"angga!"
Angga menoleh kearah orang yang memanggilnya "ooh hai bec" kata angga sambil tersenyum
Becca menghampiri angga dan tersenyum "makasih ya"
"makasih buat apaan becca?" tanya angga
Becca kembali tersenyum "buat semuanya, dari lo udah maafin gue sama semua barang yang udah lo beri ke gue, karena itu gue mau balikin semua barang itu. Nih" kata becca sambil menyodorkan 2 paper bag
Angga menggeleng "gausah bec, gue ikhlas kok. Gue ngeberi itu buat lo"
Becca menggeleng dan tersenyum "gue mau balikin semua ini ngga, sebelum waktu gue berakhir ngga" kata becca dengan raut wajah sedih
"waktu berakhir? Maksudnya apaan" kata angga bingung
"udahlah gak perlu dipikirin, please terima ini ngga" kata becca kembali menyodorkan 2 paper bag itu
Angga menghela nafas "yaudah deh" kata angga sambil mengambil paper bag itu
"makasih ya" kata becca dan pergi dari hadapan angga
"becca kenapa sih? Kok dia bilang kaya gitu" gumam angga
---
Bel istirahat berbunyi, semua siswa keluar dari kelas termasuk juga becca, ia tidak pergi kekantin melainkan ke taman belakang sekolah
Becca duduk dibangku taman sambil memandang danau
Becca tersenyum "semoga ini bukan yang terakhir kalinya" gumam becca
"dan semoga gue bisa berubah dalam waktu yang singkat" kata becca masih ber monolog
"kenapa harus gue?" tanya becca kepada dirinya sendiri sambil meneteskan air mata
"lo kenapa bec?" kata seseorang dan becca segera menghapus air matanya
"lo nangis bec?"
Becca tersenyum - fake smile "engga kok man"
Ya orang tersebut adalah manda
"lo boong bec, buktinya mata merah" kata manda
"engga kok man, ini cuman kelilipan" kata becca berusaha supaya manda tidak curiga
"engga, pasti lo abis nang-" belum sempat manda melanjutkan omongannya ada seseorang yang memotong ucapan manda
"manda, ngapain kamu?" tanya babas
"engga kok, aku cuma lagi duduk aja sama becca" kata manda
"yaudah, kita ke kantin yuk, aku laper banget nih" ajak babas
"yaudah deh, bec gue ke kantin ya" kata manda dan becca hanya mengangguk
Setelah manda pergi, becca ingin kembali ke kelas. Tapi kepalanya tiba-tiba terasa berat dan mata nya juga tidak bisa melihat dengan jelas. Yang ia dengar hanya ada yang memanggil namanya sebelum semuanya jadi gelap.
---
"kok gue ngerasa kalo becca agak berubah ya" kata angga
"maksudnya ngga?" tanya bryan
"iya dia itu kaya berubah, kaya tadi malem dia ngechat gue dan minta maaf, trus tadi pagi dia ngembaliin semua barang yang gue kasih ke dia waktu kita masih pacaran" jelas angga
"mau mati kali dia" jawab arnold ngasal
"heh gak boleh kaya gitu" kata bryan sambil menjitak kepala arnold
"tau lo nold, lo gak boleh asal ngomong kaya gitu" kata angga
"hehe, sorry" kata arnold
Bel istirahat pun habis, mereka bertiga langsung menuju kelas. Sepanjang menuju kelas angga hanya diam saja, entah ia memikirkan apa. Bryan menyenggol angga
"napa lo diem aja? Kesambet ya?" kata bryan
"gak tau, gue lagi males bicara" kata angga
"katanya males bicara, tuh lo bicara" kata arnold
"au ah" ucap angga segera masuk ke dalam kelas
Angga melihat becca sedang duduk sambil memainkan hp nya, mukanya agak sedikit pucat
"tumben mukanya pucet" gumam angga pelan
Angga menghampiri becca "hai bec" kata angga ragu
Becca mendongak dan tersenyum "ada apaan ngga"
"kok muka lo puc-" belum sempat angga menyelesaikan bicaranya, tiba-tiba ada yang menjewer telinganya
"anjir, telinga gue sakit bego" kata angga tanpa menoleh kearah belakang
Becca memberi kode ke angga supaya angga melihat ke arah belakangnya
"berani sekali kamu angga, pelajaran udah mau dimulai dan kamu masih bicara disini trus pake acara ngebilang saya bego lagi" kata bu sinta, guru fisika yang terkenal killer
"hehe bu, itu loh anu em"
"anu em apa. Sekarang pokoknya kamu lari keliling lapangan 10 putaran" kata bu sinta
Angga menganga dan menatap kedua temannya. Sedangkan yang ditatap hanya memberikan tatapan -rasain tuh-
"bu, bukan angga kok yang salah. Ini salah saya bu, tadi saya yang ngajak angga bicara" kata becca tiba-tiba
Angga menggeleng "engga bu, ini salah saya bu bukan salah becca"
"udah kalian gak perlu ribut, kalian berdua ibu hukum" perintah bu sinta
Angga dan becca mengangguk lalu keluar kelas. Mereka menjalani hukumannya
"lo ngapain sih bec, pake acara nyalahin diri lo segala" kata angga sambil terus berlari
"gak apa-apa kok ngga" jawab becca
"becca!" tiba-tiba kipe memanggil becca dan membuat becca dan angga menghentikan larinya
"lo ngapain lari-lari, lo kan abis pingsan" kata kipe
Angga terkejut "lo abis pingsan bec? Kenapa lo nggak ngasih tau gue"
Becca menengok kearah angga dan menggeleng kan kepalanya.
"engga kok ngga, gue tadi gak pingsan kok, si kipe nih ngarang cerita" kata becca sambil tertawa dan berbalik melihat kipe dengan memberikan pelototan
Kipe tertawa - pura-pura.
"iya ngga, gue bercanda doang kok" kata kipe
"ooo"
***
Ini gajeeee banget 😑
Becca kenapa ya? Dia sakit apa?
Makanya, vote dan comment biar aku cepet next nya :v
Jangan lupa vommentnya 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Married
Romance"Diumur yang masih terbilang muda, dua orang ini sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Bagaimana kehidupan masa remaja mereka? Apakah mereka akan terus melanjutkan perjodohannya?"
