Chapter 2.

5.1K 493 10
                                        

Danger?

Flashback On.

Seseorang yang baru saja menciptakan sosok imagine itu merasa senang. Tapi ia tidak bisa melihatnya. Bahkan mendengar suaranya pun hanya samar-samar.

Mark..” panggilnya. Orang itu merasakan sepasang lengan memeluk pinggangnya. Bahkan ia dapat merasakan hembusan nafas seseorang dibelakangnya. Dia menolehkan kepalanya. Tidak ada siapa-siapa.

“Mark kau dimana?” panggilnya kembali, saat merasakan kepalanya tengah diusap dengan lembut.

“Apa itu kau? Mengapa aku tidak bisa melihatmu” lagi-lagi ia hanya bisa merasakan sentuhan itu.

Karna merasa kesal. Orang itu, Haechan. Menghapus Imagine yang baru saja ia buat. Dan ia berniat pulang ke apartemennya.

Sesampainya diapartemen. Haechan memulai aksinya lagi, membuat Imagine. Dalam percobaan ke 2 ia hanya bisa mendengar suaranya. Lalu menghapus Imagine tersebut. Ia mencoba lagi, dalam percobaan ke 3 ia bisa melihat sosok itu. Dia sangat tampan dan sempurna. Tapi itu tidak bertahan lama. Ia menghapusnya lagi. Dan di percobaannya yang ke 4. Sosok itu telah sempurna.

“Apa kau tidak lelah membuatku lalu menghapusnya?” tanya sosok Imaginenya.

“Kau berbicara padaku?”

“Tentu saja” Mark, Imagine yang Haechan buat menghampirinya  yang tengah bersantai diatas ranjangnya. Sosok itu mendekat lalu duduk di tepi ranjang.

“Apa kau nyata?” tanya Haechan sambil mencoba memegang Mark. Nyata. Ia dapat memegang sosok itu.

“Tentu saja aku nyata. Tapi yang perlu kau ingat, aku hanya dapat kau lihat” peringatan dari Mark tidak Haechan dengarkan. Ia asik dalam menatap Mark, Imagine yang menjelma menjadi pria tampan dan sempurna.

***

Tak terasa Mark menemaninya sebulan terakhir ini. Ya ia memanggilnya jika ia sedang dirumah saja. Tapi tidak kali ini, Haechan memanggilnya di tempat yang ramai, seperti saat ini di tepi sungai han.

“Mark~” seru Haechan saat melihat sosok didepannya. Lalu ia memeluk Mark dengan erat.

Ya, seperti yang telah di ucapkan Mark, dirinya hanya bisa dilihat oleh orang yang menciptakannya dan orang-orang yang juga memakai imagine. Jadi saat ini Haechan tengah menjadi pusat tontonan orang-orang yang menatapnya aneh padanya. Bahkan diantara mereka ada yang menghina atau mengganggapnya tak waras.

“Hai kau lihat anak itu? Dia manis, sayang gila..”

“Dia memeluk siapa? Bahkan tidak ada siapa-siapa disana”

“Aku kasihan dengannya”

“Ibu kakak itu kenapa?”

Haechan yang mendengar orang-orang membicarakannya pun segera melepaskan pelukannya dari Mark. Lalu menatap Mark dengan penuh tanda tanya.

“Mereka tidak bisa melihatku. Hanya kau dan beberapa orang saja” ucap Mark. Cukup sudah. Haechan merasa dirinya malu, ia pun berlari pulang ke apartemennya.

My Imagine [ JAEMJEN ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang