Chapter 4

64.9K 2.9K 35
                                        

"Kok gak bisa di buka sih?" Ucap vano

* bayangin orang narik pintu sekuat kuatnya, tapi gk kebuka (gunakan imajinasimu teman)

Akupun langsung menghampirinya yang sedang berusaha membuka pintu tersebut

"pintunya kenapa kak?" Tanyaku

"Pintunya gak bisa ke buka" jawabnya dengan wajah panik begitu pun dengan ku

Masalahnya itu, ini udah malam udah hampir jam 9 dan aku belum pulang ke rumah

aku takut bunda nyariin

"Terus gimana dong kak?" Tanyaku dengan nada panik mungkin sebentar lagi aku bakal nangis

"Mau gimana lagi? kita ke jebak" balasnya pasrah

lalu aku mengambil handphone ku di dalam tas berniat untuk memberi tahukan bunda kalau aku kejebak di aula sekalian aku akan mencoba menelpon fina lagi

Tapi niat hanya tinggal niat, batrai hp ku sudah habis

ARGGGHHHH

"gimana ni?" Gerutuku, lalu aku kembali duduk di kursi tempat ku sebelumnya yang di susul kak vano

"Kak? Panggil ku memecah keheningan

"Hmmm?" Balasnya

"Gua boleh minjem charger hp gk?"
Kataku " batrai gua abis, gua mau ngasih tau bunda kalau gua kekunci di aula" jelasku

Aku mendengar hembusan nafas kasar dari kak vano lalu dia menunjukan hp nya di depan wajahku

"batrai gua juga habis dari tadi dan gua ga bawa charger makanya gak gua cas" ucapnya

Aku merasa udah ga ada harapan lagi selain tidur di sini sampai pagi

💡

"Oh iya" teriak ku girang karna aku pikir aku mendapat jalan keluar dan berhasil ngebuat kak vano kaget

"laptop kak vano kan ada contact siapa kek kak kak vino gitu" usulku dengan semangat 45

tapi semangat itu cuman tahan gak sampai semenit pasalnya kak vano gak punya kuota internet dia ngerjain tugas Osis tadi juga pakai Wifi sekolah dan Wifi sekolah udah mati sejak kak vano berhenti ngerjain tugasnya

jadi kami harus nerima kenyataan kalau kami harus tidur di aula untuk malam ini

Aku harap gak terjadi apapun dalam semalam ini karna jujur perasaan ku gak enak banget

Tlak

*anggap bunyi saklar jatoh ya

"Akkk" pekik ku karna seketika ruangan ini gelap gulita,

"Kak vano" lirihku mencari keberadaan laki laki yang terjebak di aula ini bersamaku

"Gua di sini, lu di mana sih?" tanyanya

"Kaka di mana?" Tanyaku lagi

"julurin tangan kaka, biar aku yang nyari"

"Ya udah" balasnya

"Dapet" ucapnya lagi setelah tangan kami bersentuhan

"Dapet" ucapnya lagi setelah tangan kami bersentuhan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
YOUNG MARRIED COUPLES (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang