Chapter 4.

4.3K 396 4
                                        

If..

Semua yang berhubungan dengan hal hal aneh pasti ada sesuatu dibaliknya. Entah itu bantuan dari makhluk makhluk halus atau apapun sebutan untuk hal itu.

Hanya sebagian orang yang membutuhkan teman lah yang benar benar menggunakan aplikasi ini. Bahkan hanya sekedar ingin tahu pun ada juga.

***

“Yaak kau yang ada disana. Cepat bawa kemari!” teriak seseorang dari lapangan basket kepada seorang gadis yang berpakaian culun tak lupa kacamata bundar yang sering ia kenakan tengah berdiri disudut lapangan dan bola yang ada dikakinya.

Anak itu dengan patuhnya mengambil dan memberikan bola basket itu pada orang yang tadi melepar bola basket tersebut.

“Cepatlah menjauh dari sini dasar buruk rupa, aku tidak sudi melihatmu” ucapnya. Membuat orang yang ada disekitar lapangan itu tertawa terbahak bahak. Anak itu tentu saja malu. Ia pun lari ke arah perpustakan disekolahnya.

Diperpustakan..

“Kau tidak apa?”

“Aku tidak apa..” ucapnya itu terus saja menangisi kejadian yang baru saja ia alami. Ia menenggelamkan kepalanya di atas meja dengan buku yang menutupi wajahnya.

“Kenapa kau menangis? Bukankah aku selalu disampingmu?”

“Ya kau selalu disampingku. Menemaniku. Tapi kau hanya terlihat olehku saja!”

Tanpa ia sadari ada tiga orang yang melihatnya dibalik rak rak buku  sambil terus membicarakannya. Seiring dengan waktu berjalan, semua murid satu sekolahan tersebut membicarakannya, menghina, menganggapnya aneh dan membullynya.

Hal terakhir yang mengejutkan bagi satu sekolah tersebut mendengar kabar tentang anak itu keluar sekolah, orang tuanya mengurung dirinya dikamar dengan kaki yang diborgol. Dia tidak gila, melainkan ia butuh teman yang nyata.

.

.

.

MY IMAGINE
© Biescuit88

Chapter 4.
Enjoy!



Malam itu, Jeno tengah mencari lowongan pekerjaan di laptopnya. Sesekali ia mencatat alamat yang akan ia tuju. Bahkan dirinya sudah mulai dihinggapi rasa kantuk yang berat.

“Hah kenapa rasanya aku mengantuk sekali ya” lirih Jeno tak lama kemudian dirinya masuk ke alam mimpi.

Lagi, ini adalah ulah Jaemin. Lelaki tersenyum miring lebih tepatnya ia tengah menyeringai ke arah Jeno yang sudah ia buat tidur lelap. Ia mengusap bibirnya, membuat Jeno mengeliat karna ulah Jaemin.

Melihat posisi tidur Jeno yang dirasa tidak nyaman, Jaemin pun memindahkan ke ranjangnya. Jaemin tidak tega melihat Jeno yang tidur dengan posisi duduk dan kepala yang ia tenggelamkan di meja disamping laptopnya yang masih menyala.

Jaemin memilih tidur disamping Jeno. Ia memeluknya dan menenggelamkan kepala Jeno didadanya. Membuat anak itu merasa nyaman dan membalas pelukan Jaemin yang memang tak ia rasakan tapi Jaemin yang merasakannya. Bagi Jeno ia tengah memeluk gulingnya.

***

Pagi itu, Jeno yang masih malas tengah mendengarkan lagu dari ponselnya dengan earphone yang sudah terpasang ditelinganya. Sambil menghayati makna lagu yang sedang ia putar, lalu memejamkan matanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Imagine [ JAEMJEN ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang