Seringkali aku merangkai sebuah cerita.
Alur, waktu, tokoh,
semua sempurna.
Tapi selalu saja,
bibirku melengkung sinis setelahnya.
Miris, ketika mataku menelusuri ulang cerita.
Sebuah rangkaian kata tentang antara aku dan dia,
yang seharusnya menjadi nyata.
17/10/2016 (20:30)
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Teruntuk, cinta-cintaku.
PoetryMenulis adalah caraku berbicara, dengan kata tanpa suara 18/12/2015 (13:13)
