09 - if we love,maybe?

730 55 7
                                        

"Aku mencintaimu seperti aku akan kehilanganmu.
Karena kutau hatimu tak sepenuhnya untukku,bisa saja kapanpun kau mau,kau pergi menghilang seperti angin dan menyisakan porak poranda
Dihatiku" - Oh Yuju

"Satu banana split"

Seorang gadis tengah berada di sebuah cafe yang tak jauh dari Seoul performance art school.gadis itu masih mengenakan seragam sekolah seraya memainkam gadget nya,di blezer seragamnya terdapat name tag dengan tulisan Yuju.

Gadis yang diketahui nernama yuju itu terlihat sangat asyik dengan game di ponsel pintarnya hingga seorang pelayan tampan(?) menghampirinya.

"Ini pesanan anda nona"ucap sang pelayan.

"Terima kasih,bisa temani aku sebentar.. Sungyeol"

"Aku sibuk..."

"Hey ada apa dengan wajahmu?kau benar benar terlihat seperti orang yang frustasi"

"Aku memang frustasi,bahkan aku hanya sempat tidur 2 jam karna kerja part time dan sekolah ku"

"Kalau begitu berhenti saja bekerja.lagipula kau adalah anak dari konglomerat"

"Hidupku tak semudah itu yuju,kukira kau tau jelas bagaimana hubunganku dengan ayah nya sehun hyung"

"Bagaimanapun 'dia' kan ayahmu juga bodoh"
"Bahkan seekor anjing yang tak ber akalpun akan menyayangi anaknya, apalagi manusia,Benar bukan?" tambah yuju.

"Jika begitu berarti 'dia' lebih hina dari anjing"
"Aku lanjutkan pekerjaanku dulu,silakan nikmati makanan anda nona"

Sungyeol melangkah meninggalkan yuju, wanita itu menatap punggung sungyeol yang semakin menjauh dari pandangannya.

Kadang ia heran,bagaimana bisa seorang ayah tega menelantarkan anak nya hanya karena anak itu adalah anak dari wanita simpanan nya,Yuju benar benar kagum dengan bagaimana sungyeol bertahan hidup sendirian tanpa bantuan siapapun yeah kecuali sehun tentunya karena sehun-lah yang selama ini menggantikan ayahnya untuk memberikan kasih sayang pada adik nya itu.

Yuju benar benar kagum akan sosok sungyeol,bagaimana mandirinya anak itu.Di usianya yang masih sangat muda ia bahkan bisa bekerja part time sepulang sekolah dan membayar biaya hidup nya sendiri,meskipun begitu banyak kerja part time yang dijalaninya,prestasinya disekolah pun bahkan tak pernah menurun.Benar benar calon orang yang akan sukses hidupnya di masa depan,karena dia pekerja keras.

"Sudah lama menunggu?"

Seseorang menghampiri yuju,

"Tidak juga,kau mau memesan sesuatu?"

"Tolong pesankan aku vanila coffe saja"

"Baiklah,tunggu"

Yuju memanggil pelayan dan mengatakan pesanan tadi pada si pelayan.

"terima kasih sudah mau menjemputku disini"

"Tak masalah,akan kujemput kemanapun"

"Kemanapun?!benarkah itu?jika aku minta jemput di luar angkasa,apa kau juga akan menjemputku?"

"Tentu saja"

"Tentu saja apa?"

"Tentu saja tidak" sehun tersenyum samar melihat wajah cemberut yuju.

Senyuman samar yang bahkan seorangpun tak dapat melihatnya hanya dengan sekilas.

Apa aku tersenyum?-sehun

***

Sehun dan yuju berjalan-jalan di tepian sungai Han menikmati indahnya Angin Sore,setelah pulang dari kafe tadi yuju mengajak Sehun untuk berkencan pertama kalinya ditempat kesukaannya yakni Sungai Han.entah kenapa yuju sangat menyukai tempat ini.

Mereka menikmati sore yang damai dan diselingi dengan keheningan

Suasana yang cukup akrab bukan?

***

"Jadi kapan ujian akhir mu akan dilaksanakan yuju?" tanya wanita paruh baya yang dikenal yuju sebagai ibunya

Mereka bertiga-sehun-yuju dan ibunya yuju tengah menikmati makan siang bersama di kediaman keluarga kim.

"Minggu depan eomma"

"Minggu depan?wah kau harus belajar dengan baik yuju jangan membuat malu suamimu jika sampai nilaimu jelek ah apakah aku harus mendaftarkanmu untuk ikut les privat ditempat temanku agar nilaimu tidak anjlok?
Sepertinya ide bagus iyakan sehun?"

Sumpah demi apapun

Ikut les privat LAGI?!oh sungguh belajar selama kurang lebih 10 jam disekolah ditambah pelajaran tambahan yang seringkali membuatnya pulang malam saja sudah membuat kepalanya berasap.

Dan sekarang omong kosong apalagi yang dibicarakan wanita paruh baya ini?
LES PRIVAT?!Hell no!!!

Yuju melirik kearah sehun berharap lelaki yang berstatus suaminya itu mau membujuk ibunya agar tidak
Menyuruh yuju untuk mengikuti les privat bodoh begitulah yuju menyebutnya

Namun lelaki itu -sehun samasekali tidak bergeming bahkan melirikpun tidak

"Itu ide bagus" mata yuju terbelalak kaget hampir saja
Ia tersedak ludahnya sendiri saat kata kata menyebalkan itu keluar dari mulut manis suaminya

"Tapi kurasa yuju tak membutuhkannya eomma;aku sendiri yang akan mengajarinya,jangan camaskan soal nilainya"

"Ah baguslah kalau begitu sehun,eomma jadi tidak khawatir nilai nya jelek lagi"

Entah yuju harus bahagia ataupun merana sekarang

Tapi les privat dengan guru setampan sehun tanpa harus membayar biaya les privatnya
Sepertinya bukanhal yang buruk.

Of course cause he is perfect teacher and no one girls can't fall in love when they looked oh Sehun?acctualy if that girls abnormal of course.

Oh sehun

he was handsome?yes,

Charismatics?alright.

Cool?of course.

sexy?hell yeah

Tetapi tidak ada manuasia yang sempurna bukan?begitupula oh sehun.

Dia tak sesempurna yang kita lihat,benarkan?

"Kalian menginapkan?Eomma sudah menyiapkan kamar,istirahatlah"

"Baik eomma"

Sehun dan yuju melangkah menaiki satu persatu anak tangga dengan beriringan.

Dan sekarang,dikamar bernuansa serba putih itu keduanya terdiam.

Sehun memilih berkutat dengan puluhan berkas yang menanti untuk dikerjakan sedangkan yuju,bingung ingin melakukan apa sampai akhirnya memutuskan untuk membaca setumpuk novel yang baru dibelinya kemarin.

Sehun yang tengah asyik dengan laptop nya melirik sekilas ke arah tempat tidur

Dilihatnya gadis itu tengah asyik dengan dunia imajinasinya

"Seharusnya kau membaca buku pelajaranmu,bukan bacaan tak jelas seperti itu.
Ujian akhirmu sudah didepan mata"

"Sebuah kertas tidak akan dapat menentukan akan jadi apa aku.jadi,lupakan
Saja."

Dan satu malam ini dihabiskan dengan aksi saling acuh yang tiada habisnya



tbc

I Love My SaemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang