He or Him?

226 6 5
                                    


Hampir 5 hari sudah laki-laki itu tak bisa dihubungi. Ponselnya tidak aktif, mungkin memang sengaja dimatikan sang pemiliknya.

"Dia tidak bisa dihubungi, kau tak tahu kemana dia pergi? Kau sudah mengenalnya selama 5 tahun kan?" Lelaki berkaos hitam dengan jas warna senada itu memberikan satu gelas kopi kepada gadis yang sedang melamun menatap jendela cafe.

"Kau bahkan sudah mengenalnya lebih lama dari aku Ji!" Gadis itu mendesah pelan. Jiyong, lelaki yang dipangil Ji itu menatap gadis dihadapannya.

Matanya masih sedikit bengkak juga sendu, kentara sekali jika gadis itu tidak baik-baik saja.

"Apa kita harus berbicara dengan orang tua kita? Kita batalkan saja perjodohan ini!" Ucapan Jiyong membuat gadis itu menatap Jiyong.

"Jika aku bisa melakukannya, sudah aku lakukan dari awal Ji!" Gadis itu kembali menatap jendela cafe monsant yang sedang didatangi mereka.

"Lalu apa rencanamu?" Jiyong menyeruput kopi dari gelas yang ia pegang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lalu apa rencanamu?" Jiyong menyeruput kopi dari gelas yang ia pegang.

"Kita lakukan saja Ji, urusan Seunghyun oppa nanti aku selesaikan jika ia sudah lelah untuk sembunyi!"

"Seulrin, kita sama-sama tersakiti dengan perjodohan ini. Tapi aku akan selalu berada disampingmu!" Jiyong menggenggam tangan Seulrin erat. Memberi kekuatan gadis yang dipanggilnya Seulrin.

"Ji, kau bahkan sudah disampingku sejak dulu!" Seulrin mengeratkan genggamannya.

Jiyong tersenyum akhirnya gadis ini mampu tersenyum kembali. Mereka memang dekat. Bahkan sejak Seulrin masih menjalin hubungan dengan Seunghyun. Jika Seulrin ada masalah dengan Seunghyun, ia selalu membagi masalahnya dengan Jiyong begitu pula sebaliknya. Mereka berhubungan baik namun tingkah mereka yang selalu bertengkar jika bertemu membuat orang-orang mengenal mereka anjing dan kucing. Tanpa Seulrin tahu hati Jiyong juga telah ditempati oleh Seulrin sebagian. Meski Jiyong berkali-kali menyangkal karena Seulrin adalah milik Seunghyun sahabatnya. Begitu pula Seulrin, tanpa sadar hatinya telah terbagi.

Air hujan membasahi jendela kamar Seulrin. Membuat jendela kamarnya menjadi berembun. Seulrin menatap jalanan dari jendelanya, masih hujan dan itu yang membuat Seulrin semakin tak mau keluar dari appartementnya. Matanya sudah tak lagi basah, mata sembabnya sudah tak nampak lagi namun hatinya menjadi bimbang.

Bunyi ponselnya membuat Seulrin mau tak mau beranjak dari jendela favoritnya. Nama Choi Seunghyun tampil di layar ponselnya. Ternyata dia sudah lelah sembunyi.

"Hmm, oppa!"

"Kau dirumah?"

"Ne!"

"Jangan kemana-mana!" Setelah itu terputus.

Sangat aneh, panggilan dari Seunghyun sudah berubah. Ia tak memanggilnya lagi dengan panggilan baby, chagy ataupun sweety seperti biasanya. Apa ia sudah menyerah?

HIM?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang