"Justin Bieber? Those fucking hot boy in our school?"
"Goddamn, can he stalk me too,meg?"
Aku tertawapelansambilterusmenyisirrambuthitamku, kukenakansweaterkubewarnaabu-abu serta skinny ripped jeans bewarna hitam.
"Ya and ya and no ariana" balasku pada ketigasahabatku yang sedangmembantukubersiap-siap untuk kencanpertamakudengan Justin. Meski ini hanya date as friends tapi aku sangatbersemangatuntuknya.
"Oh sepertinyateman kita satu ini sudah menyukai mystery boynya" godaValleriemembuatsenyumankusemakinmelebar, ronamerah pun menghiasipipiku.
*dingdong*
Kudengar bel rumahkuberbunyi dan itu pasti, Justin. Kuambil tas selempangkecil untuk memasukkanhandphone serta dompetku.
"Go, temui mystery boy mu itu" ujar Giselle mendorongtubuhku untuk keluar dari kamar.
"No, you mean temui mystery boy mu yang super hot itu" imbuh Ariana membuatkusemakinsalahtingkahsaja.
"Ok, bye guys!" Serukumelambaikantanganku pada merekabertiga.
"Good luck!"
"Have fun!"
"Don't forget to use condom!"
Aku tertawasangatkerassaatmendengarteriakan dari sahabatku itu, siapalagijikabukan Ariana siotakmesum. Lalu perlahan kubukapintu dan tampaklah Justin berdirididepanrumahkudengantampannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.