Ingin tahu ceritaku dimana aku mendapatkan kekuatan shinigami (dewa kematian) ini. Akan ku ceritakan.....
************ "Selamat pagi ichigo" teriak isshin kurosaki atau dibilang ayahku satu-satunya orangtua yang ku punya
"Uuaaaamm,, eoh" cuekku tanpa memperdulikan ayahku sedang memaksaku untuk tersenyum
"Ayah sudahlah, aku capek" gerutuku namun ayahku dengan keras kepala malah ngejekku
Bughhhh!!!
"Arhhh akhirnya bisa tenang juga" ucapku mengipas-ngipas kedua tanganku dan ku lihat ayahku tempel di tembok karena ulahku. Memang kebiasaanku melakukan ini kalau setiap pagi, tapi ayah tidak mempermasalahkan malah ini hanya ke konyolan saja.
"Kak, aku buatkan makanan spesial untuk kak" sopan karin kurosaki (adik ichigo kurosaki tentu nya)
"Terimakasih karin" senyumku
Dan ku lirik adik sebelahku yang tomboy itu yuzu kurosaki"eh? Mana sopan santunmu yuzu"
Hening...
"Dasarkebiasaansekali" batinku
"Baiklah anak-anak, ayah berangkat kerja dulu, ichigo jangan pulang terlambat kasian adik-adikmu okey"
"Baik ayah"
"Hati-hati ayah" ucap karin
"Hm"
** #high school jepang
"Selamat pagi ichigo" sapa inoue serta sado sedangkan ishida jangan di tanya benar-benar dingin dan super cutek
"Hm pagi juga" senyumku
"Ah, sepertinya kita akan terlambat pulang ichigo"
"Ah? Kok bisa" ku terkejut perkataan inoue
"Hm, katanya kita ada jam tambahan" tambah sado
"Ya ampun, aku sudah janji pada ayahku agar cepat pulang, karena rumahku kan cm adikku saja" gerutuku
"Mau bagaimana lagi?" ucap ishida
"Dasar jutek" umpat ku
"Apa kau bilang?"
"Hem tidak ada kok ishida" gugup ku
SKIP
Rukia kuchiki dan renji abarai adalah shinigami (dewa kematian) yang di tugaskan oleh atasan bahwa di dunia manusia akan ada hollow (monster jahat yang memakan arwah)
"Renji, kau kesana dan aku arah kesana" perintah rukia memberikan tugas masing-masing
"Baik rukia, jaga dirimu" ucap renji
Wuushhh.... Renji pun sekejab menghilang dan tinggal rukia diam mencari aura hollow
** Malam pun tiba...
"Ah akhirnya bisa pulang juga, melelahkan sekali" gerutuku aku berjalan sendiri dan tidak bersama sahabatku karena kami beda jalur, ku lihat tiang listrik dan di sebelah nya ada anak kecil sedang menangis.
Ngomong-ngomong aku memiliki kekuatan spiritual yang bisa melihat arwah, entahlah mungkin ini keturunan ibuku.
"Hei, kenapa menangis?" tanyaku
Anak kecil itu menongakan kepalanya "kak,tolong aku ada monster raksasa sedang mengincarku hiks hiks"