Chapter 4

4.9K 400 74
                                        

Paska tenggelamnya Wonwoo, Yunho menjadi stress dan sedikit gila, mentalnya terganggu. Ia tidak fokus dalam pelayanannya. Walaupun Wonwoo hanyalah anak pungutnya, tetapi ia sangat menyayangi Wonwoo sudah seperti anaknya sendiri. Ingat sebuah fakta kalau Yunho tidak menikah.

Ia bahkan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Ia tidak menyangka anak yang begitu dikasihinya akan pergi secepat itu. Pergi bersama iblis yang akan memakai anak itu.

Yunho mengingat suara yang mengingatkannya untuk membiarkan Wonwoo. Yunho sedikit menyesal akan itu, seharusnya ia menolong Wonwoo tanpa peduli ia akan menjadi iblis juga atau tidak.

Jaejoong juga ikut sedih. Apalagi Mingyu, Mingyu menjadi kesepian karena tidak memiliki sosok teman baiknya lagi. Ah sungguh mereka bertiga merindukan Wonwoo. Dan tidak tau kabar Wonwoo sekarang bagaimana.

Flashback Off.

Wonwoo meneteskan air matanya. Ia mengingat semuanya. Ia ingat, Mingyu adalah teman spesialnya. Ia ingat. Matanya yang berkilat nafsu berubah menjadi sendu dan gelap. Mingyu terus menatap perubahan sikap Wonwoo.

"Wonwoo?" Panggilan Mingyu menyadarkan Wonwoo dari bayangan masa lalunya. Ia menatap Mingyu, mengelus pipi pastur muda itu lalu tersenyum.

"Kim Mingyu.." Wonwoo sadar, mata Wonwoo terbuka, ia adalah Wonwoo. Ia bukan iblis. Wonwoo adalah calon pastur penerus ayahnya seharusnya. Wonwoo mengingat semuanya.

Dada Wonwoo mendadak sesak, ia tidak tau itu pertanda apa. Ia menatap sayu kearah Mingyu, memberikan seulas senyuman lalu semuanya gelap. Ia pingsan.

***

Mingyu mengusap surai hitam Wonwoo dengan penuh hati hati, ia sudah menjaga Wonwoo yang pingsan selama hampir 3 jam dan ia masih menunggu pemuda manis itu siuman.

Mintyu membayangkan kembali mata Wonwoo saat menatapnya. Ada sedikit rasa kaget saat Mingyu melihat kilatan nafsu dimata Wonwoo menjadi sendu. Mingyu kembali membayangkan tatapan indah Wonwoo sebelum ia pingsan, sangat cantik.

"Eungh~" Wonwoo menggerakkan matanya, Mingyu kaget ia pun menarik tangannya dan menatap Wonwoo. "Eh? Sudah bangun?" Tanya Mingyu canggung, Wonwoo mengucek matanya sambil mengangguk kecil "hng~".

Sial.

Kerah baju Wonwoo sedikit melorot, memperhatikan leher putih nan mulusnya dihadapan Mingyu. Mingyu mencoba menahan hasratnya dengan menoleh kearah lain, ia tidak mau tergoda dengan pesona Incubus manis itu. Tidak mau.

Dan yang makin sialnya adalah Wonwoo menggenggam tangan Mingyu. Mau tidak mau Mingyu menoleh kearah Wonwoo, sehingga ia bertemu pandang dengan mata sayu milik Incubus manis itu.

"Ada yang ingin kukatakan" ujar Wonwoo. Mingyu menelan salivanya susah payah. "B-bicaralah" Mingyu merutuki mulut bodohnya dalam hati.

"Kau.. Apakah kau tidak mengingatku dimasa lalu?"

Mingyu menyeringit bingung,apa katanya?

"Hah?" Heran Mingyu. Wonwoo kaget, namun ia tetap dengan ekspresinya yang datar. Ia masih menunggu kelanjutan dari Mingyu.

"Siapa kau?" Tanya Mingyu.

DEG.

"..." Wonwoo terdiam, ia tidak menyangka Mingyu akan melupakannya begitu. Wonwoo menunduk, mungkin ia lebih baik tetap menjadi Incubus agar bisa terus bersama Mingyu walau suatu saat ia akan membahayakan Mingyu.

Sebenarnya Wonwoo sudah berpikir untuk menyerahkan dirinya agar ia bisa kembali dipulihkan menjadi manusia seperti awalnya. Namun pikirannya langsung hilang saat mengetahui Mingyu tidak mengenalnya.

Incubus [Chaptered]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang