Level 6

300 15 2
                                        

  Gue cengo denger ucapan Candace.

"Jodoh!?!"teriak-teriak gue ga jelas di depan Candace.

"Iyaa gue jodohin luu. Gue kan cantik dan populer. Jadi mungkin aja gue bisa jodohin lu sama siapa pun,"ujar Candace bangga.

"OHOK OHOK."gue keselek denger kata cantik+populer itu."Pala lu botak dulu baru bisa populer kale."

Candace tertawa-tawa."Iya iyaa nanti gue tanya deh sama saudara gue,"Gue hanya mengangkat alis kanan gue dengan tatapan mak-sud-lo?. Candace hanya tersenyum nakal."Saudara gue kan lagi ngedet sama kembaran lo itu."

"OHOK OHOK."gue langsung keselek lagi denger kata 'ngedet'."Ngedet apaan?"tanya gue dengan lugu nya. Candace memutar mata nya bosan."Aduh sayang ku inii. Ngedet itu kencan!"

Gue hanya menganga mendengar kata itu."Terus?"

Candace menempeleng kepala gue setelah mendengar ucapan gue tadi."Aduuh geregetan gue sama lo,"gue segera memutar mata gue kesal."eh si Catherina? Bener?"

Candace mengangguk."Iya sayang.. Catherina si kembaran busuk lo itu lagi ngedet sama saudara gue yang namanya-"

Candace tiba-tiba diem."Woi. Nama nya siapa,nyet?"tanya gue kesal sambil noleh ke Candace.

ORANG NYA KAGAK ADA.

Ih ngeri deh. Gue noleh-noleh kayak orang sesat. Terlihat Candace sedang ngoblol-ngoblol(baca:ngobrol) dengan seorang cowok yang kayak nya senior. Eh kayak nya gue udah pernah lihat cowok itu deh. Mirip sama temen gue dulu. Tapi sayang nya gue ga pernah deket sama cowok. Paling cuma beberapa menit dan setelah itu cowok nya langsung pura-pura cabut.

IYA-IYA buset dah ga usah ngetawain gue gitu-_-

Ga ketawa? Oh ok*ngangkat tangan*(baca:ngacungin jempol).

Candace balik lagi dengan mata berseri-seri."Udah selesai modus nya?"sindir gue. Candace hanya menghela nafas."Itu cogan yang nolongin gue taooo. Ya gue langsung nyamperin lah."

"Lalu namanya siapa? si saudara lu itu yang 'ngedet' kembaran busuk gue?"tanya gue sambil menekan kata 'ngedet'."Eh udah jam 10."Candace mengalihkan pembicaraan. Mungkin.

Candace segera menarik tangan gue ke mobil nya."Kemana nih?"tanya gue antusias.

"Ke rumah lo lah. Gue bawa baju gue nih."Candace menunjukan kantung kertas nya.

"Ngapain?"

Candace memutar bola mata nya."Ya untuk siap-siap ke salon,pinter."

Gue manggut-manggut ngerti.

"Ayo pak ke rumah si nona cantik ini."ujar Candace kepada supirnya. Supir dia mengangguk. Lalu kami melaju ke rumah nona cantik ini alias gue. Ngarep.

-----------------------------------------

Gue buka pintu kamar gue dan langsung hempasin badan gue ke kasur.

Sejuk.. Nyaman..

"BANGUN!"

Dan berisik.

"Bawel lu."teriak gue balik ke Candace."Mandi sono."

"Males."jawab gue dan langsung mengambil bantal.

Akhirnya,

Sejuk...Sepi...Nyaman..Bahagianya..

Plak!

Dan sakit.

"Iya-iya comel,gue mandi."gue langsung berjalan ke kamar mandi sambil mengelus-ngelus kepala gue yang di koplak Candace.

Selesai mandi,gue langsung memakai baju biasa gue. Candace melihat gue dengan tatapan tidak suka."Kenapa nona yang segala nya harus sempurna?"tanya gue malas."Lu harus ngerubah cara pakaian lo tahu."

Gue langsung menghempaskan badan gue ke kasur(lagi)."Napa emang pakaian gue?"tanya gue sambil memejamkan mata."Well,lu kan anak orang tajir. Jadi pake yang bayar mahal kek."

Ingat anak-anak yang membaca novel yang nyeritain tentang gue yang cantik ini,jangan dengerin nasehat Candace karena dia yang menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

"Hah!? Bego lu yak. Gue ga suka yang kayak gitu. Nanti di lihatin muluu. Gue kan ga cantik kalo di lihatin risih tahu."ujar gue sambil bangun.

Candace hanya mengangkat bahu nya."Udah lah. Yuk pergi."ajak Candace. Lalu membuka pintu gue."Emang mau kemana sih?"tanya gue malaaaaas.

"Ke Glorious Salon."

Gue menganga.

"Glorious Salon!?! are you kidding me!?"

"Yup. I swear under your twin sister's grave."

Gue ngakak.

"My icky twin sister is alive..maybe. But more important,Glorious Salon itu kayak the best di negara ini taho."gue masih kaget."dan itu super expensive,you know."lanjut gue.

"Iyaa gue tahuu. Tapi salon itu juga the best dalam hal-hal kayak spa,blablabla."Candace berdiri."Gue udah pesan nih. Makanya ayo cepetan. VIP lhoo."Candace tersenyum penuh kemenangan.

Gue menganga lagi."OMG VIP?!"

Candace mengangguk."Jadi kita dapat ruangan sendiri. Lengkap dengan tv,wi-fi,makanan dan whatever we need. But you own me some 'MO-NEY'."

Gue menghela nafas."Berapa?"tanya gue."cuma 2000 dolars."Candace menghempaskan pantat nya ke sofa bulat gue.

"APA!? ANJRIT!?"gue tersentak kaget ngedenger kata '2000' dolars.

"Makanya itu sana ngomong sama nyokap lo dulu."Candace mendorong gue keluar dari kamar gue.

Dan ternyata ada mama gue lagi nguping."Bisa pakai cek?"tanya mama gue sambil tersenyum. Gue dan Candace masih terdiam ngelihat mama gue.

*

"Oke,ini cek nya."mama gue memberikan lembaran hijau ke Candace."Makasih tan."Candace tersenyum sok manis depan mama gue. Tapi di belakang dia punya mata medusa.

Maksud nya di belakang manis itu. Bukan di belakang dia. Auah gelap.

"Wah mama ga nyadar Kath sudah berubah ya."mama gue tersenyum senyum ngelihat gue."Hehehe."gue cuma bisa pura-pura ketawa ngedenger ucapan mama gue.

"Okay aku pergi ya ma."tukas gue lalu menarik tangan Candace."Dadah sayang."

Sesampai di dekat mobil,Candace langsung meledeki gue."Dadah sayang ku Kathleen cantik...muach!"ucap Candace mengikuti gaya mama gue."funny."gue menunjukan nada bosan gue.

"Udah ah ayok ke salon."

-------------------------------------

Megah nya..

Indah nya..

Glorious Salon..

Diminati para wanita..

Gue berjalan memasuki gedung yang bertuliskan Glorious Salon."Wew"mata gue berbinar-binar melihat lampu merah yang namanya 'chandelier' dan semua peralatan elit dan mahal.

"Bisa di bantu?"seorang pelayan tersenyum ke arah kami."aku sudah pesan. VIP room milik Candace."Candace menunjukan sebuah kertas."Oke,right this way."

Gue dan Candace berjalan memasuki kawasan umum yang tidak memakai konsep VIP."Eh Kath,tuh ada Catherina.."Candace menunjukan seorang cewek yang wajah nya mirip banget sama gue.

"OMG!?"

#

A/N

Hai

Halo

Salam sejahtera

Makasih yang udh read,vote and komen.

*poker face*

Eh gue masih bingung deh si Kathleen mirip siapa. Gue mencoba mirip sepupu gue tapi dia ga terkenal. Bwahaha. Yudh lah gue cari lagi.

#

Twin ZfitaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang