-"Karena nyaman bisa bikin kita lupa kalo kita cuman temenan"-
"ekhm" Peter berdeham."eh Pet, kenapa?" Flora masih fokus dengan sesuatu yang dicarinya sejak tadi.
"nyari apa?" tanya Peter heran dengan perempuan itu.
"jurnal gue" wajah Flora cemas. "tadi gue taroh di laci meja guee" sambung Flora kembali mencari.
"ini?" Peter mengangkat sebuah jurnal hitam.
"iyaa, yaampun" Flora langsung merebutnya lalu membuka isinya. "nemu dimana?" tanya nya.
"dibawah kursi depan meja lo" jawab Peter tersenyum tipis.
"makasihh yaa" Flora tersenyum lebar menatap Peter. "gue duluan ya Pet, see you" Flora berlari kecil keluar kelas.
Gagal. Ya gagal, padahal Peter ingin mengajaknya pulang bersama. Namun perempuan itu sudah pergi, pergi meniggalkan nya. Di kelas, sendirian.
*****
"Peter, makan siang bareng ya, mamah udah siapin" perintah Diana, mamah Peter.
"iya" jawab Peter singkat.
"sampai kapan kamu kayak gitu sama mamah, papah dan Kyra?" tanya Diana.
Peter tidak menjawab, hanya diam. Ia bingung harus menjawab apa.
"sampai kamu dapetin penggantinya?" tanya Diana lagi. Berharap Putranya menjawab.
"Peter gatau" Jawab Peter singkat lalu pergi.
Kini ia sudah berada di meja makan, keheningan menemani semuanya.
"Kak Peter" panggil Kyra, adiknya Peter memecah keheningan.
Peter hanya menatapnya, tanpa menjawab.
"Kyra pengen ngomong, ditaman belakang ya" pintanya. Hanya dibalas dengan anggukan dari lawan bicaranya.
Peter sudah menyelesaikan makan siangnya, ia berjalan menuju taman belakang rumahnya. Tempat yang diperintahkan adiknya.
Hening diantara mereka, sampai akhirnya Kyra memecah keheningan."sampai kapan lo mau kayak gini ka?" tanya Kyra. "tiap hari lo diemin mamah, papah sama gue" sambungnya.
Peter hanya diam, jika saja ia bisa menulis jawabannya. Akan ia tulis dikertas, ia sangat malas berbicara. Bukan karna ia tidak suka dengan adiknya, namun mulutnya seolah ada sesuatu yang membuatnya tertutup rapat.
"sampai lo dapetin pengganti cewek sialan itu?" tanya Kyra lagi. "perlu gue samperin tu cewe, gue bawa balik, terus balikin seorang Peter yang dulu,, secara dia harus tanggung jawab atas kesalahannya" sambung Kyra.
"dengan cara lo bawa dia balik,, sama aja buat luka baru, luka yang hampir gue sembuhin ra" jawab Peter.
"terus gue harus gimana kaa??" "gue kangen main bareng lo ka, canda bareng lo, gue kangen lo ngejekin gue, sampe gue jatoh gara-gara kejaran,, kejadian 3 tahun silam seolah membuat semua nya memburuk, semuanya berubah" Kyra ingin sekali meneteskan air matanya, namun ia gengsi menangis dihadapan kakanya.
"gue bisa berubah kayak dulu, kalo gue nemuin cinta sejati gue ra" batin Peter lalu pergi meninggalkan Kyra sendirian.
*****
Peter berdiri di balkon kamarnya, menatap langit malam. Ia sangat bosan, namun ia bingung harus berbuat apa sekarang. Beberapa detik ia berpikir. Peter teringat akan buku jurnalnya. Ia menumpahkan seluruh kejadian hari ini ke dalam buku jurnal miliknya.
kamis, 9 maret 2017
Gue Peter, hari ini gue ngerasa ada yang beda. Cewek bernama Flora memperkenalkan dirinya dengan gue. Gue rasa itu cukup buat gue bahagia. Flora juga melukis senyum di bibir manisnya menatap mata gue.
dan seterusnya.
*****

KAMU SEDANG MEMBACA
Only For You
Teen Fictionketika hidup memberiku seribu alasan untuk bersedih,kau selalu datang membawa seribu alasan untuk tersenyum -Peter Alaska Pramudya kau alasan mengapa aku tersenyum -Flora Rakazia Merinatama