Pesan terakhir (3)

327 2 0
                                        

Cahya memandang langit malam seolah menanti detik terakhir nya. Tiba-tiba, pilot memberi tahu ke pada teman nya yang juga seorang pramugari, bahwa pesawat hilang kontak dan akan terjatuh ke dalam laut.

Semua panik, sibuk mencari cara untuk menyelamatkan diri. Cahya mencoba menenangkan mereka.

Cahya : Semua nya, jangan panik ya. Kita berdoa semoga ga terjadi apa apa. Dan sebaik nya, semua penumpang harap memasang pelampung nya.

Annisa : bagaimana kita tidak panik pesawat kehilangan kontak.!!( protes salah satu penumpang )

Cahya : iya, tapi saya mohon jangan panik. Semua penumpang harap memasang pelampung nya.

Akhirnya semua penumpang menurut. Takdir sudah berbicara. Belum sempat mereka mengembungkan pelampung nya. Pesawat sudah menyentuh permukaan laut. Pesawat terpecah belah. Semua penumpang terpental. Termasuk cahya.

Kringgg ( HP rino berdering) Ia mengangkat Hp nya. Tertera nama teman satu maskapai nya, yang juga sahabat cahya. Farah.

Rino: Halo, Far. Kenapa?

farah: no.., cahya no. cahya...( Farah nampak terisak)

Mendengar nama cahya, Tubuh rino terasa menegang.

Rino: cahya kenapa, Far??

Farah : cah...ya hikss..hikss (farah menangis)

Rino : cahya kenapaa??!!!!

Farah menarik nafas nya.

Farah : Pesawat yang cahya tumpangi, hilang kontak,no. Belum ada kepastian dari pihak maskapai. Hiksss

Brukkk. Hp rino terjatuh. Dada nya sesak. Mata nya panas. air mata itu mulai menetes. Hati nya hancur.

Rino : Ga mungkinnnnnn!! (Teriak rino, histeris di dalam mobil)

Kini rino memang masih dalam perjalanan pulang, setelah mengantar cahya ke bandara. Sudah lumayan dekat dengan rumah nya. Ia membalikan kemudi nya. Kembali ke bandara, untuk memastikan.

Di bandara, terlihat banyak orang yang menangis sesenggukan. Mereka meratapi bagaimana keadaan keluarga mereka di dalam pesawat sana. Entah lah, hanya tuhan yang tau. rino terlihat menangis di sudut pojok bandara. Ia memeluk kakinya sendiri. Rino belum siap di tinggal oleh cahya.

Rino : cah, kamu dimana cahya? ( Gumam nya parau)

Tiba tiba, terlihat sosok perempuan yang sangat ia kenal. Itu Mama cahya.

Rino : Tanteee

Rino memeluk Mama cahya dengan sangat erat. Mengeluarkan semua kesedihan nya. Mereka menangis dalam pelukan. Sedangkan keadaan cahya, yang sedang terombang ambing di lautan luas.

Cahya : Ya allah, jika ini akhir dari segalanya. Aku titipkan keluargaku dan juga rino padamu. Tolong jaga mereka. Aku sayang mereka, ya all...ahh ( mata cantik itu tertutup)

Hembusan angin malam membawa roh cahya terbang bersama para bintang.

Nunut : Tenang ya, bu. Percaya, bahwa mukhzizat itu akan datang pada putri ibu. Ibu harus kuat. Agar putri ibu juga kuat. Bagi para keluarga korban, mohon tenang. Karna kami akan melakukan evakuasi secepatnya.

Rino mengantar Mama cahya ke rumah nya. Lalu ia bergegas pulang kembali ke rumahnya.

Di dalam kamar, rino merenung. Air mata nya kembali menetes. Mengingat kenangan kenangan indahnya bersama Cahya.

Rino : cah... Pulang cah, aku kangen kamu. Kamu ga boleh pergi cahya, aku masih butuh kamu.(Ucap nya parau)

Karena lelah menangis, ia terlelap dengan mata yang sembab.

Wushhh!

Cahaya putih itu begitu menyilaukan mata rino. Entah di mana ia sekarang. Taman yang begitu luas, dengan hamparan bunga-bunga cantik di sekelilingnya. Seseorang gadis nan cantik rupawan dengan dress putih yang melekat di tubuh nya, menghampiri rino. Ia tersenyum. Senyum yang selalu rino rindukan.

Dia cahya.

Rino : Cah...ya?

Mata rino berbinar. Sungguh cantik ciptaan allah didepan matanya itu. rino memeluknya erat. Sangat erat. Dan cahya juga membalas pelukan hangat itu.

Rino : Kamu pulang, sayang?

cahya merenggangkan pelukannya. Ia mengangkat wajahnya. Menghadapnya untuk melihat mata teduh rino.

Cahya : Iya, rino. Aku pulang. Tapi bukan untuk kembali. Aku pulang untuk berpamitan pada mu. (cahya menjelaskan tujuan nya.)

Rino : Mak.. Maksud kamu??( dengan suara seraknya )

Cahya : Papa ingin aku terbang bersama nya, no. Terbang jauh lebih tinggi, dari ketinggian yang pernah aku arungi. Aku ga pergi, aku hanya terbang lebih tinggi. Aku akan menjadi deretan bintang yang menerangi malam mu. Aku akan menjadi sang mentari yang menerangi siang mu. Jadi, kamu ga usah takut aku pergi. Karna sesungguh nya aku ga akan pernah bisa pergi dari hati kamu. Cinta ini membuat aku bertahan,no. Karna cuma kamu rumah ternyaman buat aku.(Cahya menarik nafas nya sejenak) Tolong jaga mama ya,no. Aku titip mama sama kamu. Aku percaya, kamu menyayangi mama seperti kamu menyayangi aku. Jaga dia baik baik, sampaikan pesan ku untuk nya.Aku menyayanginya, sangat menyayanginya (Air mata cahya terjatuh. Ia melanjutkan omongannya.) no, takdir kita untuk bersama di dunia telah selesai. Tugasku sebagai pramugari juga telah usai. Janji ku mendahulukan keselamatan penumpang telah ku lakukan. Meski itu mengorbankan nyawaku, namun aku bahagia. Karena setidaknya aku pergi dengan tenang.

Rino terpaku mendengarkan ucapan cahya yang begitu panjang. Ia memeluk cahya lagi, dengan begitu erat nya. Seolah tak menginginkan cahya untuk meninggalkannya lagi.

Rino : Jangan pergi... Hiksss

Cahya : Aku harus pergi, no. Aku menyayangi dan teramat mencintaimu. Dan cinta itu akan ku bawa bersama roh ku pergi ke surga.

Cahya menghilang. Seperti debu yang terbawa angin

Rino : cahyaaaaaaa!!!

Rino terbangun dari tidur nya. Ia menangis. Memeluk kaki nya.

Rino : Mimpi itu.... Hiksss hiksss.... Ja..nga...n... Per..gi..cah ( ucapnya sesenggukan)

Keadaan bandara siang ini masih di padati para keluarga dari korban pesawat yang dikabarkan jatuh di perairan selat Karimata. 

Air mata seluruh keluarga korban kembali berjatuhan. Menahan perih di hati mereka. Membayangkan keadaan keluarga mereka yang menjadi korban. Mama cahya sudah lumayan tegar. Meski belum sepenuh nya percaya, tapi ia mulai mengihklaskan kejadian ini. Lagi pula, ini memang resiko memiliki seorang anak yang berprofesi sebagai pramugari. Sedangkan rino, ia terus merenung diri di kamar nya. Ia belum siap kehilangan gadis kesayangan nya itu. Cahya merupakan sosok yang sulit di hilangkan dalam fikiran maupun hati nya. Ia terus berfikir mengenai mimpi nya semalam. Pertanda apa itu?

Salam sejahterah,

Arum kuslandari
Min,29 mei 2016

Puisi Dan Cerita SingkatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang