Dia berulah lagi! H-5 Harin!" Seulrin terisak, dadanya sesak. Ia merasa dikhianati lagi dan lagi kali ini justru menjelang pernikahan mereka.
"Itu kata media Seulrin! Kau tak mencari penjelasan dari dia?"
"Hiks... Aku lelah, lagi-lagi karena gadi...
Jarum jam menunjukkan pukul 00.30, namun aku baru saja menginjakkan kaki di rumah. Aku baru saja menyelesaikan lagu yang memang sedang kami garap untuk Blackpink. Hanya tinggal proses rekaman dan dengan semua personel blackpink besok.
Appartemen kami, aku dan Seulrin nampak gelap. Mungkin dia sudah tertidur namun aku masih mendengar suara seperti suara televisi yang sedang menyala.
"Aish, dia memang bandel. Sudah diingatkan jangan tidur larut, tapi tetap saja dilakukannya!" Omelku seraya menyalakan saklar lampu.
Nampak di sofa depan televisi, seorang wanita dengan perut yang sedikit mulai membuncit tengah bergelung memeluk bantal sofa bermotif floral itu. Cantik, meskipun ia tertidur kecantikannya tak pernah berkurang sedikitpun.
Aku berjongkok di depannya, menyingkirkan beberapa anak rambut yang dengan nakalnya menutupi wajah cantik wanita ini.
"Apa kau baik-baik saja chagy?" Ucapku seraya mengecup keningnya pelan. Ia menggeliat, wanita ini memang sensitif sekali jika tidur. Ada gerakan, suara sedikit saja ia bisa terbangun.
"Ji!" Aku menggelengkan pelan, baru saja tadi pagi dia berjanji memanggilku yeobo tapi lihat sekarang.
"Panggil yang benar chagy!" Kusentuh ujung hidungnya. Ia hanya memanyunkan bibirnya.
"Kau minta dicium?" Godaku, ia menutup mulutnya dengan tangan kirinya sedang tangann kanannya memukul lenganku. Aku hanya terkekeh melihat tingkahnya
"Yeobo, kau sudah pulang?" Seulrin, istriku bangun dengan sedikit susah payah. Kubantu dirinya duduk dengan tegak dihadapanku.
"Aku sudah ada didepanmu sayang, tentu saja sudah!" Dia ini kadang menggemaskan.
Ia memiringkan badannya menghadapku, menggelengkan kepalanya setelah sesaat menatapku.
"Sudah kubilang jangan memamerkan tubuhmu kesembarangan orang aku tidak suka!" Ia mengerucutkan bibirnya, memajukan tangannya untuk mengancingkan kemeja hitamku yang tadi saat di mobil sebelum naik ke appartemen aku buka sampai kancing keempat.
"Oh, ini tadi aku buka di mobil sayang. Gerah!" Aku memperhatikan ekpresinya. Ekpresinya ini macam-macam apalagi sejak hamil. Tingkah tomboynya, cueknya tertutupi dengan sifat manjanya padaku. Bawaan bayi kata Dami noona.
"Tetap saja tidak boleh! Kalau ada yeoja genit tetangga kita yang melihatmu bagaimana? Lalu dia menggodamu, kamu tergo..." Kulumat saja bibirnya untuk menghentikan imajinasi anehnya. Cerewetnya bertambah 2x lipat sejak hamil juga tingkat kecemburuannya.
Seulrin memukul dadaku setelah aku melepas bibirnya. Lihat bibirnya sedikit bengkak, bukankah ciumanku dahsyat?
"Kau ini ya, mesum!" Seulrin mencubit perutku yang juga sedikit membuncit. Ini gara2 istriku.
Kalau aku tak makan ia tak mau makan meskipun ia sedang ngidam banyak makanan. Lalu jika ia tak habis aku yang harus menghabiskan. Oh pasti Hwangsabu hyung akan menertawakanku. Hwangsabu hyungpun juga ikut libur melatihku karena Seulrin mengancamnya, jika ia melatihku maka aku tidak akan boleh menyentuh dia 1 bulan. Mana bisa aku tak menyentuhnya. Inilah yang disebut jika istri hamil maka suami juga hamil. Seungri sering menertawakanku. Begitu juga para personil bigbang lainnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.