Hari ini
Tepat pukul 06.00 sore, dimana yang harusnya langit menampakan semburat oranye hanya dalam khayalan.
Realitanya langit menangis, menangis menemani diri ini sendiri.
Disinilah diri ini terdiam terpaku, menunggu sesuatu yang tak pasti ditemani angin yang berhembus sampai menusuk tulang, daun-daun menari-nari menuju ke bawah tepat saat langin menangis, suara petir yang menggetarkan hati ini mampu membuat diri ini tetap bertahan. Apakah ini?
Perasaan apa ini?
Matikah ?
Hidup kah?Sakit..
Ya, hanya sakit yang diri ini rasakan.
Sakit ini tak nampak namun dapat berbekas, bekas luka yang sulit dapat disembuhkan. Namun, apa daya diri ini yang hanya bisa menunggu, tetap menunggu hingga dia kembali, kembali mengungkapkan isi hati. Terbayang pelukan hangat yang dulu dirasakan, kecup kasih tiada lara, namun kini hanya angan belaka. Terbesit ingin menyerah tapi diri ini tak sanggup kehilangan sosok yang di sayangi, namun dilain cerita diri ini sudah tak sanggup menunggu terlalu lama. Tetapi, selagi diri ini masih sanggup berjuang, diri ini akan tetap menunggu, dan ya, sekarang ini yang diri ini tahu hanyalah menunggu dan terus menunggu.16 maret 2016
@adnyanixcx

KAMU SEDANG MEMBACA
Fight or GiveUp
Acaknot a story, just random sentences . . . . if u want just read this.