Lagi, kau berdiri di sana
Dampingi puteri sekolah yang cantik jelita
Tebarkan senyum yang tiada pernah kuduga
Akan terasa sakit saat melihatnya
Sementara aku tetap pada persembunyianku
Tak berani melangkah walau hanya sejengkal
Mencerna apa yang ada
Di ujung jalan tempat kau bersamanya
Ah, aku lupa
Aku bukanlah siapa-siapa
Tapi aku tak ingin berdusta
Kalau hati ini menjeritkan lara
24 Juni 2016
Harapku mulai tersapu deras hujan yang tak kunjung reda
KAMU SEDANG MEMBACA
Dalam Diam
PoetryHanya sajak sederhana Tentang dua anak manusia yang sedang dilanda asmara
