HAPPY READING 😊😊😊😊
Bagian 3
~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~
Laura menghempaskan tubuh lelahnya kekasur. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya.
Para siswi disekolahnya selalu bertanya kepada Laura mengenai Hoshi maupun Woozi. Bahkan ada yang rela menunggu didepan kelas Laura ketika bel istirahat baru berbunyi dan setelah itu mengikuti kemanapun Laura hanya untuk mendapatkan informasi kedua pemuda tersebut.
"Aku harus menyuruh mereka berdua membuat acara khusus tanya jawab dengan siswi disekolah."ujar Laura kepada dirinya sendiri.
Tiba-tiba Laura merasa sangat mengantuk. Dia bahkan tidak mengganti seragamnya dan enggan merubah posisinya sekarang, menghadap kepala tempat tidurnya, yang menurutnya nyaman itu. Dan dia sudah masuk ke alam mimpinya.
***
Laura merasa ada yang menepuk pipinya. Tapi dia enggan membuka matanya. Rasa kantuknya lebih besar. Dia hanya menggeser tangan usil itu lalu mencari posisi yang aman lagi untuk tidur.
Nafas gadis itu kembali teratur.
"Bangun pemalas."
Laura tersentak mendengar suara itu. Seingatnya dia berada dikamarnya. Dia lelah lalu berakhir diranjang kesayangannya.
Dia mengalihkan pandangannya kebawah dan dia melihat ada selimut yang menutupi tubuh mungilnya itu. Seingatnya dia tidak memakai selimut.
Pikirannya mulai mengarah kehal negatif. Ditambah lagi tadi ada suara pria. Tetapi dia kenal dengan kamar ini. Ya kamarnya.
Dia menoleh ke kiri dan matanya bertemu dengan mata 10:10 itu lagi. Laura terpana melihat bola mata Hoshi. Entah kenapa Laura merasa tenang dan nyaman.
"Aku tau mataku indah tapi sekarang kau harus segera mandi Laura. Semua menunggumu dimeja makan."
Laura terkejut mendengar perkataan Hoshi. Diapun melihat jam yang terletak diatas meja belajarnya. Matanya terbelalak kaget melihat jarum jam menunjuk ke arah angka 6. Itu berarti dia sudah tertidur selama 4 jam.
"Ya! Sejak kapan kau dikamarku?"seakan baru terkumpul kesadarannya, Laura memekik kaget mengetahui bahwa Hoshi berada dikamarnya.
"Haruskah aku menjawabnya?"Hoshi bertanya balik dengan ekpresi santai andalannya.
"Ya!! Kau sangat menyebalkan. Sekarang keluarlah dari kamarku."Laura bangkit dari kasurnya dan berusaha mendorong tubuh Hoshi agar kelaur dari kamarnya.
Tidak tega melihat Laura yang berusaha keras mendorong tubuhnya, Hoshi mengangkat kedua tangannya seperti pencuri yang menyerah kepada polisi. "Ne ne ne aku akan keluar. Cepat turun ya," suara Hoshi melembut dan dia mengelus kepala Laura. Dan setelah itu dia meninggalkan Laura yang mematung setelah menerima perlakuan manis Hoshi.
***
Laura telah selesai membersihkan badannya. Dan sekarang dia sudah duduk diantara Woozi dan S.Coups. Niat awalnya dia ingin duduk ditempat biasa dia duduki dibangku meja makan tersebut. Tapi jika dia duduk disitu maka dia akan bersebelahan dengan Hoshi dan itu tidak bagus untuk kesehatan jantungnya.
"Ra, kok tumben duduk disitu?"tanya Mauren heran. Dia sudah hapal betul tempat duduk favorit putri semata mayangnya itu, yaitu disamping kiri suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First
أدب الهواة"Dia yang pertama membuat aku jatuh sejatuh jatuhnya. Apakah aku sejahat itu sehingga aku mendapatkan karma seperti ini?" Stephanie Laura "Kau tidak jahat Princess. Keadaan yang jahat. Bangkitlah. Jangan biarkan wajah jelitamu dibanjiri air asin itu...
