the reality

13 2 2
                                    

Setelah dari ruangan dokter Angga, Nadia dan galih kembali keruangan riki.

Di tengah perjalanan menuju ruangan riki mereka bertemu dengan Sandra yang baru saja kembali ke rumah sakit dengan azka yang berada dalam gendongannya, sontak saja baik Nadia maupun galih langsung menghampiri Sandra.

" Hai sal, hai juga cucu Oma yang paling ganteng." Ucap Nadia sambil mencium gemas pipi azka.

" Hai juga Oma!!" Balas Salma dengan suara seperti anak kecil, mereka yang mendengar itu pun sontak saja terkekeh pelan.

"ngomong-ngomong mas dan mba habis dari mana?" tanya salma.

"Kami habis dari ruangan dokter angga." jawab galih

Salma langsung memucat ketika mendengar itu.

"Apakah terjadi sesuatu?" tanya salma kawatir.

Galih dan nadia saling berpandangan, kemudian galih menghela napas panjang, matanya memandang lekat kepada salma.

" riki sudah siuman..." wajah salma langsung berubah tersenyum ketika mendengar itu, tapi senyum itu langsung menghilang ketika galih melanjutkan perkataannya,
" tapi dia mengalami amnesia dan sebagian memorinya hilang, lebih tepatnya memorinya 10 tahun kebelakang yang hilng."

Salma yang mendengar itu sontak saja membelak tak percaya, dengan takut-takut dia memberanikan dirinya untuk bertanya.
" apakah itu artinya dia tak mengingat soal pernikahannya, dan juga azka?" galih hanya dapat menganggukan kepalanya dengan lesu.

"Bolehkah aku ikut menjenguknya?" tannya salma, galih dan nadia tersenyum mendengarnya.

" tentu saja bagaimana pun kau adalah ibunya juga." jawab nadia dengan senyuman.

***
Riki pov

Aku duduk termenung di ruangan ku dan menatap kosong ke arah jendela, sungguh aku benar-benar bingung dan bosan saat ini.

Aku bingung sebenarnya apa yang terjadi hingga bisa ada di rumah sakit. Yang aku ingat adalah aku baru pulang sekolah dan tertidur di kamar ku, tapi kenapa saat aku bangun aku sudah berada di rumah sakit sebenarnya apa yang terjadi pada ku. Semakin keras aku berpikir malah semakin sakit rasanya kepalaku, tuhan sebenarnya apa yang terjadi dengan ku.

Lama aku berfikir lalu ku dengar suara pitu ruangan ku di buka, aku langsung mengalihkan pandanganku. Ku lihat orangtuaku masuk lalu di belakang nya ada seorang wanita seumuran ibuku datang bersama seorang balita yang mungkin berumur satu tahun lebih.

"Hay sayang maaf kami baru kembali." Sontak aku mengalihkan pandanganku ketika aku mendengar suara ibu, dan aku baru sadar bahwa sedari tadi aku hanya memandang balita yang berada dalam gendongan wanita yang datang bersama orang tuaku.

"Ehh.. ia ga masalah kok." Lalu dengan tak yakin  aku kembali bersuara.

"Bu mereka siapa?" Tanyaku bingung.

Kulihat ibu dan ayah saling berpandangan, walau tak yakin sekilas kulihat ada kekecewaan di mata wanita yang datang bersama kedua orang tuaku, apa aku salah bicara?

"Dia tante sandra sahabat mamah sekaligus mertua kamu" aku hanya bisa tertawa kering saat mendengar ucapan ibu.

"Haha..... Ibu jangan bercanda aku masih SMA mana mungkin aku menikah." Aku tertawa kering sembari memandang ibu dengan hati kalut.

“tak rik semua yang di katakan ibumu adalah kebenarannya.” ucap ayah,

Untuk beberapa saat yang terdengar hanyalah hening.

***

Haloo semua ada yang kangen sama cerita abal ku ini ga?

Maaf ya lama ga updet soalnya  saya keasikan baca cerita orang yampe lupa sama cerita sendiri.

Makaeih juga saya ucapin buat kalian yang yang udah mau baca cerita saya yang aneh ini apalagi nyampe gasih vote segala.

Ok sampe ketemu lagi nanti!!!! :-)

Salam hangat

Eva

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 07, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Like A DreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang