Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi, rasa ini sering menghampiri. Ada apa dengannya? Mengapa akhir-akhir ini semuanya gelap. Apa lagi saat melihatnya, tubuh ini kaku, lidah ini kelu, dan jantung ini tidak pernah berhenti berdegup. Itu yang di rasakannya. Putus cinta bisa membuat segalanya yang pernah berwarna menjadi redup. Yang putih menjadi hitam. Dan yang mulanya nyata menjadi khayalan.
*Ellyana pov
"Ell!!" Suara bising yang menghampiri ku di koridor lantai 2 ini membuat telingaku ingin pecah. Ada apa dengan desy temanku yang satu ini. "Apa sih des?" Tanyaku dengan sedikit gusar. "Ada anak futsal lagi sparing tuh di lapangan, lo harus liat karena ada vino disana!!" Jawab desy dengan penuh excited. Tanpa aku menjawab tibatiba tangan desy sudah menarik untuk mengajak ku melihat ke arah lapangan. Huh sedikit sebal tapi mau gimana lagi, kalau sudah kemauan dia harus dituruti.
"Tuh liat ell ada vino disana. Behh keringetnya!! Hmm lo harus samperin dia dan kasih nih minuman."
"Ih lo apa-apaan si des gue nih hanya kagum, bukan suka apa lagi sayang."
"Yah tapi gak apa-apa siapa tau karena dia lo bisa lupa sama mantan lo yang jelek itu." Dan dia malah ketawa, dikira lucu kali ya.
"Udahlah gue cabut aja gak penting banget!" Dan tiba-tiba aku merasa ada tangan yang menyentuh ku, aku fikir itu desy. Ya aku langsung memarahinya "yah ampun gue laper gue mau kekann..." suaraku langsung terpotong saat aku menengok dan melihat siapa yang menggenggam pergelangan tanganku.
"Hey kalian mau kemana?" suara vino kapten futsal itu. Loh loh kenapa dia jadi pegang-pegang tanganku gini(?).
"Hah? Ini mau ke sana laper.. hmm" duhh kenapa jadi grogi gini gumamku dalam hati. Ya dia memang tampan. alisnya tebal, bola matanya coklat, putih bersih badannya, dan yang paling membuatku gemeteran dia wangi cowo yang bisa membuatku melayang. Kenapa aku jadi gila gini sih. Hm semua cowo sama, hanya manis diawal.
"Yaudah kalau lo laper ke kantin dulu aja, nanti selesai sparing gue langsung kesana." sambil berdecak pinggang dan senyum-senyum penuh arti.
"Hm oke deh vin, tapi lo lepas tangannya ell dulu kali.." suara desy membuyarkan seluruh lamunanku. Tapi bener juga sih kenapa dia gak lepas tanganku, dan kenapa juga aku malah diem aja.
"Eh iya lupa." Jawab vino grogi,tapi tetep ngejaga sifat coolnya. Huh cowo.
"Hem yaudah deh ya berhubung perut gue gak bisa diajak kompromi, jadi gue langsung ke kantin duluan. Bye vin." Masih cuek dan angkuh, yah lebih tepatnya gak mau kelihatan menye-menye dan lebay sih.
*pov
Akhirnya ell pergi duluan dan disusul oleh desy, hm segitu cueknya cewe ya kalau sudah patah hati. Ya memang cewe bisa di ibaratkan dengan kertas, bila sudah di lecekin gak bisa sama lagi. Gak bisa lurus, rapih, bahkan bersih lagi. Semua udah beda, udah berubah.
Ellya dan desy sudah berada dikantin, yang suasananya amat pengap dan sempit. Ditambah anak MOPDB yang baru menginjak bangku SMA.
"Ell lu mau makan apa?"
"Makan apa ya yang enak, mie ayam boleh deh. Yang pesen lu apa gue?"
"Lu aja deh ell, gue mager penuh gitu." Kebiasaan desy gini nih mau penuh atau sepi tetap saja ell yang pesan.
"Oke dehh, seharusnya gue gak usah nanya ya dan akhirnya gue juga yang jalan." buru-buru ell langsung menyambar tempat mie ayam, memang penuh tapi ia serobot. Hehe terserah mau dikata apa. Gitu kata ell.
Saat mereka lagi fokus makan tiba-tiba ada reno dan viola dateng bawa makanan, berhubung meja kita aja yang kosong reno dan viola duduk bersamaan tanpa basa basi seperti orang tak kenal. Reno ini mantannya ellya, mereka baru putus kira-kira 2 bulan lalu. Tapi reno udah jadian aja sama viola. Ternyata ada udang dibalik batu.
"Gue udah abis nih udah yuk langsung ke kelas." Suara ell memecah keheningan diantara desy, reno, dan viola. Dan mata reno langsung menatap ell. Ell membuang muka refleks. " yaudah yuk gue juga udah kenyang, tiba-tiba panas gini udaranya." Desy mulai cerocos gak jelas.
Mereka berdua langsung pergi berangkat ke kelasnya, meninggalkan reno dan pacarnya. Viola gak pernah membalas perkataan yang keluar dari mulut desy. Menurut viola ellya hanya masa lalu reno, dan semua orang pasti punya masa lalu. Andai saja terlintas dalam benaknya bahwa ia pernah mematahkan hati yang sangat utuh. Merusak mimpi seseorang yang akan menjadi nyata, andai.
Jam sudah menunjukan pukul 15.30 WIB. Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 30 menit yang lalu tapi ellya masih berada di depan gerbang sekolah. Entah ia menunggu siapa. "Ell kamu nunggu siapa?" Suara pak satpam membuyarkan lamunan ell, sepertinya ia sedang gelisah. Sangat gelisah.
"Hm aku nunggu angkot pak, dari tadi kenapa gak ada yang lewat ya?" Jawabnya sambil tetap melihat ke arah jalan. "Macet mungkin neng, lagian biasanya juga neng ellya di jemput?" Tanya pak satpam.
Dan saat pak satpam dan ellya sedang asik berbicara, motor dengan bunyi berisik lewat depan ell dan pak satpam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Berlalu
RomanceTidak akan ada pelangi sebelum ada hujan. Tidak akan ada senyum sebelum ada tangis. Semua itu harus dimulai dari yang pahit. Manusia harus ikhlas bila ingin menuju masa depan. Karena apa? Karena seseorang tidak akan menuju masa depan bila membaw...