdengar ngos-ngosan, entah karena dia habis lari atau sengaja dilebih-lebihkan untuk mendramatisir suasana.

"Apaan sih? Gue lagi enak-enak minum juga," ucap Keyza sebal karena Katrin terus menarik tangan Keyza untuk mengikutinya.

"Pokoknya lo ikut gue, ayo ... "

Keyzapun penasaran dengan apa yang terjadi. Ia tinggalkan minuman itu di atas meja dan berjalan mengikuti Katrin yang tergesa. Keyza berjalan menuju arah lapangan basket, tepatnya berada di samping kantin sekolah itu. Keyza sudah melihat banyak orang berkumpul di sana, dan ia semakin penasaran hingga akhirnya merangsek maju melewati beberapa orang siswa yang berdiri menonton.

"ASTAGA!!!"

Terlihat Eza sudah berada tepat di tengah-tengah lapangan basket itu dengan membawa sebuah megaphone yang entah dia ambil dari ruang olahraga atau ruang Osis. Di tangan satunya terlihat sebuah boneka Sapi lucu yang menjadi kesukaan Keyza. Di belakang Eza terlihat spanduk yang sepertinya sudah di desainnya sedemikian rupa dengan tulisan I LOVE YOU yang sangat besar kira - kira sepanjang dua meter. Tapi yang membuat mata Keyza terbelalak adalah ketika ia membaca nama yang tercantum di bawah kata-kata itu aku seperti mengenalnya.

KEYZA APRILLYTA

"Buset, nama gue!" Keyza kaget dengan pemandangan yang ia lihat.

"Makanya gue nyuruh lo kemari," jawab Katrin dengan nada setengah berbisik karena pada awalnya Keyzq tidak ingin ikut dengannya.

"KEYZA, LO SINI DONG!"

Entah itu sebuah ajakan atau perintah, tapi spontan seluruh mata yang ada di tempat itu tertuju ke arah Keyza. Ia juga melihat Eza sudah menatapnya sambil terus mengarahkan corong raksasa itu di depan mulutnya.

"Sana Key," bisik Katrin lagi sambil mendorong tubuh Keyza pelan dari belakang.

Keyza yang masih belum dapat berucap, hanya menggelengkan kepala pertanda ia belum siap maju ke tengah-tengah kerumuman itu. Namun entah sejak kapan Eza mendekat, tiba-tiba tangan Eza menyentuh telapak tangannya dan menuntunnya untuk maju. Keyza tidak dapat berkutik selain mengikutinya, jelas terlihat wajah bingungnya karena frontalnya sikap Eza pada Keyza yang tiba-tiba seperti ini.

"Key, gue suka sama lo!"

'Astaga, nggak salah denger gue?' batin Keyza karena tidak bisa keluar sebaitpun kata dari mulutnya.

"Key, lo mau kan jadi cewek gue?"

Sekali lagi Keyza bagai tersengat petir di siang bolong. Ia hanya mengedipkan mata sebanyak yang ia bisa tanpa bisa mengekspresikan wajahku yang kaku karena rasa malu, tegang, kaget, dan lainnya yang seakan membuat penyakit komplikasi.

"Key, gue suka sama lo, gue udah sering merhatiin lo. Dan hari ini gue nyatain perasaan gue ini karena gue mau lo jadi pacar gue," ucap Eza lagi. Suaranya lembut, benar-benar lembut hingga aku ingin mencair bagai es lilin yang di jual abang-abang di depan gerbang sekolahku.

"Lo mau kan jadi cewek gue?"

Keyza yakin sebentar lagi pasti guru-guru akan datang dan ia tidak ingin terlibat pada masalah apapun, apalagi harus bersama si tukang pembuat onar di sekolah ini. Keyza juga yakin yang dilakukan Eza tidak dibenarkan jika membaca satu persatu tata tertib sekolahnya itu.

"I-iya!"

"Shit!" Entah apa yang saat itu merasuki pikiran Keyza hingga ia mengucapkan kata singkat, padat dan memalukan seperti itu. Keyza hanya ingin kehebohan ini segera berakhir, karena setidaknya ia masih ingin mentaati peraturan walaupun ia merasa sudah tidak bisa berkutik pada bidang akademik.

'Ke mana Keyza Aprillyta yang cuek dan jaim?'

'Ke mana gengsi itu?'

'Mana yang lo bilang harus junjung harga diri dan prinsip untuk nemuin orang yang bener-bener bisa buka hati lo?'

'Lembek banget hati lo Key ... Digituin aja main iya-iya kek jaman Eleya di jodohin sih!'

Keyza merutuki dirinya sendiri sementara Eza nampak tersenyum penuh kemenangan sambil memberinya boneka sapi itu. Dan itulah saat di mana kejayaan pribsip jomblo Keyza runtuh, oleh perkataan yang tak pernah iapikirkan matang-matang. Keyza terus menerus mengumpat dalam hati sebelum ia menarik nafas panjang dan berpikir bagaimanapun sudah terlanjur mengiyakannya, dan statusnya sekarang sudah berubah menjadi pacar Eza. Namun untuk hatinya, masih benar-benar terkunci karena hal yang ia alami saat ini hanya sekedar keterpaksaan.

KUNCI HATITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang