~ Liz, sapaan akrab Lizzie, terbangun oleh terpaan angin kencang yg membuat tubuhnya menggigil. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya berbaring di atas butiran-butiran benda yg dikenalnya sebagai pasir. Alangkah terkejutnya saat ia mendapati dirinya tak mengenakan sehelai benang pun. Ia melotot, ternyata sirip yg sangat dibanggakannya lenyap dan digantikan sepasang kaki yg tak kalah indahnya. Ia mengingat apa yg telah terjadi sebelumnya, Raja Neptune, ayahnya, telah menyihirnya tinggal di dunia manusia utk membenarkan mannernya. Tapi, bagaimana bisa ayahnya meninggalkan dia dgn keadaan yg sangat menyedihkan? Ia tak habis pikir. Ia pun duduk dia atas pasir yg mulai memanas dan menemukan sehelai mini dress yg sama dgn warna siripnya dulu-warna tosca- lengkap dgn sandal summer.
" nice outfit" gumamnya dgn segera memakai pakaiannya. " dan kemana aku harus pergi? Arrghh, mengapa sih aku harus menerima nasib seperti ini" ia menggerutu sambil mengacak rambutnya asal. Ia pun mulai berdiri dan mencoba berjalan, ia meringis " aww, apakah dongeng yg pernah kubaca itu benar? Ini seperti berjalan di atas duri-duri yg sangat tajam, bagaimana aku bisa jalan?" ia berjalan seperti orang pincang
" hey, need help?" sebuah suara membuatya mendongak. Seorang manusia dgn rambut coklat tua panjang dan kulit yg terbakar berdiri di depan Liz dgn sebuah papan selancar.
" yeah, dan kenapa benda kecil ini sangat tajam?" tanya Liz tertatih. Gadis dgn rambut coklat itu hanya menaikkan alisnya.
" hey btw, I'm Elle, and you?" gadis itu mengulurkan tangannya.
Liz menyambut tangan gadis itu " I'm Liz, nice to know you" jawab Liz acuh
" and Liz, where r u from?"
" I'm from the bottom of the ocean, Atlantis" ucap Liz masih acuh
Elle menganga " R u kidding me? Don't tell if you are a mermaid" jawab Elle dgn nada mencemooh
" I'm not kidding, and yes I'm a mermaid" Liz menghentikan langkahnya dan berkacak pinggang.
Elle tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya dan papan selancarnya sudah berada di atas pasir. Liz melotot sambil berkacak pinggang melihat kelakuan Elle.
Liz tak tahan lagi " hey listen! Aku dituntut utk memiliki attitude yg benar dan kuharap kau bisa membantu, aku juga butuh tempat tinggal"
Elle berhenti tertawa dan menyeka air matanya " K, princess of the ocean, first you must tell me what happened, setelah itu kita bisa ke cottageku" elle duduk diatas papan selancarnya dgn menyilangkan kaki. Mau tak mau Liz pun ikut duduk.
Liz menghela napas panjang, " semalam, King Neptune, ayahku marah besar karena aku tak mengikuti acara makan malam yg mengundang penguasa-penguasa dari seluruh lautan, aku sebagai anak sulung ditunjuk utk menghadiri acara itu tapi aku malah bermain lempar kerang bersama teman lumba-lumbaku, ayahku tak bisa menolerirku karena yg menghadiri acara itu adalah 3 adik-adikku yg masih kecil dan mereka membuat kekacauan, ayahku meyalahkanku dan menyihirku ke dunia ini sampai waktu yg tak terbatas, ayahku bilang sampai ' sampai kau benar-benar mempelajari tata krama, baru ayah akan mengembalikanmu ke sini lagi' mungkin ayah sudah tak bisa membendung amarahnya kepadaku karena aku sering membuat onar. Dan sisi positifnya aku bisa bebas melihat dunia luar" celoteh Liz panjang
" bagaimana aku bisa percaya kalau kau mermaid sungguhan?" Elle yg dari tadi melongo pun berkomentar
Liz meraba lehernya dan mengeluarkan sebuah necklace " kau lihat necklace ini" necklace itu berbentuk kerang yg dapat dibuka seperti liontin. Liz membukanya dan terlihatlah sebuah sinar yg membentuk sebuah gambar istana bawah laut. Gambar seperti animasi itu memperlihatkan aktivitas-aktivitas para mermaid. Mata Elle berbinar karena sebelumnya tak pernah ia melihat mermaid dgn mata kepalanya sendiri. Walaupun gambar itu terlihat seperti rekaman, Elle percaya kalau mermaid itu real. Liz menutup necklacenya dan tersenyum penuh kemenangan.
Liz tersenyum lebar, " kau percaya kan?" Elle mengangguk cepat dan langsung menarik tangan Liz " hey kalian juga berbicara bahasa manusia ya ?" tanya Elle
" FYI, kita ini semuanya sama hanya saja kami tinggal di bawah laut sedangkan kalian tinggal di tempat terkutuk ini" cemooh Liz. Elle hanya mengedikkan bahu, tak terlalu memikirkan omongan Liz.
Liz menerawang " hmmm, sepertinya dunia kalian tidak terlalu buruk juga" Liz tersenyum kepada Elle yang tersenyum balik.
" and and and this is my cottage, welcome to my world" Elle merentangkan tangannya lebar-lebar seakan ingin memeluk angin.
Liz terbelalak " whooaa, cool, simple but beautiful, I love this" " I'm gonna like this place" tambah Liz.
" Welcome to our place, our world, and our new journey" ucap Elle dengan tulus. Liz terharu karena Elle sudah menyebut diri mereka dengan kata 'our'. Tidak pernah ia merasakan hal semanis ini sebelumnya.
" aku pikir ini tak akan menjadi buruk. This is my fate, dan aku harus menjalaninya, oh ya orang tuamu mana ?" tanya Liz.
" well, karena aku sudah berumur 17 tahun, orang tuaku memperbolehkanku tinggal di cottage mereka dan aku punya kedai ice cream di sini, jadi sebagai ganti sewa cottageku, kau harus bekerja untukku" jawab Elle sontak membuat Liz melotot.
" what? Jadi pelayan? No problem, asal aku punya tempat tinggal"
Elle tersenyum penuh kemenangan, " deal?" Elle menjulurkan tangannya
Liz menyambut ulur tangan Elle, " deal!" " kau bilang tadi kau berumur 17 tahun? Aku saja sudah berumur 117 tahun"
" ur kidding me, yah mungkin menurut tahun manusia kau juga masih berumur 17 tahun" sahut Elle. Liz hanya menggaruk kepala.
Liz mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dan menatap sekelompok manusia yang sedang memainkan sebuah benda bulat yang dia sendiri tak tahu namanya. Ia hanya bingung, ia tak tahu harus mulai dari mana.
" Liz! Ayo aku akan mengajarkanmu bermain volley" teriak Elle dari tempat sekelompok orang yang bermain volley. Liz berlari menuju tempat Elle berada meskipun kakinya merasa sakit. Ia berjanji pada diri nya tidak akan menyia - nyiakan kebaikan Elle dan akan membalas budinya di hari - hari yg akan datang.
Mungkin utk saat ini, ia hanya mengikuti arah angin di tempat ia berpijak. Di mana angin ini berhembus, di situlah ia berada. Hanya utk saat ini saja.
And here their adventures begin. . . . . .
~ ~ ~ ~
To be continued. . . . Don't miss it guys ;) ;) ;)
Please leave ur votes and comments-if you want to-
Hope you like it <3 <3
KAMU SEDANG MEMBACA
My Fate, My Adventure (On Hold)
AventuraLizzie, seekor mermaid yg dikirim ke dunia manusia utk belajar tentang attitude yg sama sekali tidak dimengertinya. Di Atlantis-tempat para putri putra duyung tinggal- Ia dikenal karena kebrutalannya. Padahal, ayahnya mempunyai kedudukan sebagai Raj...
