Tetaplah begini, aku tidak akan mengganggumu dan aku berharap kau juga tidak akan menggangguku.
Diam saja. Mari kita pelan-pelan saling melupakan. Tolong jangan melangkah maju kearahku karena aku juga tidak akan melangkah maju kearahmu.
Kau masih boleh memperhatikanku, begitu juga aku.Lihat? Kita masih berhadapan kan? Aku yakin kau masih memandang kearahku tapi dengan pembatas jarak yang tidak punya hubungan apa-apa lagi.
Kau lihat? Kita sangat dekat, tapi ini terasa jauh.Ini sangat sulit bagiku. Aku selalu berbohong saat berkata aku bisa melupakanmu dengan mudah. Tidak ada orang yang siap untuk kehilangan sayang.
Aku merindukanmu.
Ingat, kau masih boleh melirikku karena aku sampai saat ini masih melirikmu.
Tapi dengan catatan jangan sampai mata kita bertatapan, karena aku takut akan mengenang rasa itu lagi.Aku takut mengingat kenangan itu lagi. Kenangan yang tidak bisa kembali lagi.
Kau boleh lebih dulu melangkah jauh lebih mundur dariku, tapi aku tetap mundur secara perlahan sambil memperhatikanmu.
Sampai akhirnya aku di titik paling ujung dan sudah siap untuk kehilanganmu, tidak mengingatmu, tidak mencintaimu, tidak menyayangimu dan tidak takut untuk melihatmu bersama orang lain.
Saat itu juga aku akan berbalik arah dan tidak lagi memandang kearahmu karena saat itu kau sudah berada dibelakangku, bukan di hadapanku.
Terima kasih.
